Review motherboard

Review motherboard MSI MAG Z390, murah tapi tetap asyik

MSI mengatakan, seri MAG difokuskan untuk keseimbangan fungsi dan daya tahan. MAG Z390 Tomahawk juga cocok digunakan untuk bermain gim.

Review motherboard MSI MAG Z390, murah tapi tetap asyik

Performa

Ketika mengujinya, saya menggunakan prosesor Intel Core i9 9900K (dengan pendingin Noctua NH-U12S) serta kartu grafis AMD Radeon RX 580. Demi kepraktisan, kami merakit motherboard dan perangkat pendukungnya tidak menggunakan casing. Nah, di sinilah saya merasa kesulitan untuk mengaktifkan atau me-reset motherboard.

Ketimbang menghubungkan secara manual menggunakan obeng di panel daya, saya mengakalinya dengan tombol ekstensi yang kabelnya terhubung ke panel daya. Menggunakan cara ini, saya akan lebih cepat jika ingin me-reset motherboard agar dapat masuk ke BIOS dengan cepat.

Pada menu BIOS, MSI menanamkan fitur Game Boost dan XMP. Fitur Game Boost adalah cara pabrikan tersebut melakukan overclock preset untuk prosesor, sedangkan XMP hadir untuk melakukan overclock memori. Meski Game Boost menyajikan kemudahan melakukan overclock, saya tetap melakukan overclock manual pada prosesor, namun tetap menggunakan fitur XMP.

Prosesor Core i9 9900K yang memiliki clock standar 3,6 GHz saya tingkatkan menjadi 4,8 GHz. Pada clock tersebut, saya merasa prosesor dan motherboard masih berjalan dengan stabil. Sebenarnya, ada niatan saya untuk meningkatkan clock lagi hingga 4,9 GHz, tetapi saya merasa kurang yakin karena prosesor telah memiliki shuhu 80 derajat celcius. Oleh karenanya, saya tetap menjalankan clock 4,8 GHz untuk setiap pengujian dan bermain gim.

Benchmark pertama yang saya gunakan adalah 3DMark. Pada pengujian Fire Strike, skor keseluruhan yang diraih adalah 12.486. Beralih ke pengujian Time Spy di benchmark yang sama, skor yang diraih adalah 4.614. Keluar dari 3Dmark, motherboard ini memiliki nilai 6.926 dalam benchmark PCMark.

Selain kedua benchmark tersebut, saya juga manjalankan benchmark Asus RealBench. Hasil yang diraup menggunakan tolok ukur itu adalah 151,555 poin. Dipadukan dengan prosesor 8 core / 16 thread, MAG Z390 Tomahawk merampungkan pengujian Cinebench dengan skor 2.066 untuk multi-core dan dan skor 222 untuk single core.

Selain mengukur menggunakan pengujian sintesis, saya juga menggunakannya untuk bermain gim. Pengalaman saya selama bermain gim Shadow of the Tomb Raider, Ghost Recon Wildlands, dan GTA V terasa lancar. Tapi bagaimana cara menentukan keunggulan motherboard tanpa angka? Oleh karena itu, saya juga menjalankan benchmark pada ketiga gim tersebut.

Pada gim Shadow of the Tomb Raider saya mendapatkan angka 120 untuk FPS terendah dan 229 untuk FPStertinggi. Rata-rata FPSyang dihadirkan adalah 167 FPS. Dengan demikian, terlihatlah kemulusan gameplay yang dihadirkan motherboard beserta kartu grafis yang dipakainya.

Sementara ketika melangkahi benchmark gim Ghost Recon Wildlands, skor yang diraihnya adalah 48 untuk minimal FPS, 67 untuk maksimal FPS. Dari kedua besaran tersebut, didapatkan rata-rata 58 FPS. Dari angka tersebut, saya memainkan gim ini dengan lancar. Terakhir adalah GTA V. Di dalam gim open-world tersebut, motherboard menghimpun nilai terendah dengan 50 FPS, tertinggi dengan 65 FPS, sedangkan rata-rata FPS adalah 63. Nah, berdasarkan angka-angka tersebut jadi pengalaman bermain gim terbilang lancar.

Kesimpulan

Prosesor Intel Core generasi ke-8 sudah mulai merajalela di pasar, dan motherboard MAG Z390 Tomahawk kelas menengah dari MSI sudah mendukung chipset terbaru tersebut. Meski bukan berasal dari kelas flagship, motherboard ini menawarkan kemudahan jika Anda ingin melakukan overclock berkat adanya fitur Game Boost dan XMP yang dapat diakses di BIOS.

Selain itu, antarmuka BIOS-nya pun bersahabat, termasuk untuk Anda pengguna baru. Bagi Anda yang belum memiliki prosesor Intel generasi terbaru, motherboard dari pabrikan asal Taiwan ini masih mendukung prosesor Intel generasi sebelumnya. Harga yang ditawarkan untuk motherboard MAG Z390 Tomahawk adalah Rp3.229.000.

 
Motherboard MSI MAG Z390
Bagus ...
  • Terjangkau
  • Overclock mudah
  • Stabil
Kurang ...
  • Tidak ada Wi-Fi
  • Tidak terintegrasi tombol power
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: