Review Smart TV

Smart TV Coocaa 50S5G, cocok untuk seru-seruan bersama keluarga

Platform yang digunakan untuk televisi ini adalah Android 8.0 Oreo. Demi mendukung jalannya sistem operasi tersebut, Coocaa melengkapi televisi 50S5G dengan dapur pacu prosesor Cortex A53 quad core.

Smart TV Coocaa 50S5G, cocok untuk seru-seruan bersama keluarga

Beberapa waktu lalu, Skyworth RGB Electronic mengenalkan televisi pintar (Smart TV) Coocaa terbarunya ke pasar Indonesia. Salah satu televisi yang dikenalkan pada saat itu adalah Coocaa 50S5G yang memiliki ukuran layar 50 inci serta resolusi 4K UHD.

Desain

Pertama kali membuka kemasan televisi ini, saya melihat profil yang cukup ramping. Tetapi karena ukurannya yang cukup besar, saya dibantu oleh teman-teman untuk mengeluarkannya dari dalam kemasan dan memasang kaki penyangganya.

Berbicara soal kaki penyangga, penopang ini terbuat dari material logam agar kuat menahan bobot televisi yang bierkisar 12 kilogram. Bentuknya seperti bumerang. Cara memasangnya pun tidak terlalu sulit, cukup kencangkan menggunakan baut yang tersedia di dalam kemasan menggunakan obeng.

Bezel yang ditawarkan memiliki ukuran tipis, tetapi bukan yang tertipis di untuk kelas televisi berukuran 50 inci. Coocaa memberi bezel 50S5G dengan warna hitam (atau disebut dengan warna Onyx Black) untuk bagian atas, kiri dan kanan. Sedangkan Bezel bagian bawah dibalut dengan warna emas (Champagne Gold) agar serasi dengan kaki dudukannya.

Bagian pinggir televisi Coocaa 50S5G memang tipis, tetapi bukan berarti seluruh bodi televisi yang memiliki sistem backlight LED ini tipis secara keseluruhan. Pasalnya, ada bagian yang membesar di bagian belakang bawah televisi.

Bagian cembung ini terdapat aneka port untuk kebutuhan konektivitas dari sumber konten seperti 3 port HDMI, 2 port USB, LAN, AV Input, dan (tentu saja) antena untuk menangkap saluran terestrial. Di dekat port-port tersebut ada sebuah tombol yang berfungsi sebagai akses memilih sumber konten dan daya.

Selain tempat untuk beragam port, ukuran yang membesar tersebut berguna untuk penempatan sepasang speaker dan ventilasi untuk pertukaran udara.

Fitur dan pengoperasian

Karena Coocaa 50S5G adalah sebuah Smart TV, otomatis televisi ini memiliki sistem operasi. Platform yang digunakan untuk televisi ini adalah Android 8.0 Oreo. Demi mendukung jalannya sistem operasi tersebut, Coocaa melengkapi televisi 50S5G dengan dapur pacu prosesor Cortex A53 quad core, GPU Mali T820, RAM 2,5 GB, dan penyimpanan internal 16 GB. Tidak luput pula konektivitas nirkabel seperti Wifi dan Bluetooth.

Tidak jauh berbeda dari perangkat berbasis Android lain, televisi ini harus melalui beberapa langkah konfigurasi sebelum dapat digunakan. Cara pengaturan akan lebih mudah ketika kamu melakukan import setingan dari smartphone Android. Caranya adalah buka menu Settings > Google > Nearby. Sebelumnya jangan lupa aktifkan Bluetooth di perangkat Android kamu ya. Setelah itu serahkan televisi untuk melakukan penyesuaian pengaturan dengan smartphone yang terkoneksi.

Tanpa mengimpor setingan dari perangkat mobile, kamu harus memasukkan secara manual hingga tuntas. Hal yang paling merepotkan adalah ketika kamu harus memasukkan email dan password. Pasalnya remote control tidak dilengkapi dengan aksara, hanya angka 0 hingga 9. Oleh karena itu kamu harus memasukkan huruf angka satu per satu dengan mengetiknya di keyboard virtual via remote kontrol.

Setelah pengaturan selesai secara keseluruhan, kamu hampir dapat menggunakan seluruh fungsi Smart TV ini. Mengapa begitu? Jadi begini, remote control milik 50S5G dilengkapi dengan dua konektivitas: inframerah dan Bluetooth.

Setelah 50S5G selesai melakukan pengaturan, konektivitas pada remote kontrol hanya mengandalkan inframerah. Artinya kamu harus mengarahkan remote kontrol ke arah sensor yang ada di bagian bawah kanan televisi. Menggunakan koneksi konvensional ini, kamu tidak dapat mengakses perintah suara (Google Assistant). Untuk dapat mengakses Google Assistant, kamu harus melakukan pairing antara remote kontrol dengan televisi.

Cara melakukan pairing adalah dengan membuka menu Settings di televisi dengan memilih ikon khas setingan di pojok kanan atas televisi. Setelah itu tekan dan arahkan ke bawah menggunakan tombol navigasi remote control hingga ketemu menu ‘Add accessory’. Setelah memilih menu tersebut, tekan tombol navigasi kiri dan Home secara bersamaan pada remote control selama beberapa detik. Kemudian lampu LED berwarna hijau di remote control akan berkedip. Pada layar televisi, pilih remote control ini. Selesai deh proses pairing antara remote kontrol dan televisi. Kamu juga dapat menambahkan perangkat nirkabel seperti speaker Bluetooth dengan proses pairing yang sama.

Setelah proses pairing berhasil, maka konektivitas remote kontrol kini mengandalkan Bluetooth. Artinya akses remote kontrol akan lebih sensitif meski kamu tidak mengarahkannya ke televisi. kamu dapat mengakses Google Assistant hanya dengan menekan ikon mirip mikrofon di bagian paling atas remote kontrol.

Kamu dapat langsung memilih aplikasi Netflix atau Google Play langsung dari remote kontrol. Perlu diketahui bahwa tombol Google Play tersebut akan mengarahkan kamu ke menu Google Play Movies & TV, bukan Google Play Store untuk mengunduh aplikasi atau gim.

Jika kamu ingin mengakses Google Play Store, tekan tombol Home pada remote kontrol dan pilih aplikasi tersebut. Pilih ikon mirip kaca pembesar (search) untuk mencari aplikasi yang ingin kamu unduh. Kamu juga dapat menggunakan voice search untuk mencari aplikasi yang diinginkan atau dengan cara mengetiknya. Tetapi jika mengetik menggunakan remote control dirasa agak sulit dan lama, kamu dapat mengetik kata kunci menggunakan keyboard eksternal yang dihubungkan ke port USB. Oiya, kamu juga dapat menghubungkan mouse ke port USB dan menggunakannya.

Tidak semua aplikasi yang ada di smartphone Android dapat dijalankan pada televisi. Ini dapat dibilang wajar karena pertimbangan akses penggunaan. Gim yang tidak tersedia di televisi ini di antaranya adalah PUBG dan Asphalt 9. Meski demikian saya dapat mengunduh Asphalt 8 dan Asphalt Xtreme. Sebagai catatan, saya harus menggunakan keyboard atau gamepad untuk memainkan Asphalt Xtreme.

Beberapa gim yang dapat dimainkan menggunakan remote kontrol-nya adalah Shine Runner, Beach Buggy Racing dan Hungry Shark Evolution. Sayangnya remote kontrol ini tidak dapat merespon jika saya menekan lebih dari satu tombolnya. Dengan demikian saya kurang puas ketika bermain Hungry Shark Evolution lantaran tidak dapat menggunakan fungsi Boost agar bisa berenang lebih cepat.

Performa

Sebelumnya saya sudah mengatakan telah mengunduh beberapa gim di Coocaa 50S5G. Ketika memainkan gim Asphalt 8, secara keseluruhan pengalaman bermain gim terasa sedikit kurang mangasikan. Alasannya adanya gangguan lagging lantaran terjadi penurunan frame rate yang signifikan. Kabar baiknya adalah tidak seluruh gim terasa seperti itu. Memainkan gim yang lebih ringan seperti Shine Runner dan Hungry Shark Evolution terasa lancar tanpa gangguan penurunan frame rate yang berarti.

Kini saatnya menguji performa warna yang ditampilkannya. Pengujian di sini saya menghubungkan Blu-ray player lewat port HDMI. Berbicara seputar HDMI, tidak satupun dari tiga port tersebut dilengkapi dengan fitur Audio Return Channel (ARC). Dengan demikian Coocaa 50S5G hanya dapat menerima sinyal audio dan video dari perangkat eksternal via HDMI (contoh: Blu-ray home theater), dan tidak dapat mengalirkan sinyal audio ke perangkat tersebut lewat kabel HDMI yang sama.

Saya menjalankan HQV Benchmark via Blu-ray player yang telah dihubungkan ke televisi Coocaa 50S5G. Percobaan pertama yang saya jalankan adalah Noise Reduction. Uji coba ini bertujuan untuk melihat seberapa andal Coocaa 50S5G membersihkan gangguan grain.

Smart TV milik Coocaa ini memiliki fitur Digital Noise Reduction (DNR) dengan lima pilihan yakni Off, Low, Medium, Strong, dan Auto. Noise masih dapat saya lihat ketika setingan barada di posisi medium. Setelah saya ubah ke posisi Strong, tidak ada lagi tampilan noise yang menganggu. Tetapi pilihan DNR tersebut memiliki efek terlalu kuat sehingga gerakan konten gambar jadi terlihat kurang tajam.

Untuk uji selanjutnya adalah Video Resolution Test. Televisi yang memiliki panel twisted nematic (TN) ini menampilkan garis-garis benchmark yang stabil dan saya tidak melihat gangguan flicker. Hal senada juga terjadi ketika melewati tes Diagonal (Jaggies), berkat layarnya yang beresolusi tinggi (3.840 x 2.160 piksel) saya tidak melihat kerutan garis diagonal. Seluruhnya terlihat mulus.

Terakhir adalah pengujian Film Resolution Test. Berkat fitur DI Film Mode, konten yang dihasilkan tidak terlalu rusak. Meski ada beberapa kali saya melihat filcker pada layar, pengalaman keseluruhan tidak terlalu menganggu.

Tiba saatnya saya memutar konten non-benchmark.menggunakan film kepingan Blu-ray Avatar. Sedari awal saya melihat warna yang dihasilkan kurang pekat. Selama menonton film arahan James Cameron tersebut warna yang terlihat kurang akurat. Pilihan mode Color Temperature Cool dan Standard terlihat kurang baik karena warna menjadi kebiruan. Jadi terpaksa memilih mode Warm sehingga warna menjadi agak mendingan.

Keluhan saya juga terdapat pada warna yang tidak konsisten ketika saya melihatnya dari sudut pandang lebar sekitar 140 derajat. Pada titik ini mulai terjadi pergeseran warna. Semakin lebar sudut pandang, semakin menurun kualitas warna yang terlihat.

Ketika memasuki hutan di planet Pandora dalam film tersebut, ketajaman gambar yang dihasilkan tidak terlalu menarik. Daun-daun di hutan belantara terlihat tidak detil, masing-masing daun malah terlihat menyatu antara satu sama lain.

Seperti yang telah saya sebutkan tadi, penerangan backlight panel LCD Coocaa 50S5G menggunakan lampu LED. Tidak ada bocoran lampu di sisi-sisi layar. Tetapi sayangnya penyaluran penerangan lampu LED tersebut kurang tertata dengan baik. Pasalnya di sudut-sudut televisi saya melihat ada bagian yang agak kurang terang dibandingkan dengan bagian layar lain. Momok ini terjadi terutama ketika televisi menampilkan warna putih.

Suara yang dihasilkan dapat saya katakan bagus. Selain lantang, speaker Coocaa 50S5G mampu menghadirkan suara dengan detil tertata rapi untuk ukuran televisi di kelasnya. Ketika saya naikan volume ke tingkat tinggi, suara tidak terdistorsi meski detil frekuensi tidak sedetil ketika pada level volume 60 persen. Tidak ketinggalan pula fitur DTS TruSurround yang memungkinkan televisi Coocaa 50S5G ini mensimulasikan efek surround hanya menggunakan dua buah speaker.

Kesimpulan

Beberapa kekurangan yang saya temukan pada televisi Coocaa 50S5G terbilang wajar mengingat harga televisi ini cukup terjangkau di kisaran Rp6.499.000. Biasanya Smart TV berukuran 50 inci 4K HDR memiliki banderol harga berkisar antara 10 juta keatas.

Televisi ini cocok untuk seru-seruan bersama teman-teman atau keluarga, menonton konten di aplikasi YouTube atau bermain gim. Desainnya yang oke juga cocok untuk membuat estetika ruang keluarga menjadi makin kece. Jadi bagi kamu yang tidak terlalu mengedepankan kualitas warna, Coocaa 50S5G cocok menjadi pilihan ketika kamu mencari Smart TV berukuran besar dan memiliki aneka fitur pendukung.

 
Coocaa 50S5G
Bagus ...
  • Harga terjangkau
  • Simulasi suara surround bagus
  • Fitur banyak
Kurang ...
  • Warna kurang akurat
  • Distribusi LED kurang baik
  • Sudut pandang tidak lebar

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: