sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
Minggu, 17 Jun 2018 07:00 WIB

Asus ROG Strix Wireless: Waspada dari segala penjuru

Headset gaming ini menggunakan sistem nirkabel yang menghadirkan kebebasan ketika bermain gim. Tidak ketinggalan pula efek tata suara 7.1 channel. Berikut ulasannya.

 Asus ROG Strix Wireless: Waspada dari segala penjuru

Dari namanya saja, sudah ketahuan jika Asus ROG Strix Wireless merupakan headset gaming nirkabel. Menggunakan teknologi nirkabel berfrekuensi 2,4 GHz via desain dual antena, headset ini menghadirkan performa suara nirkabel lancar tanpa gangguan delay. Mengingat headset ini berbasis teknologi nirkabel, sudah pasti Asus membekali baterai pada ROG Strix Wireless. Baterai yang digunakan memiliki kapasitas 900 mAh yang mampu bertahan hingga 10 jam pemakaian.

Desain gahar

Seperti kebanyakan headset gaming, ROG Strix Wireless dibuat dengan tampilan sangar beserta ear cup berbentuk over ear demi menghadirkan efek suara 7.1 channel yang optimal. Ear cup tersebut dilengkapi dengan bahan lembut sehingga terasa nyaman saat dikenakan. Sayangnya, bahan ear cup milik ROG Strix Wireless tidak bersifat menyerap ketingan sehingga saya sarankan agar bermain gim menggunakan headset ini di ruangan yang tidak terlalu panas. Terlepas dari bahan yang tidak menyerap keringat, headset gaming dari Asus ini tidak terlalu terasa sakit di telinga.

Head band yang digunakan pada headset gaming ini memiliki material plastik. Meski demikian, bahan plastik yang digunakan tidak ringkih alias kokoh dan relatif elastis untuk bertengger di kepala. Unit masing-masing unit driver dapat diputar hingga 90 derajat yang berguna untuk memberikan kenyamanan pada setiap ukuran kepala pengguna. Selain itu, unit driver juga dapat digerakkan sedikit secara vertikal yang tidak lain dan tidak bukan untuk kenyamanan selama digunakan.

Sayangnya, Asus tidak mendesain headband ROG Strix Wireless dengan sistem yang dapat dipanjang atau dipendekkan. Sebagai gantinya, Asus melengkapinya dengan mekanisme dengan mekanisme karet di bawah head band plastik agar ROG Strix Wireless dapat terasa nyaman di seluruh ukuran kepala. Dengan kata lain, Asus melengkapi ROG Strix Wireless dengan dua head band. Selain material karet, head band kedua dari headset gaming ini dilengkapi dengan bahan mirip kulit yang di dalamnya dilengkapi dengan busa. Lantaran head band kedua bersentuhan langsung dengan kepala, jadi bahan busa tersebut sangat mambantu akan menghadirkan kenyamanan.

Oiya, awalnya saya kebingungan untuk melihat bagian sisi kiri dan kanan dari headset tersebut. Ternyata, tanda kiri dan kanan tercetak di balik head band, tepat di atas unit driver. Berbicara unit driver, ia dirancang sedemikan rupa dengan akses berwarna oranye mirip dengan logo ciri khas ROG Strix. Pada unit driver kanan, Anda tidak akan melihat tombol apapun kecuali tulisan “Republic Of Gamers”. Nah, barulah pada unit driver sebelah kiri terdapat 4 tombol: volume (+), mute mikrofon, volume (-), dan tombol daya.

Pada keempat tombol tersebut, saya merasa heran mengapa Asus merancang tombol volume (+) tidak bersampingan dengan tombol volume (-) layaknya di kebanyakan perangkat audio untuk pengoperasian akses lebih mudah. Namun, mengingat tombol mute mikrofon dapat diakses dengan cara digeser (tidak dengan cara akses tekan seperti tiga tombol lainnya), saya tidak mengalami kesulitan atau salah menekan tombol ketika ingin mengakses volume (+) ataupun volume (-) tanpa melihatnya.

Berbicara tentang mikrofon, ROG Strix Wireless hadir dengan mikrofon yang dapat dilepas yang menghadirkan kepraktisan tambahan. Koneksi antara headset dan mikrofon menggunakan jack 3,5 mm berlapis emas. Sedangkan port untuk mikrofon berada di sisi bawah unit driver sebelah kiri, yang berjejer rapi dengan port micro USB sebagai pengisian baterai, dan port audio 3,5 mm yang berfungsi jika Anda ingin menghubungkan ke perangkat lain seperti smartphone atau konsol menggunakan kabel. Mikrofon yang dihadirkan bersama headset gaming ini dilengkapi dengan bahan fleksibel berlapis karet yang memungkinkannya diatur agar penggunaan yang lebih optimal.

Performa

Seperti yang saya singgung sebelumnya, headset gaming ini mengandalkan teknologi nirkabel berbasis frekuensi 2,4 GHz eksklusif. Artinya, berbeda dengan headset nirkabel yang mengandalkan koneksi Bluetooth, ROG Strix Wireless dilengkapi dengan dongle yang berfungsi untuk mentransmisikan sinyal ke headset. Dongle tersebut dilengkapi dengan antarmuka port USB yang dapat dicolokkan ke PC atau laptop gaming.

Cara penggunaannya juga terbilang mudah. Cukup colokkan dongle adapter nirkabel ke port USB PC atau laptop. Kemudian, tekan dan tahan tombol yang ada di dongle nirkabel hingga lampu LED pada dongle berkedip cepat. Selanjutnya, pada headset ROG Strix Wireless, tekan dan tahan tombol daya hingga lampu LED pada headset berkedip cepat juga. Setelah proses tersebut, baik lampu LED pada dongle nirkabel dan headset akan menyala stabil tanpa berkedip. Ini mengartikan bahwa koneksi antara dongle dan headset sudah saling berkomunikasi alias siap digunakan.

Koneksi yang dihadirkan sangat stabil. Selama menggunakannya, saya tidak mengalami suara yang tersendat-sendat meski saya menggunakannya sambil berjalan-jalan di sekitar laptop yang terhubung. Ketika saya sudah terlalu jauh dari laptop, musik yang saya dengarkan terhenti yang mengartikan bahwa koneksi antara dongle dan headset terputus. Untungnya, setelah saya berada di area cakupan nirkabel headset, musik yang saya dengarkan kembali mengalun tanpa harus melakukan pairing kembali.

Saya menguji headset Asus ROG Strix Wireless dengan bermain gim Tomb Raider (2013). Suara yang dihasilkan headset gaming ini terdengar alami. Selain itu, separasi efek surround 7.1 channel terdengar dengan baik. Suara gemericik air ketika Lara Croft melewati gua dengan terdengar mendekati aslinya. Suara ledakan ketika saya berusaha keluar dari goa juga terdengar sangat baik lantaran menghadirkan tingkat sound stage yang apik. Berkat separasi efek yang baik, saya dapat menentukan suara arah datangnya lawan dengan baik dan langsung bertindak.

Selain memainkan gim Tomb Raider, saya juga memainkan gim The Division (2016). Di sini, saya mendengar perintah di dalam gim dengan jelas sehingga saya mengetahui dengan pasti apa tujuan dari setiap adegam di dalam gim. Dentuman suara tembakan dari karakter yang saya mainkan terdengar baik. Selain itu, saya juga dapat menentukan suara tembakan lawan sehingga sempat berlari ke arah sebaliknya untuk berlindung. Suara helikopter di atas juga dapat disodorkan dengan cukup baik namun tidak terlalu istimewa.

Selain bermain gim, saja juga mengujinya dengan mendengarkan musik. Menggunakan aplikasi Spotify, saya mendengarkan lagu “Shake it Off” milik Taylor Swift. Pada lagu tersebut, suara vokal terdengar natural namun agak mendominasi suara frekuensi tinggi. Separasi suara stereo yang dihasilkan terdengar terdengar bagus. Untuk frekuensi rendah, bass terdengar bagus dengan dapat menjaga agar tidak mendominasi suara vokal. Namun setelah saya beralih ke lagu berjudul “Salute” yang dinyanyikan oleh Little Mix, ROG Strix Wireless kurang mampu menangani suara bass dengan benar lantaran saya mendengar suara distorsi dari awal intro dengan suara volume 60 persen. Terlepas dari hal tersebut, perlu diingat bahwa headset Asus ROG Strix Wireless adalah khusus digunakan untuk bermain gim, bukan mendengarkan lagu.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, headset gaming Asus ROG Strix mampu menghadirkan suara saat bermain gim dengan baik. Selain itu, tata suara surround 7.1 channel yang dihasilkannya menjadikan pengalaman bermain gim menjadi lebih asik terlebih ketika Anda menggunakannya bermain gim perang sehingga dapat lebih waspada dengan arah datangnya bahaya atau yang lainnya. Mengingat ini headset khusus bermain gim, dapat saya katakan ROG Strix Wireless masih mumpuni ketika dipakai untuk bermain gim. Selain itu, teknologi nirkabel memungkinkannya pengguna bermain gim lebih leluasa tanpa gangguan untaian kabel. Anda tertarik memilikinya? Siapkan kocek Rp 1.740.000.

 
Asus ROG Strix Wireless
Bagus ...
  • Efek tata suara 7.1 channel bagus
  • Akses tombol mudah
  • Performa nirkabel stabil
Kurang ...
  • Ear cup agak menyebabkan berkeringat
  • Suara frekuensi rendah harusnya lebih baik
Tag
Share
×
tekid
back to top