Kemenkominfo kebut penyediaan jaringan 4G di wilayah 3T

Kemenkominfo mempercepat penyediaan akses telekomunikasi dan internet 4G untuk kawasan terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

Kemenkominfo kebut penyediaan jaringan 4G di wilayah 3T (Foto: Cnews)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mempercepat penyediaan akses telekomunikasi dan internet 4G untuk kawasan terpencil, terluar, dan tertinggal (3T). Dengan begitu masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut akan lebih cepat merasakan jaringan 4G. 

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo, Anang Latif, mengatakan penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi  menjadi upaya penyediaan kapasitas satelit lebih awal, sembari menunggu konstruksi Proyek KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) Satelit Multifungsi. 


BACA JUGA

Apa itu proyek Palapa Ring?

Sempat tumbang, situs Kemenkominfo kembali pulih

Rusia uji coba putuskan koneksi internet di seluruh kota


"Sembari menunggu penyelesaian Satria (Satelit Indonesia Raya) yang ditargetkan selesai 2020, kita menyediakan akses internet cepat untuk kebutuhan layanan pendidikan, kesehatan dan pertahanan keamanan dengan kerja sama ini," kata Anang Latif.

Proses lelang penyediaan kapasitas Satelit Telekomunikasi yang selesai 16 Januari 2019 lalu, telah menghasilkan lima pemenang. Perusahaan pemenang lelang tersebut yakni PT Aplikanusa Lintasarta, PT Indo Pratama Teleglobal, Konsorsium Iforte HTS, PT Pasifik Satelit Nusantara, dan PT Telekomunikasi Indonesia. 

Penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi tersebut, dimanfaatkan untuk mendukung program Layanan Akses Internet (BAKTI Aksi) dan layanan backhaul BTS (BAKTI Sinyal). Anang menjelaskan, setiap pemenang lelang akan menyediakan kapasitas satelit sebesar 21 Gbps. Dengan penyediaan kapasitas itu, BAKTI optimis target merdeka sinyal bisa terwujud dengan cepat.

"Penyediaan kapasitas satelit ini turut memperhatikan Service Level Agreement (SLA) yang telah disepakati. Jika melihat karakteristik wilayah 3T yakni minimnya akses transportasi dan sumber daya listrik, kami optimistis dengan  penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi ini, Indonesia dapat merdeka sinyal dengan cepat," ujarnya. 

Untuk diketahui, pemerataan infrastruktur dan layanan telekomunikasi ke seluruh wilayah Indonesia tak luput dari tantangan. Anang saat ini kurang lebih 149.400 lokasi yang membutuhkan layanan internet cepat guna mendukung kebutuhan pendidikan, kesehatan, pemerintahan  daerah, pertahanan dan keamanan.

Sejak 2016, BAKTI Kemenkominfo telah melaksanakan program untuk membangun layanan telekomunikasi di wilayah 3T. Sebagian besar dari layanan Akses Internet ataupun layanan backhaul BTS sampai saat ini masih menggunakan sambungan  jaringan satelit. Pasalnya masih banyak daerah yang belum terjangkau oleh jaringan dengan teknologi terrestrial

Palapa Ring menjadi langkah awal yang diambil BAKTI Kemenkominfo untuk mewujudkan konektivitas nasional. Dengan adanya Palapa Ring, seluruh Kab/Kota di Indonesia akan terhubung jaringan  serat optik. Namun untuk daerah dengan tingkat lebih kecil seperti kecamatan, kelurahan, hingga tingkat desa belum sepenuhnya terlayani dengan program ini. 

Secara paralel, BAKTI bekerjasama dengan mitra penyedia VSAT untuk mendistribusikan kapasitas tersebut sebagai bagian ground segment-nya. Dengan skema ini, harapannya BAKTI mendapatkan efisiensi biaya sehingga dapat memberikan layanan telekomunikasi yang lebih masif. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: