sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
Senin, 23 Nov 2020 15:37 WIB

NASA dan ESA luncurkan satelit baru untuk pantau ketinggian air laut

Satelit dilengkapi dengan Advanced Microwave Radiomater (AMR-C) dan altimeter, yang akan memungkinkan para peneliti untuk mengamati laut yang lebih kecil dan lebih kompleks di sepanjang garis pantai.

NASA dan ESA luncurkan satelit baru untuk pantau ketinggian air laut
Source: NASA via New Atlas

Dengan suhu bumi yang terus memanas dan permukaan laut terus naik, NASA dan ESA memperhatikan perubahan iklim dan konsekuensinya satu dekade ke depan dengan meluncurkan satelit baru untuk mengamati lautan dari orbit. Satelit Sentinel-6 Michael Freilich telah diluncurkan ke luar angkasa, dan akan menghabiskan tahun-tahun mendatang memantau permukaan laut global dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sentinel-6 Michael Freilich mengikuti jejak satelit TOPEX / Poseidon dan Jason, yang telah mengumpulkan data di lautan sejak 1992. Wahana ruang angkasa ini telah membantu para ilmuwan melacak laju kenaikan permukaan laut saat planet memanas, tetapi sekarang NASA dan ESA mendorong kapabilitas tersebut ke era baru.

Dilansir dari New Atlas (23/11), satelit yang baru meluncur itu memiliki ukuran sekitar truk pikap kecil dan dirancang untuk mengumpulkan data paling akurat mengenai permukaan laut dan bagaimana mereka dipengaruhi oleh pemanasan global. Dengan mengirimkan sinyal elektromagnet ke laut dan mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memantul kembali, satelit akan mengukur permukaan laut hingga akurasi 1 cm untuk 90 % lautan di dunia.

Satelit juga dilengkapi dengan Advanced Microwave Radiomater (AMR-C) dan altimeter, yang akan memungkinkan para peneliti untuk mengamati fitur laut yang lebih kecil dan lebih kompleks di sepanjang garis pantai, bersama dengan variasi yang lebih kecil pada permukaan laut yang lebih dekat ke pantai sehingga dapat mempengaruhi navigasi kapal dan penangkapan ikan. Selain itu, daya yang dikumpulkan oleh Sentinel-6 Michael Freilich diharapkan dapat membantu meningkatkan prakiraan cuaca.

“Data dari satelit ini, yang sangat penting untuk pemantauan iklim dan prakiraan cuaca, akan memiliki akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data ini akan membawa banyak manfaat bagi orang-orang di seluruh dunia, mulai dari perjalanan laut yang lebih aman hingga prediksi jalur badai yang lebih tepat, dari pemahaman yang lebih baik tentang kenaikan permukaan laut hingga musiman yang lebih akurat,” kata Direktur Jenderal Organisasi Eropa untuk Eksploitasi Satelit Meteorologi, Alain Ratier.

Sentinel-6 Michael Freilich diluncurkan ke luar angkasa pada Sabtu (21/11) di atas roket SpaceX Falcon 9, dan akan menghabiskan beberapa bulan pertamanya menjalani pengujian dan kalibrasi. Setelah mencapai orbit operasionalnya sejauh 1.336 km, ia akan mengikuti satelit Jason-3 sekitar 30 detik, dengan para peneliti menghabiskan 1 tahun kalibrasi silang data dari 2 satelit tersebut untuk memastikan penyerahan yang mulus dan pengamatan berkelanjutan terhadap permukaan laut.

Share
×
tekid
back to top