Youtube bakal kurangi rekomendasi video berbau teori konspirasi

Video teori konspirasi di Youtobe sangat banyak. Youtube mengambil langkah untuk mengurangi video-video tersebut.

Youtube bakal kurangi rekomendasi video berbau teori konspirasi

Pada Jumat (25/1), YouTube akan mengurangi video berisi hoaks dan teori konspirasi. Langkah ini dimaksudkan agar pengguna Youtube tidak jatuh lebih jauh lagi ke konten-konten ekstrimis. Pada uji coba terbatas di Amerika Serikat, Youtube menyebut konten-konten tersebut sangat dekat dengan pelanggaran aturan di Youtube. Oleh karena itu mereka menyebutnya sebagai "Borderline Content".

Meski begitu YouTube menduga hanya sekitar 1 persen video jenis itu yang beredar di platform mereka. Kendati begitu efeknya signifikan, setelah kebijakan pengurangan rekomendasi itu nanti efektif .


BACA JUGA

Tinder buka rahasia algoritma pencocokannya

Penembakan di Selandia Baru, tunjukan kelemahan media sosial

Sambut Pilpres 2019, Line Today hadirkan fitur Pemilu


"Kami memulai mengurangi konten-konten 'Borderline' dan konten lain yang bisa menyesatkan pengguna seperti, video yang menawarkan penyembuhan ajaib kepada penyakit serius, teori bumi datar, bahkan sampai konspirasi sejarah soal peristiwa 9/11 2001," ujar perwakilan YouTube.

Kritik terus-menerus juga dilontarkan kepada YouTube karena tidak mengontrol konten ekstrimis seperti ini selama bertahun-tahun. Peneliti Zeynep Tufekci sampai-sampai menyebut YouTube sebagai "The Great Radicalizer."

Dalam tulisannya yang kami kutip dari The Verge (25/1), ia menjelaskan bahwa YouTube merekomendasikan dan mendisementasikan video-video tersebut secara konstan. Youtube mungkin salah satu instrumen radikalisasi terkuat di abad 21.

Secara teori, algoritma YouTube membuat sebuah fitur autoplay, tepat setelah satu video selesai diputar pengguna. Server YouTube lalu mengarahkan penonton ke video yang memiliki interaksi tinggi. Jadi video-video dengan jumlah view, komentar, dan share yang tinggi akan direkomendasikan YouTube. Sementara itu, banyak video-video, yang Youtube sebut sebagai "Borderline Content", termasuk ke dalam video berinteraksi tinggi ini.

Buzzfeed sempat mempublikasikan investigasi terbaru mengenai mesin rekomendasi yang digunakan YouTube. Ternyata pengguna yang menonton konten nonpartisan politik di Youtube, akan direkomendasikan kepada konten ekstrimis.

Ternyata 81 persen pengguna Youtube mengatakan, mereka menerima sugesti video yang ditawarkan mesin perekomendasian tersebut. Satu dari lima pengguna Youtube berusia 18-29 tahun menonton video rekomendasi itu secara reguler.

Tersisa satu pertanyaan kepada Youtube. Video seperti apakah yang nyaris melanggar batasan mereka. Youtube pun hanya menyarankan penggunan untuk membaca community guidelines mereka.

Mereka juga siap untuk menegakkan kebijakan baru. Dengan begitu, mereka akan mempercayakan mesin mereka kepada moderator manusia. Moderator inilah yang akan melatih sistem YouTube untuk mengenali konten-konten video yang melanggar batasan YouTube.

Vide berlabel "garis batas" itu nanti tidak akan terhapus dari platform Youtube. Pengguna yang subscribe kanal-kanal seperti itu asih tetap menontonnya. Kendati begitu, Yotube akan mengurangi rekomendasi terhadap video tersebut ke depannya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: