sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
Selasa, 15 Sep 2020 15:46 WIB

Huawei mulai kehabisan stok produknya

Produksi chip untuk Huawei mulai ditutup hari ini. Dengan kata lain, stok yang dimiliki Huawei saat ini tidak akan bertambah lagi, kecuali ada pembaruan keputusan dari pemerintah AS, atau solusi baru yang ditemukan Huawei.

Huawei mulai kehabisan stok produknya

Produksi chip untuk Huawei mulai ditutup hari ini. Ini merupakan dampak dari sanksi baru terhadap Huawei yang diberikan Amerika Serikat bulan lalu. Dengan ini, perusahaan asal Tiongkok tersebut tidak akan lagi bisa melakukan bisnis, bukan hanya dengan perusahaan asal AS, tetapi juga perusahaan manufaktur lain yang menggunakan teknologi AS. Karenanya, Huawei tidak dapat lagi bekerja sama dengan TSMC untuk memproduksi chipset Kirin, demikian juga MediaTek dan Qualcomm. 

Karena sanksi ini. Ancaman kehabisan stok chipset Kirin pun menghantui Huawei. Perusahaan ini kabarnya akan mengalihkan fokus ke sektor lain, mulai dari laptop dan tablet, bisnis cloud, mobil, aksesori mobile hingga layar LED. Pasalnya, dengan terbatasnya chipset Kirin, Huawei tidak lagi dapat menghadirkan smartphone. Malahan, Mate 40 Series digadang-gadang sebagai smartphone dengan chipset Kirin terakhir dari Huawei. 

Dilansir dari Gizmochina (15/9), Huawei tampaknya tetap akan meluncurkan seri flagship mereka. Richard Yu, CEO Huawei CBG sudah mengkonfirmasi kalau peluncuran Mate 40 Series akan dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. 

Sebuah laporan menyebutkan kalau beberapa produk Huawei mulai kehabisan stok di sejumlah lokasi. Sementara stok untuk Huawei P Series, Mate Series dan Nova Series kini mulai terbatas. Bahkan varian dengan warna populer sudah habis tidak tersisa. Karena hal ini, harga smartphone bekas Huawei mulai menanjak naik. 

Huawei sebenarnya sudah menjalankan beberapa langkah, setidaknya untuk memastikan ekosistem smartphone-nya bisa terus berjalan. Dalam Huawei Developer Conference, perusahaan ini mulai meluncurkan HarmonyOS 2.0 dan proyek OpenHarmony untuk membuat open source sistem operasi ini, layaknya di Android. Bahkan Huawei juga mengungkap rencana besarnya dengan HarmonyOS

Perusahaan asal Tiongkok ini bahkan menyatakan kalau HarmonyOS akan tersedia untuk platform mobile di akhir tahun ini. Dengan kata lain, smartphone Huawei yang menjalankan sistem operasi EMUI 11 bisa beralih ke HarmonyOS.

Itu dari segi software. Huawei mau tak mau masih harus berkutat dengan pemenuhan sektor hardware, yang notabene tidak bisa dipesan lagi dari manufaktur pihak ketiga. Perusahaan ini dikabarkan sudah menyiapkan stok beberapa komponen penting, tetapi itu pun diprediksi hanya bertahan beberapa bulan saja. 

Proses akuisisi ARM yang dilakukan Nvidia pun menambah sulit posisi Huawei untuk mengakses arsitektur chip buatan perusahaan itu. Huawei kabarnya memang sudah mengalihkan produksi chipnya ke manufaktur Tiongkok, yakni SMIC. Namun, hal ini masih belum menjadi solusi pamungkas Huawei. 

Huawei harus mendapatkan solusi terbaik guna memastikan bisnis smartphone terus berjalan. Jika tidak, kemungkinan besar di masa depan, kita tidak akan menjumpai lagi smartphone buatan Huawei. 
 

Share
×
img
×
tekid
back to top