eSport, bukan industri main-main

Banyak orang yang menganggap eSport sebagai ajang pembenaran anak untuk bermain gim seharian. Padahal, industri eSport saat ini sudah sangat menggiurkan.

eSport, bukan industri main-main Ilustrasi Industri eSport (Pixabay)

Satu pertanyaan terakhir yang banyak ditanyakan oleh masyarakat. Mereka menganggap, para atlet eSport kerjaannya hanya duduk dan main gim seharian. Dan hal tersebut tidak sehat.

Ternyata, anggapan tersebut sangat tidak akurat. Sama seperti atlet olahraga konvensional, para atlet eSport memiliki banyak jadwal untuk melakukan aktivitas fisik. Pasalnya mereka akan berlatih bermain gim selama enam jam sehari.

“Kami punya jadwal yang ketat. Dari pagi jam 9 mereka olahraga selama dua jam. Kita panggil trainer ke game House,” Kata Chandra.

. “Setiap orang memiliki target berbeda. Ada yang mengurangi berat badan, ada yang menjaga kebugaran, dan lainnya.”

Para atlet eSport ini juga memiliki jadwal tidur yang sangat ketat. Istirahat ini adalah salah satu hal paling penting untuk menjaga konsentrasi para atlet.

Tak sampai di situ saja, mereka juga sampai menjaga gizi para atletnya. Mereka bahkan memiliki tim nutrisionis sendiri untuk para atlet mereka. “Dari pagi sampai malam itu kita tanggung (makan). Kita pakai tim nutrisionis karena setiap anak kebutuhannya berbeda-beda.”

Mereka juga memberikan asuransi kesehatan bagi para atlet. Jadi jika mereka sampai sakit, mereka dapat berobat tanpa harus ada rasa khawatir.

So, dari fakta-fakta di atas, menurut saya industri eSport bukan sekedar membiarkan anak-anak bermain gim seharian. Para manajer tim eSport menempatkan para atlet eSport seperti atlet olahraga profesional lainnya.

Mereka juga mendapatkan gaji dari usaha mereka, selain tentunya mendapatkan uang hadiah senilai miliaran rupiah. Tak ketinggalan, para manajer tim eSport pun memperhatikan pendidikan serta kesehatan para atlet mereka. Bahkan, mempersiapkan masa depan para atlet mereka setelah pensiun pun menjadi salah satu hal yang sangat diperhitungkan.

So, masih menganggap industri eSport hanya sekedar industri main-main saja?

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: