sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id samsung
Minggu, 05 Apr 2020 10:09 WIB

Resident Evil 3 Remake, nostalgia yang menyeramkan

Capcom berhasil memaksimalkan RE Engine mereka untuk menawarkan pengalaman bermain Resident Evil 3 Remake yang immersive dan benar-benar menakutkan, yang membangunkan nostalgia menyeramkan yang saya dapat dari gim originalnya.

Resident Evil 3 Remake, nostalgia yang menyeramkan
Resident Evil 3 Remak

Saya ingat pertama kali bagaimana video gim dapat membuat saya trauma untuk memainkan gim. Kala itu, saya yang baru duduk di kelas 2 sekolah dasar mendapatkan hadiah ulang tahun berupa konsol PlayStation.

Selama dua bulan pertama, saya selalu memainkan game Gran Turismo tanpa henti. Tapi, selain gim tersebut, ada satu gim yang sangat membuat saya tertarik, di tengah tumpukan gim lainnya. Gim tersebut adalah Resident Evil 3 : Nemesis.

Awalnya, saya tertarik memainkan gim ini setelah membaca majalah Hot Game. Mereka menjelaskan bahwa gim tersebut merupakan salah satu gim yang cukup menyeramkan. Hal tersebut membuat saya tertantang untuk memainkannya.

Satu jam pertama saya memainkan gim tersebut, tidak terasa menakutkan, bahkan seru. Teka-teki yang ada cukup mudah dan menantang. Tak terasa, kala itu saya bermain hingga pukul 9. Keadaan gelap ditambah saya sendiri menyadarkan saya akan kengerian gim tersebut.

Pada akhirnya, pada saat saya harus melawan Nemesis. Yang paling membuat saya takut adalah pada saat perkenalan dari karakter Nemenis sendiri. Saking kagetnya, saya harus melempar stik dan merusaknya. Saya tidak berani menyentuh konsol tersebut selama satu bulan.

11 tahun kemudian, Capcom merilis versi remake dari gim yang membuat saya ketakutan setengah mati. Saya memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk tidak takut untuk menyelesaikan gim tersebut untuk pertama kalinya.

Pertama kali saya membuka gim ini, rasa nostalgia langsung menyergap diri saya. Saya memutuskan untuk memainkan gim tersebut di malam hari, dengan lampu yang dimatikan, dan menggunakan headset.

Grafik dari gim ini bisa dibilang cukup dapat bersaing dengan gim lainnya. Oh iya, saya menggunakan komputer testbed tim Tek.id, yang menggunakan CPU AMD Ryzen 5 3500 dan Radeon RX 5500 XT. Dengan konfigurasi ini, saya tidak pernah mendapatkan FPS di bawah 60 FPS.

Yang membedakan saat saya memainkan gim tersebut 11 tahun lalu dan saat ini adalah pengalaman immersive yang ditawarkan oleh gim tersebut. Kala itu, saya mendengarkan suara dari TV, yang berjarak sekitar 2 meter dari tempat duduk saya. Suara efek pun tidak terlalu terasa.

Namun, saat ini, seperti yang sudah saya sebut, saya menggunakan headset. Jadi, saya mengharapkan jumpscare tidak hanya secara visual saja, namun juga secara audio. Dan benar saja, saya sangat menikmatinya.

Pertama kali masuk ke dalam gim, saya kembali mengendalikan karakter bernama Jill Valentine yang merupakan mantan anggota Special Tactics And Rescue Service (S.T.A.R.S.). Visual yang ditawarkan oleh gim ini pun sangat memukau. Terlihat sekali peningkatan grafis jika dibandingkan dengan 11 tahun lalu.

Saat pertama masuk ke dalam gim, saya harus langsung berhadapan dengan Nemesis. Gamer diharuskan meloloskan diri darinya tersebut secepat mungkin. Namun, kita dapat kabur dengan mudah karena memang sudah diatur seperti itu.

Kita juga akan mendapatkan bala bantuan dari Umbrella Biohazard Countermeasure Service (U.B.C.S.) untuk menyelamatkan Racoon City dari kepungan Zombie. Sebenarnya, jalan cerita dari gim ini sama persis dengan gim originalnya, dengan penambahan fitur dan side quest baru.

Puzzle yang ada di dalam gim juga cukup menantang. Kita harus tetap mengawasi lingkungan untuk dapat memecahkan puzzle, untuk mendapatkan barang tersembunyi yang dapat digunakan untuk mengalahkan gim tersebut.

Capcom juga harus mendapatkan banyak pujian untuk gim yang satu ini. Mereka berhasil memaksimalkan potensi game engine mereka, yakni RE Engine mereka karena tampilan dari gim ini sangat memukau.

Detail yang ditawarkan pun sangat mengagumkan, sehingga saya dapat merasakan kengerian yang diinginkan oleh pencipta gim di dalam Resident Evil 3 Remake ini. Dan saya dapat katakan bahwa gim ini membuat saya merasakan nostalgia yang menyeramkan. Untuk kali ini, saya yakin akan menyelesaikan gim ini hingga tamat.

Share
×
tekid
back to top