sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id advo
Rabu, 23 Des 2020 07:20 WIB

Ini kondisi kesehatan masyarakat Indonesia menurut Garmin

Tingkat stres pengguna smartwatch Garmin di Indonesia menjadi yang terendah ketiga dibanding negara lain di Asia. Data ini menurun dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

Ini kondisi kesehatan masyarakat Indonesia menurut Garmin
Source: Garmin

Garmin baru saja merilis data “kesehatan pengguna Garmin di Asia 2020” untuk pertama kalinya. Data ini mengintegrasikan data pengguna secara anonim melalui pemantauan kesehatan selama 24 jam. Melalui data ini, perusahaan tersebut mengamati aktivitas fisik pengguna di Asia untuk memberikan gambaran terkait kondisi kesehatan masyarakat selama pandemi.

1. Tingkat stres

Kehadiran pandemi Covid-19 dan pemberlakuan kebijakan PSBB oleh pemerintah memengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk membatasi aktivitas dan kegiatan masyarakat. Dengan kondisi ini, Garmin menganlisis tingkat stres masyarakat menggunakan data dari pengguna yang tercatat di aplikasi Garmin Connect dan menemukan fakta menarik.

Tingkat stres pengguna smartwatch Garmin di Indonesia menjadi yang terendah ketiga dibanding negara lain di Asia. Data ini menurun dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Dengan kata lain, pandemi dan PSBB tak lantas membuat tingkat stres masyarakat Indonesias menanjak, khususnya perempuan di Indonesia yang mencatat tingkat stres di bawah 20, menjadi yang terendah dibanding seluruh pengguna Garmin di negara Asia lainnya.

2. Pola tidur

Selama masa pandemi, Garmin menemukan fakta menarik lain perihal deep sleep atau fase tidur lelap. Ini adalah fase penting yang dibutuhkan manusia agar merasa segar ketika bangun tidur. Di Indonesia sendiri, data yang diperoleh oleh Garmin Connect menyatakan perempuan di Indonesia memiliki rata-rata deep sleep yang cukup baik dibanding di negara Asia lainnya, yaitu hampir 70 menit. Sedangkan laki-laki justru memiliki rata-rata deep sleep yang cukup rendah, yaitu di atas 50 menit.

Hal tersebut dapat dikaitkan dengan kemampuan mengelola stres laki-laki yang belum sebaik perempuan. Pasalnya, penelitian yang dilakukan oleh Bixler et al menyatakan secara umum perempuan memiliki waktu tidur yang lebih banyak dibanding laki-laki karena lebih mampu mengatasi pemicu stres yang berasal dari luar, di mana dapat menganggu proses tidur.

3. Intensitas aktivitas fisik

Sebagai smartwatch yang mendukung gaya hidup aktif, Garmin juga mengukur intensitas aktivitas fisik pengguna atau yang biasa disebut dengan Intensity Minutes. Data ini diperoleh saat smartwatch Garmin mendeteksi aktivitas fisik dengan intensitas tertentu yang berlangsung selama lebih dari 10 menit berdasarkan detak jantung pengguna, di mana data detak jantung kemudian diolah untuk mengevaluasi apakah pengguna sudah mencapai intensitas latihan mingguan, sesuai standar WHO.

Data yang diperoleh Garmin Connect di kawasan Asia menunjukkan intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Di Indonesia sendiri, intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki berada di urutan terendah dibanding pengguna laki-laki di Asia. Sedangkan pengguna perempuan di Indonesia menempati posisi keenam di Asia.

Share
×
tekid
back to top