20 ribu karyawan Facebook bisa intip 600 juta kata sandi pengguna

Seorang karyawan senior Facebook mengatakan bahwa kata sandi yang disimpan dalam teks biasa tersebut sudah dibuat semenjak 2012 silam.

20 ribu karyawan Facebook bisa intip 600 juta kata sandi pengguna facebook (pexels)

Facebook kembali diterpa kabar mengenai adanya potensi pelanggaran privasi pengguna dalam platform mereka. Pada Januari lalu mereka mengakui adanya temuan sandi pengguna yang tersimpan dalam teks biasa di server milik mereka.

Dalam sebuah pernyataan resmi, melalui Engadget (22/3), perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut mengatakan akan memperingati semua pengguna yang kata sandinya tersimpan dalam teks biasa.


BACA JUGA

Perkenalkan Calibra, dompet digital dari Facebook

Project Libra dapat suntikan dana dari PayPal, Uber, Visa, dan Mastercard

Kini sebanyak 720 juta orang per-bulan menonton Facebook Watch


Mereka juga mengakui, kata sandi ini tidak hanya milik mereka yang menggunakan Facebook reguler. Ada jutaan pengguna Facebook Lite terancam kena imbas yang sama.

Perwakilan Facebook menegaskan, bahwa mereka sedang melakukan berbagai upaya untuk mencari tahu bagaimana hal ini bisa terjadi, sembari mengamankan data tersebut. Mereka mengatakan, data ini akan menjadi bencana jika jatuh ke tangan yang salah.

Anehnya, perwakilan salah satu media sosial terbesar ini mengmengaku bahwa mereka tidak menemukan kejanggalan akses baik dari luar atau dalam perusahaan.

“Kami belum menemukan bukti hingga saat ini bahwa ada orang yang secara internal melakukan tindakan penyalahgunaan atau diamengaksesnya kses secara tidak benar,” kata wakil presiden Facebook untuk teknik, keamanan, dan privasi, Pedro Canahuati.

Facebook tidak menjelaskan secara detail terkait masalah ini. Namun, seorang karyawan senior Facebook yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa ada sekitar 600 juta kata sandi tersimpan dalam teks biasa. Dia mengatakan bahwa data ini bahkan telah dibuat semenjak 2012.

Data ini pun dapat diakses lebih dari 20 ribu karyawan. Facebook sendiri kini memiliki total 35.587 karyawan. Selain itu, karyawan tersebut juga mengatakan bahwa access log dari data tersebut menunjukkan sekitar sembilan juta pertanyaan internal untuk melindungi elemen data yang berisi kata sandi. Ini setidaknya dikerjakan oleh dua ribu teknisi dan pengembang Facebook.

Dengan adanya kasus ini membuat Facebook harus semakin bekerja keras membenahi sistem mereka. Facebook telah kehilangan jutaan pengguna dalam beberapa tahun, terlebih setelah kasus Cambridge Analytica mencuat. Mereka harus membuat sistem keamanan yang lebih kuat agar para pengguna mereka tidak kabur dari platform mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: