Review Smart TV

Samsung UA49NU7300, TV gede dan bengkok, tapi sangar

Smart TV dari Samsung ini punya panel berteknologi Vertical Alignment (VA) serta berlayar lengkung. Ukurannya cukup besar, yakni 49 inci.

Samsung UA49NU7300, TV gede dan bengkok, tapi sangar

Televisi yang akan saya ulas kali ini memiliki layar lengkung berukuran 49 inci. Teknologi layar lengkung di televisi sebenarnya sudah berawal sejak CES 2013. Samsung jadi salah satu pionirnya. Seiring berjalannya waktu, televisi masa kini pun jadi makin pintar dengan dukungan sistem operasi. Ada chipset di dalamnya, layaknya sebuah komputer. Itulah smart tv.

Samsung UA49NU7300 yang sudah mengisi ruang uji Tek.id pun masuk ke dalam jenis smart TV. Di dalamnya terdapat platform Smart Hub untuk menjalankan aplikasi. TV ini mendukung HDR, resolusi sampai 4K, bisa terkoneksi dengan Wifi dan fitur Motion Rate 100.

Desain

Samsung UA49NU7300 cukup sederhana. Dibilang mewah tidak, dibiliang jelek juga tidak. Jadi, lebih tepatnya mungkin, biasa saja. Seluruh bezel menggunakan bahan plastik matte yang berukuran tidak terlalu kecil. Meski bezel-nya berwarna hitam, tetapi posisinya agak lebih tinggi dari layar, sehingga bezel tetap terlihat meski layar UA49NU7300 dalam keadaan mati.

Bagian belakangnya juga menggunakan bahan plastik dengan pola garis-garis kecil dengan orientasi horizontal. Meski efeknya tidak terlalu besar, pola belakang seperti itu dapat sedikit meningkatkan nilai keindahan ketika televisi ditempatkan di ruang keluarga. Kaki penyangga terpasang di kiri dan kanan pada bagian belakang. Menurut saya, sangat mudah untuk memasangkan peyangga tersebut, berkat bentuk dasar yang dibuat sedemikian rupa. Meski demikian, memasangnya tetap harus menggunakan baut. Ketika telah dipasangkan peyangga, dimensi keseluruhan UA49NU7300 adalah 110,15 x 71,74 x 26,13 cm.

Seluruh antarmuka port berjejer rapi di bagian belakang. Agar lebih mudah diakses, Samsung mendesain area deretan port agak menjorok ke dalam. Antarmuka port tersebut juga dibuat menghadap ke samping agar mudah dilihat. Kumpulan port konektivitas tersebut adalah 3 HDMI dengan 1 port mendukung ARC, Component, Ethernet, Digital Audio Out (Optical), dan 2 USB.

Tingkat kelengkungan televisi ini tidak terlalu dramatis karena hanya mendukung Screen Curvature 4.200R. Artinya, jika Samsung UA49NU7300 dijejerkan dengan model yang sama, akan membentuk lingkaran dengan diameter 4,2 meter. Ukuran diameter tersebut termasuk besar. Oleh karenanya, saya tidak terlalu merasakan efek kelengkungan televisi yang katanya dapat menghadirkan sudut pandang lebih imersif.

Pengoperasian

Smart Hub tak terlalu rumit. Secara pribadi, saya tidak memerlukan waktu lama untuk mengerti cara pengaksesannya. Ketika ingin mengakses Smart Hub, cukup tekan tombol bertuliskan Home pada remote control, maka akan tampil icon-icon kecil di bawah layar televisi. Kumpulan icon tersebut sebenarnya adalah jalan pintas agar dapat mengakses aplikasi terkait yang telah diunduh.

Jika kamu mau mengunduh aplikasi tambahan, cukup pilih tab Apps menggunakan tombol navigasi arah di remote control. Di dalam menu ini, akan ada beberapa kategori aplikasi, seperti Editor’s Choice, Most Popular, Downloaded, dan Genre (Video, Sports, Game). Kamu dapat mencari aplikasi yang diinginkan dengan mengarahkan tombol navigasi ke menu search yang ditandai dengan icon kaca pembesar.

Ada banyak aplikasi yang tersedia. Aplikasi ternama seperti Spotify, Facebook, Netflix, YouTube, hingga Google Play Movies & TV seluruhnya dapat dinikmati pada Smart TV ini. Sayangnya, saya tidak menemukan aplikasi kekinian seperti Twitter dan Instagram. Televisi dapat dihubungkan dengan keyboard PC. Cara ini akan memudahkan mengetik item yang dicari ketimbang hanya mengetik via keyboard virtual pada layar menggunakan remote control.

Cara meletakkan icon aplikasi di menu utama adalah dengan menekan tombol enter yang agak lama di aplikasi yang dikehendaki, setelah itu pilih ‘Add to home’. Di sebelah kiri tab Apps terdapat pilihan Search. Di sini kamu dapat mencari seluruh konten aplikasi, gim, video, atau alamat website. Gim yang tersedia pada Smart Hub tidak seinteraktif jika dibandingkan dengan Android TV. Jadi, yang ada di sini hanya gim ringan, bukan sekelas Asphalt Xtreme atau bahkan yang lebih ringan seperti Beach Buggy Racing.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: