sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
Selasa, 01 Des 2020 10:58 WIB

Zoom kembali meraup untung besar

Zoom kembali mencatat pendapatan yang besar di kuartal ketiga tahun ini. Peningkatannya disebut mencapai 4 kali lipat dari periode yang sama tahun lalu.

Zoom kembali meraup untung besar

Zoom beberapa waktu belakangan ini, terutama semasa pandemi, mencatatkan performa yang sangat baik. Baru-baru ini, Zoom melaporkan pendapatannya di kuartal ketiga tahun 2020. Dalam laporan tersebut, Zoom mengklaim berhasil mengumpulkan pendapatan sebanyak lebih dari 4 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Untuk diketahui, di kuartal ketiga tahun ini, Zoom berhasil memperoleh pendapatan sebesar USD777.2 juta. Popularitas layanan konferensi video ini mulai meroket pasca berlakunya Work From Home karena pandemi Covid-19 melanda dunia. Layanan ini bahkan bisa bertahan dari gempuran kompetitornya, seperti Google Meet, Slack hingga Microsoft Teams. 

Dilansir dari TheVerge (1/12), kendati mengumumkan pendapatan yang cukup besar di kuartal ketiga, Zoom tidak menyebutkan dengan pasti berapa orang yang sudah menggunakan layanannya. Meski begitu, pelanggan berbayar di layanan ini terus bertumbuh. 

Hingga saat ini, Zoom sudah memiliki 433.700 pelanggan yang memiliki lebih dari 10 karyawan. Jumlah ini meningkat cukup pesat, mengingat di kuartal sebelumnya, Zoom memiliki 370.200 pelanggan. 

Zoom berharap akan dapat terus memberikan laporan dengan jumlah besar di kuartal berikutnya. Meski begitu, ada tanda-tanda bahwa periode pertumbuhan Zoom yang besar dan cepat ini sebenarnya telah berakhir.  

Perusahaan ini dilaporkan mulai kehilangan pelanggannya sebelum tahun ini berakhir. Tidak hanya itu, meski pertumbuhan pendapatannya dikatakan tinggi, namun beberapa pakar menyebut pertumbuhan itu tampak mulai melandai. Kompetisi Zoom akan semakin ketat ketika banyak perusahaan mulai menerapkan kembali bekerja dari kantor dan mengurangi ketergantungan layanan konferensi video. 
 

Share
×
tekid
back to top