sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
Selasa, 07 Apr 2020 16:39 WIB

Perangi Hoaks, WhatsApp batasi forward pesan hanya sekali saja

Sebagai layanan perpesanan pribadi, WhatsApp mengklaim telah melakukan beberapa upaya untuk membantu menjaga percakapan yang bersifat pribadi bagi pengguna.

Perangi Hoaks, WhatsApp batasi forward pesan hanya sekali saja

Indonesia dan seluruh negara lainnya di dunia tengah dilanda pandemi virus corona atau Covid-19. Agar dapat memutus penyebaran virus tersebut, orang-orang sangat tidak diperbolehkan untuk berkumpul. Agar dapat tetap berkomunikasi, masyarakat mengandalkan aplikasi perpesanan seperti WhatsApp.

Tahun lalu, aplikasi tersebut memperkenalkan tanda khusus untuk pesan yang telah diteruskan berkali-kali kepada pengguna. Pesan ini ditandai oleh ikon ‘panah ganda’ untuk menunjukkan bahwa pesan tersebut tidak berasal dari kontak terdekat kamu.

Pesan-pesan tersebut dianggap kurang personal dibandingkan dengan pesan lainnya yang dikirim melalui WhatsApp. Oleh karenanya, hari ini (7/4), WhatsApp mengenalkan fitur yang membatasi pesan-pesan tersebut, sehingga hanya dapat diteruskan ke satu chat dalam satu waktu.

Sebagai layanan perpesanan pribadi, WhatsApp mengklaim telah melakukan beberapa upaya untuk membantu menjaga percakapan yang bersifat pribadi bagi pengguna. Sebagai contoh, ia sebelumnya menetapkan batasan pada pesan yang diteruskan untuk menangani konten viral, yang menyebabkan penurunan pesan yang diteruskan sebanyak 25 persen.

Sebenarnya meneruskan pesan tidaklah buruk. Namun, perusahaan pembuat aplikasi tersebut melihat peningkatan signifikan dalam jumlah pesan yang diteruskan sehingga berpotensi mengandung misinformasi. Oleh karenanya, WhatsApp yakin sangat penting untuk menghambat penyebaran pesan-pesan ini agar mereka tetap menjadi tempat yang cocok untuk menjalin percakapan personal.

Selain pembaruan tersebut, WhatsApp juga menginformasikan telah bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintah, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lebih dari 20 kementerian kesehatan di dunia, untuk membantu menghubungkan orang-orang dengan informasi yang akurat. Bersama-sama, lembaga otoritas terpercaya tersebut telah mengirim ratusan juta pesan secara langsung kepada orang-orang yang ingin memperoleh informasi resmi.

Di Indonesia sendiri, beberapa pekan lalu WhatsApp telah meluncurkan chatbot terkait Covid-19 yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menjawab pertanyaan menyarakat Indonesia seputar Covid-19. Layanan chatbot ini dirancang sebagai salah satu kanal resmi pemerintah Indonesia untuk menyediakan sumber informasi resmi dan tips bermanfaat kepada masyarakat Indonesia agar senentiasa aman dan terlindungi dari virus tersebut.

Tim Tek.id sendiri sudah menjajal melakukan penerusan pesan berkali-kali, namun tetap dapat digunakan. Pihak WhatsApp sendiri mengatakan pembaruan ini berjalan secara bertahap, sehingga belum semua pengguna mendapatkan fitur pembatasan penerusan (forward) pesan tersebut.

Share
back to top