sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
Senin, 25 Jan 2021 11:36 WIB

ByteDance perluas bisnis dengan investasi di perusahaan Jepang

ByteDance dikabarkan akan lakukan investasi dengan perusahaan teknologi di Jepang untuk memperluas bisnis aplikasi TikToknya.

ByteDance perluas bisnis dengan investasi di perusahaan Jepang
Source: Pexels

TikTok kini telah merajai seluruh aplikasi berbagi dan editing video. Platform ini sukses besar dan membawa ByteDance - perusahaan pengembangnya, berencana untuk berinvestasi dengan perusahaan teknologi di Jepang. Ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas bisnisnya di negara tersebut.

ByteDance yang sebelumnya menghadapi hambatan di Amerika Serikat karena dianggap mengumpulkan data negara kepada pemerintah Tiongkok, kini mengirimkan anggota tim modal venturanya untuk bekerja di kantor Tokyo, seperti dilaporkan oleh Japan Today (25/1).

Untuk diketahui, kantor ByteDance di Tokyo dibuka pada 2017 lalu, dan perusahaan telah bergabung dengan Federasi Bisnis Jepang pada tahun lalu. Keanggotaannya di Asosiasi Industri dan Teknologi Informasi Jepang membuka jalan bagi perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan Jepang lainnya.

“Kami ingin secara aktif berkomitmen untuk pasar Jepang,” kata seorang perwakilan ByteDance. Meski belum diketahui, perusahaan mana yang akan diajak bekerjasama, namun diketahui ini merupakan investasi pertama perusahaan di Jepang.

Raksasa teknologi tersebut saat ini memiliki sekitar 800 juta pengguna di seluruh dunia. Peningkatan pengguna terjadi selama pandemi virus corona yang membuat anak-anak muda membuat video pendek dengan set musik yang tersedia.

Meski diterjang oleh larangan Amerika Serikat oleh mantan Presiden Donald Trump, TikTok masih tetap populer. Aplikasi ini juga sempat disinggung terkait batasan penggunaan yang diserukan beberapa anggota parlemen partai yang berkuasa di Jepang. Pembatasan tersebut berlaku bagi aplikasi lainnya yang dikembangkan oleh Tiongkok karena masalah keamanan.

Share
×
tekid
back to top