sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
Kamis, 19 Nov 2020 09:58 WIB

Boss Ericsson tolak larangan Huawei di Swedia

Eksekutif teratas di perusahaan asal Swedia menentang larangan Huawei di negaranya. Ini dikarenakan akan merugikan persaingan.

Boss Ericsson tolak larangan Huawei di Swedia

Saat ini Huawei masih mengalami masa-masa sulit. Meski demikian salah satu perusahaan teknologi asal Tiongkok ini mungkin telah menemukan ‘kawan’ yang tidak biasa dalam diri CEO Ericsson, yang merupakan salah satu pesaing utamanya dalam bisnis jaringan dan telekomunikasi.

Borje Ekholm, eksekutif teratas di perusahaan asal Swedia tersebut telah menentang larangan Huawei di negaranya. Berbicara kepada Financial Times, dirinya mengatakan keputusan itu akan merugikan persaingan.

“Saya termasuk dalam kategori yang percaya bahwa persaingan membuat kami bertahan lebih lama, menjadi perusahaan yang lebih baik. Ini mungkin menyakitkan dalam jangka pendek tetapi jangka panjang itu mendorong kami untuk lebih inovatif dan membuat produk yang lebih baik untuk pelanggan kami,” kata Ekholm.

Dilansir dari Gizmohina (19/11), Swedia mengumumkan larangan Huawei bulan lalu setelah mendapat saran dari angkatan bersenjata dan pasukan keamanan mereka; menyatakan alasannya karena “pengumpulan intelijen ekstensif dan pencurian teknologi.

Larangan itu berarti bahwa operator Swedia tidak dapat menggunakan teknologi dan produk dari Huawei (dan ZTE) untuk jaringan 5G mereka. Perusahaan itu juga diberi waktu hingga 2025 untuk menghapus teknologi Huawei dan ZTE dari infrastruktur yang ada. Huawei mengajukan banding atas larangan tersebut dan dikatakan telah menyebabkan penundaan spektrum 5G Swedia yang dijadwalkan pada November.

CEO Ericsson juga mengungkapkan telah berkolaborasi dengan Huawei dalam standar industri meskipun mereka adalah musuh bebuyutan. Laporan Financial Times juga mengatakan bahwa Ericsson mungkin melindungi bisnisnya di negara asal Huawei di Tiongkok di mana mereka telah memenangkan beberapa kesempatan.

Ekholm juga memperingatkan bahwa fokusnya adalah pada peluncuran cakupan 5G sesegera mungkin sehingga Eropa tidak mengejar ketinggalan seperti yang terjadi dalam kasus 4G, di mana Tiongkok dan Amerika Serikat meluncurkan 4G tercepat yang menyebabkan mereka menjadi pemain utama dalam penerapan jaringan tersebut.

Share
×
tekid
back to top