AI Facebook belajar dari video polisi untuk hindari konten sadis

Facebook berharap rekaman dari program pelatihan polisi akan memungkinkannya untuk meningkatkan sistem AI pendeteksi konten otomatis.

AI Facebook belajar dari video polisi untuk hindari konten sadis Source: Pexels

Agar lebih efektif untuk menemukan dan menghapus konten negatif seperti video penembakan massal, Facebook akan menggunakan rekaman dari video polisi sehingga dapat melatih sistem AI pendeteksi otomatisnya. Baru-baru ini mereka mengumumkan bakal bermitra dengan penegak hukum AS dan Inggris untuk mendapatkan rekaman dari program pelatihan sentaja api. Dilansir Engadget (18/9), data dari video-video itu akan membantu sistem Facebook mendeteksi rekaman peristiwa kekerasan dari dunia nyata.

Facebook akan memberi kamera kepada polisi metropolitan Inggris tanpa biaya apapun. Sebagai gantinya, Facebook akan memiliki akses ke data video, yang juga akan dibagikan dengan kantor Pusat Inggris. Perusahaan ini dilaporkan dalam pembicaraan dengan penegak hukum AS seputar kemitraan serupa.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Visa dan Mastercard mundur dari Libra Association

Facebook temukan buzzer palsu, habiskan miliaran untuk sebar isu Papua Barat

PayPal tarik dukungan untuk Libra


Platform jejaring sosial itu pernah dikritik setelah penembakan Christchurch di Selandia Baru, rekaman dari serangan itu tersedia di Facebook selama berminggu-minggu setelah kejadian biadab tersebut. Facebook menyatakan bahwa sebagian dari masalah dilatarbelakangi oleh karena mereka tidak memiliki cukup konten yang menggambarkan rekaman orang pertama dari peristiwa kekerasan itu agar dapat melatih teknologi machine learning-nya.

Facebook berharap rekaman dari program pelatihan polisi akan memungkinkannya untuk meningkatkan sistem AI pendeteksi konten otomatis. Dengan membuat sistem-sistem itu lebih akurat, Facebook juga dapat mengurangi kemungkinan kekeliruan menghapus adegan kekerasan dari konten fiksi, seperti film atau video gim.

Perusahaan mengatakan beberapa perubahan yang dilakukan untuk memerangi kebencian dan terorisme sudah ada sebelum penembakan Christchurch. “Tetapi serangan itu, dan respons global terhadapnya telah sangat memengaruhi pembaruan terkini terhadap kebijakan kami dan penegakannya,” kata Facebook.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: