Facebook akan bayar penggunanya melalui aplikasi Study

Facebook akan membayar penggunanya untuk memantau bagaimana mereka menggunakan smartphone melalui aplikasi Study.

Facebook akan bayar penggunanya melalui aplikasi Study Source: The Verge

Facebook akan mulai membayar orang untuk memantau bagaimana mereka menggunakan smartphone melalui aplikasi baru bernama Study.

Dilansir dari The Verge (11/6), aplikasi Study ini akan memantau aplikasi mana yang diinstal pada smartphone seseorang, waktu yang dihabiskan menggunakan aplikasi tersebut, negara tempat Anda berada, dan data aplikasi tambahan yang dapat mengungkapkan fitur spesifik yang Anda gunakan.


BACA JUGA

Facebook luncurkan fitur pengingat film

Facebook mungkinkan siapa saja buat filter wajah Instagram

Aplikasi Facebook di Android bakal punya mode gelap


Meski begitu, Facebook menyebutkan bahwa tidak akan melihat konten spesifik apa pun. Seperti pesan, kata sandi, dan situs website yang Anda kunjungi. Peluncuran aplikasi Study ini telah dilakukan beberapa bulan lalu, setelah aplikasi penelitian pelacakan pengguna Facebook Research ditutup karena kontroversi.

Mengingat aplikasi tersebut dipasarkan pada remaja yang menggunakan iOS, dengan mengandalkan sertifikat khusus yang memungkinkan aplikasi untuk menghindari App Store dan mendapatkan akses yang lebih banyak ke smartphone, yang melanggar aturan Apple. Kemudian aplikasi tersebut ditutup pada bulan Januari lalu.

Dengan meluncurkan aplikasi Study ini menunjukkan bahwa Facebook masih membutuhkan data tentang bagaimana orang menggunakan smartphone mereka, dan juga tampaknya Facebook telah belajar terkait kontroversi terakhir. Saat ini, Study hanya tersedia untuk pengguna yang berusia 18 tahun ke atas dan pengguna platform Android.

Kabarnya usia pengguna akan diverifikasi dengan merujuk usia di akun Facebook mereka, dan peserta juga harus memiliki akun PayPal untuk mendapatkan bayaran. Facebook juga mengatakan akan mereferensikan data lain yang diketahuinya tentang Anda saat menganalisis data dari aplikasi, tapi data tersebut tidak akan ditautkan ke akun Anda atau digunakan untuk menargetkan iklan kepada Anda.

Sayangnya Facebook tidak mengatakan berapa banyak orang yang akan dibayar untuk menggunakan aplikasi ini. Tapi sebuah postingan blog menyebutkan bahwa semua peserta penelitian diberi kompensasi. Diketahui aplikasi Study ini juga akan diluncurkan di AS dan India, sehingga tidak semua orang dapat mendaftar.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: