WhatsApp, Instagram hingga Youtube diblokir di Sri Lanka

Pemerintah Sri Lanka memblokir sebagian besar media sosial. Langkah ini ditempuh setelah serangan terjadi.

WhatsApp, Instagram hingga Youtube diblokir di Sri Lanka (Foto: Time Magazine)

Pemerintah Sri Lanka memblokir sebagian besar media sosial. Langkah ini ditempuh setelah serangan terjadi pada Minggu Paskah, hingga menewaskan lebih dari 200 orang. Para pejabat mengatakan, kebijakan itu berlaku sementara guna meminimalisir penyebaran informasi palsu dan meredakan ketegangan. 

NetBlocks mengatakan mereka mendeteksi pemadaman yang sengaja dilakukan untuk layanan media sosial populer termasuk Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram, Snapchat dan Viber. Kementerian Pertahanan setempat mengatakan, pemblokiran akan berlanjut hingga pemerintah menyelesaikan penyelidikan atas ledakan bom yang menyerang gereja, hotel mewah dan tempat lainnya.


BACA JUGA

Facebook rekrut mantan Boss Vine demi proyek baru

Facebook berjuang kembangkan aplikasi baru

Steve Wozniak : Cari cara untuk tinggalkan Facebook


Dilansir Seatle Times (23/4), NetBlocks memperingatkan bahwa pemblokiran pasca-serangan seperti itu, kerapkali tidak efektif. "Apa yang kami lihat adalah ketika media sosial ditutup, itu menciptakan kekosongan informasi yang siap dieksploitasi oleh pihak lain... Itu bisa menambah rasa takut dan menyebabkan kepanikan," kata Alp Toker, direktur eksekutif NetBlocks Group. 

NetBlocks menyatakan hasil pantauan konektivitas internet Sri Lanka, mereka tidak menemukan gangguan pada infrastruktur dasar internet. Artinya, pemblokiran memang ditujukan pada layanan tertentu. Beberapa media sosial seperti Twitter tidak terpengaruh pemblokiran. Namun, layanan perpesanan ternama terdampak kebijakan pemblokiran sementara di Sri Lanka. 

"Itu akan menjadi masalah bagi orang yang mencoba berkomunikasi dengan teman dan keluarga mereka," ujar Toker. 

Pemblokiran media sosial seperti ini bukan pertama kalinya dilakukan Sri Lanka. Pemerintah memberlakukan larangan selama seminggu pada Maret 2018, karena kekhawatiran WhatsApp dan platform lainnya digunakan untuk menggerakkan kekerasan anti-Muslim di wilayah tengah Sri Lanka.

Facebook yang menaungi WhatsApp dan Instagram juga telah menyadari pemblokiran beberapa aplikasinya. Dalam sebuah pernyataan, Facebook mengatakan mereka telah bekerja untuk mendukung responden pertama dan penegakan hukum di Sri Lanka, serta mengidentifikasi dan menghapus konten yang melanggar standar perusahaan.

"Kami menyadari pernyataan pemerintah tentang pemblokiran sementara platform media sosial.. Orang-orang mengandalkan layanan kami untuk berkomunikasi dengan orang yang mereka cintai dan kami berkomitmen untuk mempertahankan layanan kami dan membantu masyarakat serta negara selama masa tragis ini," demikian kata Facebook.

Sementara itu Google tak menanggapi permintaan komentar tentang gangguan layanan Youtube-nya di Sri Lanka. Begitu pula dengan Snap dan Viber yang tak memberikan tanggapan atas pemblokiran sementara aplikasinya di Sri Lanka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: