Intel akan kesulitan produksi prosesor tahun ini

Intel dikabarkan mengalami kendala dalam memproduksi prosesor 14nm mereka, yang diperkirakan akan mempengaruhi penjualan laptop.

Intel akan kesulitan produksi prosesor tahun ini Intel (Pcgamesn)

Intel kembali menemukan tembok besar dalam memproduksi prosesor mereka. Meskipun baru-baru ini mereka baru menyandang titel pabrikan semikonduktor paling laku sepanjang 2018, namun saat ini mereka sedang mengalami masalah.

Dalam sebuah kabar terbaru, diketahui bahwa Intel mengalami kendala dalam memproduksi prosesor 14nm mereka. Hal ini membuat pasokan prosesor tersebut akan sangat terbatas sepanjang kuartal kedua 2019.


BACA JUGA

TSMC siapkan teknologi 3D chipset, siap diproduksi masal 2021

TSMC siapkan teknologi 3D chipset, siap diproduksi masal 2021

AMD siapkan Ryzen APU seri 3000


Laporan tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan pasokan CPU Intel diperkirakan akan menyusut antara 2 persen hingga 3 persen pada kuartal tersebut. Hal ini akhirnya akan menyebabkan kekurangan dua jajaran produk unggulan utama yang ditawarkan Intel.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa jajaran prosesor desktop dan server Intel dihantam oleh kendala pasokan 14nm. Intel pun kemudian memprioritaskan produksi komponen server yang lebih tinggi daripada CPU konsumen mainstream.

Wccftech (13/3/2019) melaporkan, ada juga laporan mengenai adanya beberapa kesalahan perhitungan oleh OEM dan vendor yang berbasis di Taiwan. Hal ini menyebabkan kesenjangan pasokan prosesor Intel lebih dari 10 persen pada kuartal keempat 2018.

Jajaran notebook pun dipengaruhi oleh kesenjangan pasokan antara 4 persen hingga 5 persen pada kuartal sebelumnya. Bahkan Apple diperkirakan juga dipengaruhi oleh kekurangan pasokan prosesor Intel, karena MacBook Pro terbaru mereka sangat bergantung pada salah satu jajaran prosesor yang terkena kekurangan tersebut.

Kekurangan dimulai pada Agustus 2018 dengan merek-merek utama termasuk Hewlett-Packard (HP), Dell, dan Lenovo semuanya mengalami kesenjangan pasokan prosesor Intel lebih dari 5 persen pada saat terburuknya.

Meskipun sebagian besar pengamat pasar awalnya percaya bahwa kekurangan akan secara bertahap mereda setelah vendor menyelesaikan persiapan inventaris mereka untuk liburan akhir tahun. Namun, pada akhirnya kesenjangan pasokan pada kuartal keempat tahun 2018 ternyata tetap pada tingkat yang sama. Bahkan, kesenjangan ini meningkat hingga di angka 10 persen.

Salah satu alasan utama kekurangan CPU ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan Chromebook yang sangat bergantung pada prosesor tingkat bawah, seperti Core i5, Core i3, Pentium, Atom, dan Celeron.

Yang paling parah adalah ketersediaan CPU Core i5. Hal ini dikarenakan prosesor tersebut merupakan ‘sweet spot’ bagi para pengguna laptop pemula dan juga Chromebook. 

Jika hal ini terus terjadi, maka yang paling diuntungkan adalah AMD. Mereka pun akan meraih pasar prosesor notebook pada kuartal kedua 2019. AMD akan melihat lompatan dari pangsa pasar notebook dari 9,8 persen menjadi lebih dari 18 persen pada kuartal mendatang.

Selain itu, penjualan prosesor desktop mereka juga bisa meningkat karena mereka juga akan memperkenalkan prosesor Ryzen seri 3000 pada Computex 2019 mendatang. Jadi, mereka juga sepertinya akan merebut pasar prosesor desktop.

Sementara itu, Intel telah melakukan normalisasi suplai pada 14nm sehingga kita dapat melihat mereka kembali beraksi selama 2H 2019. Mereka juga akan memindahkan beberapa jajaran notebook mereka ke Ice Lake 10nm pada musim liburan 2019 tetapi masih harus tetap melihat bagaimana Intel merencanakan jadwal produksi massal prosesor 10nm mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: