Review Smart TV

Smart TV Coocaa 50S5G, cocok untuk seru-seruan bersama keluarga

Platform yang digunakan untuk televisi ini adalah Android 8.0 Oreo. Demi mendukung jalannya sistem operasi tersebut, Coocaa melengkapi televisi 50S5G dengan dapur pacu prosesor Cortex A53 quad core.

Smart TV Coocaa 50S5G, cocok untuk seru-seruan bersama keluarga

Performa

Sebelumnya saya sudah mengatakan telah mengunduh beberapa gim di Coocaa 50S5G. Ketika memainkan gim Asphalt 8, secara keseluruhan pengalaman bermain gim terasa sedikit kurang mangasikan. Alasannya adanya gangguan lagging lantaran terjadi penurunan frame rate yang signifikan. Kabar baiknya adalah tidak seluruh gim terasa seperti itu. Memainkan gim yang lebih ringan seperti Shine Runner dan Hungry Shark Evolution terasa lancar tanpa gangguan penurunan frame rate yang berarti.

Kini saatnya menguji performa warna yang ditampilkannya. Pengujian di sini saya menghubungkan Blu-ray player lewat port HDMI. Berbicara seputar HDMI, tidak satupun dari tiga port tersebut dilengkapi dengan fitur Audio Return Channel (ARC). Dengan demikian Coocaa 50S5G hanya dapat menerima sinyal audio dan video dari perangkat eksternal via HDMI (contoh: Blu-ray home theater), dan tidak dapat mengalirkan sinyal audio ke perangkat tersebut lewat kabel HDMI yang sama.

Saya menjalankan HQV Benchmark via Blu-ray player yang telah dihubungkan ke televisi Coocaa 50S5G. Percobaan pertama yang saya jalankan adalah Noise Reduction. Uji coba ini bertujuan untuk melihat seberapa andal Coocaa 50S5G membersihkan gangguan grain.

Smart TV milik Coocaa ini memiliki fitur Digital Noise Reduction (DNR) dengan lima pilihan yakni Off, Low, Medium, Strong, dan Auto. Noise masih dapat saya lihat ketika setingan barada di posisi medium. Setelah saya ubah ke posisi Strong, tidak ada lagi tampilan noise yang menganggu. Tetapi pilihan DNR tersebut memiliki efek terlalu kuat sehingga gerakan konten gambar jadi terlihat kurang tajam.

Untuk uji selanjutnya adalah Video Resolution Test. Televisi yang memiliki panel twisted nematic (TN) ini menampilkan garis-garis benchmark yang stabil dan saya tidak melihat gangguan flicker. Hal senada juga terjadi ketika melewati tes Diagonal (Jaggies), berkat layarnya yang beresolusi tinggi (3.840 x 2.160 piksel) saya tidak melihat kerutan garis diagonal. Seluruhnya terlihat mulus.

Terakhir adalah pengujian Film Resolution Test. Berkat fitur DI Film Mode, konten yang dihasilkan tidak terlalu rusak. Meski ada beberapa kali saya melihat filcker pada layar, pengalaman keseluruhan tidak terlalu menganggu.

Tiba saatnya saya memutar konten non-benchmark.menggunakan film kepingan Blu-ray Avatar. Sedari awal saya melihat warna yang dihasilkan kurang pekat. Selama menonton film arahan James Cameron tersebut warna yang terlihat kurang akurat. Pilihan mode Color Temperature Cool dan Standard terlihat kurang baik karena warna menjadi kebiruan. Jadi terpaksa memilih mode Warm sehingga warna menjadi agak mendingan.

Keluhan saya juga terdapat pada warna yang tidak konsisten ketika saya melihatnya dari sudut pandang lebar sekitar 140 derajat. Pada titik ini mulai terjadi pergeseran warna. Semakin lebar sudut pandang, semakin menurun kualitas warna yang terlihat.

Ketika memasuki hutan di planet Pandora dalam film tersebut, ketajaman gambar yang dihasilkan tidak terlalu menarik. Daun-daun di hutan belantara terlihat tidak detil, masing-masing daun malah terlihat menyatu antara satu sama lain.

Seperti yang telah saya sebutkan tadi, penerangan backlight panel LCD Coocaa 50S5G menggunakan lampu LED. Tidak ada bocoran lampu di sisi-sisi layar. Tetapi sayangnya penyaluran penerangan lampu LED tersebut kurang tertata dengan baik. Pasalnya di sudut-sudut televisi saya melihat ada bagian yang agak kurang terang dibandingkan dengan bagian layar lain. Momok ini terjadi terutama ketika televisi menampilkan warna putih.

Suara yang dihasilkan dapat saya katakan bagus. Selain lantang, speaker Coocaa 50S5G mampu menghadirkan suara dengan detil tertata rapi untuk ukuran televisi di kelasnya. Ketika saya naikan volume ke tingkat tinggi, suara tidak terdistorsi meski detil frekuensi tidak sedetil ketika pada level volume 60 persen. Tidak ketinggalan pula fitur DTS TruSurround yang memungkinkan televisi Coocaa 50S5G ini mensimulasikan efek surround hanya menggunakan dua buah speaker.

Kesimpulan

Beberapa kekurangan yang saya temukan pada televisi Coocaa 50S5G terbilang wajar mengingat harga televisi ini cukup terjangkau di kisaran Rp6.499.000. Biasanya Smart TV berukuran 50 inci 4K HDR memiliki banderol harga berkisar antara 10 juta keatas.

Televisi ini cocok untuk seru-seruan bersama teman-teman atau keluarga, menonton konten di aplikasi YouTube atau bermain gim. Desainnya yang oke juga cocok untuk membuat estetika ruang keluarga menjadi makin kece. Jadi bagi kamu yang tidak terlalu mengedepankan kualitas warna, Coocaa 50S5G cocok menjadi pilihan ketika kamu mencari Smart TV berukuran besar dan memiliki aneka fitur pendukung.

 
Coocaa 50S5G
Bagus ...
  • Harga terjangkau
  • Simulasi suara surround bagus
  • Fitur banyak
Kurang ...
  • Warna kurang akurat
  • Distribusi LED kurang baik
  • Sudut pandang tidak lebar

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: