Acer Asia Pacific Predator League 2019, turnamen game kelas dunia resmi digelar

Asia Pacific Predator League 2019 adalah turnamen game kelas dunia terbesar di Asia Pasifik yang melibatkan 14 negara.

Acer Asia Pacific Predator League 2019, turnamen game kelas dunia resmi digelar

Hari ini (30/10), Acer mengumumkan akan kembali menyelenggarakan kompetisi eSport terbesar di Asia Pasifik, Asia Pacific Predator League 2019. Peningkatan yang signifikan dalam acara tersebut adalah jumlah partisipannya yang kini dimeriahkan oleh 14 negara. Sebelumnya ajang ini diikuti oleh 8 negara.

Menurut Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbert Ang, saat ditemui di Jakarta, “Hari ini kita kembali ke acara yang sangat istimewa. Pada awal tahun ini, kami sudah mengadakan Acer Predator League 2018 dengan sukses. Berlatar belakang demikian, sekarang kami akan mengadakan Acer Predator League 2019 dengan membawakan gim DOTA 2 dan Player Unkown’s battleground (PUBG),” katanya.


BACA JUGA

Ada GPU kelas desktop di laptop gaming Acer terbaru

Asia Pacific Predator League 2019, mencari tim terbaik dari Indonesia

Menjajal Predator Thronos, kursi gaming sultan seharga mobil


Acer menginformasikan, alasan mereka mempertandingkan kedua gim tersebut adalah, lantaran DOTA2 dan PUBG adalah beberapa contoh gim yang saat ini paling digandrungi oleh para gamer, termasuk atlet eSport. Di Indonesia, tahap kualifikasi akan berlangsung sekitar dua bulan lamanya. Mulai November 2018 babak kualifikasi berlangsung di 16 iCafe, yang tersebar di 14 kota di Indonesia. Beberapa di antaranya bertempat di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat. Tahun ini, babak Grand Final Asia Pasifik akan diadakan di Bangkok, pada Februari 2019 mendatang.

Herbert mengakui acara eSport tersebut meningkatan kesadaran akan merek Predator secara signifikan. Meski demikian, dirinya mengatakan bahwa Asia Pasific Acer Predator League 2019 diadakan bukan semata-mata untuk bisnis.

“Yang pasti acara tahun lalu itu sangat sukses. Awarness terhadap brand Predator menjadi sangat tinggi, meningkat hingga 900 persen. Mengingat adanya kompetisi eSport ini, bukan untuk bisnis. Tetapi mendukung eSport Indonesia dan mendukung talenta dari sisi gaming,” kata Herbert.

Berdasarkan wilayah, Asia Pasifik masih merupakan pasar gim terbesar dengan pendapatan mencapai USD71,4 miliar (Rp1.000 triliun) pada 2018. Dengan potensi pasar seperti Indonesia dan India, Asia Pasifik adalah rumah bagi pasar gim yang tumbuh paling cepat secara global. Dengan pertumbuhan signifikan ini, Acer melihat potensi yang besar untuk mengakselerasi kemajuan industri gim, melalui turnamen sebagai platform untuk menyasar bakat para gamer, tentunya didukung oleh perangkat gim terbaik dari Predator.

President of Indonesia eSports Association (IeSPA), Eddy Lim, bersukur dengan kegiatan ini. “Banyak perusahaan IT dan non-IT yang merambah industri gaming. Salah satunya adalah Asia Pasific Acer League 2019. Kami sangat mendukung acara tersebut, karena dapat muncul talenta-telenta Indonesia baru. Dukungan pemerintah Indonesia juga sangat baik untuk perkembangan eSport Tanah Air,” katanya.

Pada gelaran Asia Pacific League 2019, Acer menggelontorkan total hadiah sebesar USD400.000 atau sekitar Rp6 miliar! Apa kamu siap bertanding?

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: