Review Motherboard

Review Asus ROG Maximus XI Extreme, asyik buat gamer

Dengan banyaknya fitur yang ditawarkan, Asus ROG Maximus XI Extreme sangat cocok bagi para gamer dan overclocker serius.

Review Asus ROG Maximus XI Extreme, asyik buat gamer Asus ROG Maximus XI Extreme

Kehadiran prosesor generasi kesembilan Intel, disambut produsen perangkat keras dengan motherboard dengan chipset terbaru, yakni Z390. Tek.id akan mengulas tiga motherboard berbasis Z390. Artikel perdana dimulai dengan Asus ROG Maximus XI Extreme. 

Desain khas ROG

Seperti seri motherboard ROG lainnya, Maximus XI Extreme memiliki corak warna hitam dan abu-abu yang terlihat sangat mengintimidasi. Meski begitu, di beberapa lokasi, seperti di bagian kanan bawah motherboard, di atas penutup slot M.2, dan di atas I/O Shield, terdapat LED yang dapat dipersonalisasi.

Salah satu fitur unggulan motherboard kasta tertinggi Asus ini adalah panel OLED di atas I/O Shield yang disebut sebagai LiveDash. Selain untuk estetika, panel ini sangat berguna bagi para overclocker untuk mendiagnostik masalah di motherboard mereka.

Setelah masuk ke Windows, panel ini akan menampilkan beberapa informasi yang cukup berguna. Beberapa di antaranya adalah kecepatan prosesor dan temperatur. Oh iya, temperatur yang muncul di layar ini pun cukup akurat karena Asus menyematkan total 3 sensor temperatur di Maximus XI Extreme.

Layar LiveDash juga dapat dikonfigurasi sesuka hati pengguna melalui peranti lunak. Asus tetap menyematkan layar di bagian kanan yang akan menampilkan kode posting saat melakukan booting. Layar ini berada tepat di atas tombol power, resetsitch Slow Mode, dan RSVD.

Bagi pecinta overclocker, motherboard ini memiliki banyak fitur yang rasanya sangat dibutuhkan untuk mencapai skor terbaik. Beberapa di antaranya adalah total 8 pin ATX power yang dapat memberikan listrik lebih ke prosesor serta header khusus untuk mereka yang menggunakan Liquid Nitrogen alias LN2.

Tak ketinggalan, Asus menyematkan kapasitor kualitas tinggi. Untuk menjaga kapasitor ini tetap dingin, mereka menyematkan heatsink yang cukup besar yang terletak di bagian atas dan kiri dari socket CPU.

Untuk gamer dan pengguna kasual yang ingin menggunakan pendingin air pun dapat dengan mudah mengontrol pompa mereka. Asus telah menyematkan beberapa header khusus, seperti water block connector, water flow, dan total enam header kipas PWM.

Motherboard ini memiliki total tiga slot PIC-e 16x. Dua slot teratas pun diatur dengan cerdas. Saat pengguna mencolokkan satu GPU saja, maka slot tersebut akan berjalan di kecepatan 16x. Saat mencolokkan dua GPU di konfigurasi SLI dan CrossFire, maka kedua slot ini akan berjalan di kecepatan 8x.

Asus pun menyematkan total dua slot M.2. Keduanya terdapat di bawah pendingin khusus. Satu slot mendukung SATA & PCIe 3.0 x 4 mode, sedangkan satu lagi hanya mendukung PCIe 3.0 x 4 mode.

Jika merasa kurang, Asus membekali Maximus XI Extreme dengan ROG DIMM.2. Slot yang berjalan di kecepatan DDR4 ini memungkinkan pengguna untuk menambah dua slot M.2 lain, yang juga memiliki pendingin.

Gamer akan diuntungkan dengan keberadaan HD Audio. Mereka menggunakan CODEC ROG SupremeFX S1220 9 channel.

I/O lengkap yang terlindungi dengan baik

Berbicara soal I/O, Asus membenamkan banyak I/O Port dalam Maximus XI Extreme. Saya menemukan total sembilan USB type A. Enam di antaranya adalah USB 3.0 dan tiga lainnya merupakan USB 3.1. Tak ketinggalan, ada satu USB Type-C yang memiliki teknologi Thunderbolt 3.0 yang super kencang.

Pengguna juga bisa mengakses sepasang antena WiFi. Pilihan ini ditujukan bagi para overclocker yang tak ingin ribet menarik kabel LAN saat melakukan pengetesan atau saat ingin mengunggah hasil overclock mereka.

Bagi gamer yang membutuhkan jaringan yang stabil dan kencang, motherboard ini juga memiliki dua port LAN sekaligus. Satu port merupakan port LAN standar dan satu lagi merupakan slot LAN 5Gbps. Tentu saja, hal ini akan membuat para gamer bermain gim sambil streaming tanpa lag.

Gamer mendapatkan keuntungan lain dengan kehadiran audio yang cukup baik. Dengan hadirnya audio 5.1, mereka dapat menggunakan speaker mereka untuk mendapatkan hasil audio yang mengagumkan.

Oh iya, Asus juga memanjakan para overclocker dengan menyematkan dua tombol khusus, yakni Reset Bios dan Clear Cmos. Jadi, para overclocker tak perlu repot lagi mencari header untuk melakukan hal tersebut.

Terakhir, Asus juga melindungi semua port I/O dengan pelindung yang terbuat dari metal, yang juga berfungsi sebagai pendingin beberapa kapasitor lain di dekatnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: