eSport, bukan industri main-main

Banyak orang yang menganggap eSport sebagai ajang pembenaran anak untuk bermain gim seharian. Padahal, industri eSport saat ini sudah sangat menggiurkan.

eSport, bukan industri main-main Ilustrasi Industri eSport (Pixabay)

Selain menggaet sponsor, ada satu lagi cara yang bisa dilakukan oleh para tim eSport untuk mendapatkan pendanaan untuk operasional mereka, yakni melalui jalur Venture Capital (VC).

Saat ini, VC sudah mulai tertarik untuk menggelontorkan dana untuk tim eSport. Salah satunya adalah Agaeti Venture Capital. Mereka merupakan VC yang mendanai Onic.

“Kenapa kita tertarik ke eSport? Kita selalu melihat sesuatu itu 5 sampai 7 tahun ke depan. Kita melihat apakah sesuatu akan tetap berdampak di waktu tersebut. Sekarang, kita lihat eSport sudah sama seperti startup. Sudah bisa mulai diterawang,” kata salah satu petinggi Agaeti, Carey Ticoalu.

Dia mengatakan, selama melakukan riset, mereka melihat adanya peningkatan pendapatan industri eSport selama beberapa tahun terakhir. Sudah mulai banyak yang sadar akan kehadiran industri tersebut serta potensinya.

“Kita lihat ya selama 3 tahun terakhir interest masyarakat sudah berkembang sebesar 15 persen. Jika kita melihat 5 sampai 7 tahun lagi, anak-anak yang berusia 10 tahun sudah akan mulai menjadi pemain profesional,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan, mungkin saat ini orang menganggap bermain gim itu hanya sekedar hobi saja. Tapi, dia menegaskan bahwa hal tersebut sama seperti olahraga pada umumnya.

“Mungkin saat ini mereka hanya sekedar hobi. Tapi sama seperti olahraga konvensional lain, seperti basket, sepak bola, dan lainnya, diawali dari hobi bisa menjadi atlet profesional,” tegasnya.

Belum lagi, dia melihat bahwa saat ini, anak-anak kemungkinan besar akan mendapatkan perangkat mobile, baik smartphone atau tablet sebagai perangkat permainan pertama mereka. Mengejutkan bukan?

Hal lain yang bisa dilakukan oleh tim eSport adalah dengan berjualan merchandise. Salah satu tim yang sudah melakukan hal tersebut adalah Evos. Mereka baru saja meluncurkan sebuah toko merchandise khusus tim mereka di daerah Jakarta Selatan.

Bagi tim eSport lain, hal tersebut mungkin bukan pilihan yang konkrit karena mereka harus menggelontorkan modal yang besar. Tapi, tak menutup kemungkinan ke depannya tim lain akan melakukan hal yang sama.

Selanjutnya : Berapa penghasilan atlet eSport? >>>

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: