sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
Rabu, 03 Nov 2021 10:04 WIB

Ilmuwan Inggris berhasil kembangkan energi listrik dari urine

Solusi tersebut mampu menghasilkan 300 watt-jam listrik selama festival lima hari yang akan menyalakan satu bola lampu 1 watt selama 300 jam.

Ilmuwan Inggris berhasil kembangkan energi listrik dari urine
Source: Pixabay

Dorongan untuk mengembangkan solusi energi terbarukan telah mengalami peningkatan adopsi rumah bertenaga surya, mobil bertenaga baterai, dan banyak lagi. Kita mungkin akan segera melihat bentuk baru pembangkit energi dari limbah karena para ilmuwan di Inggris telah meluncurkan sel bahan bakar energi bersih baru yang mampu mengubah kotoran manusia menjadi listrik.

Solusi baru ini dikembangkan oleh tim peneliti di Bristol BioEnergy Centre. Proyek tersebut dikenal sebagai “pee power” dan pertama kali ditujukan oleh perusahaan itu di festival Glastonbury sekitar dua tahun lalu. Perusahaan berharap untuk membuat kemajuan pada proyek yang akan memungkinkan penyebaran ke seluruh rumah tangga suatu hari nanti.

Pada festival Glastonbury tahun 2019, para ilmuwan itu mampu membuktikan bahwa urin dapat menghasilkan pasokan listrik yang stabil dengan watt rendah. Energi yang dihasilkan kemudian dapat digunakan untuk menyalakan bola lampu, ponsel, dan robot. Direktur Bristol BioEnergy Centre, Dr Ioannis Ieropoulos menjelaskan bahwa solusi tersebut mampu menghasilkan 300 watt-jam listrik selama festival lima hari yang akan menyalakan satu bola lampu 1 watt selama 300 jam, atau 10 bola lampu selama 30 jam.

Dilansir dari Gizmochina (3/11), solusi pembangkit listrik baru ini menyebarkan apa yang disebut perusahaan sebagai sel bahan bakar mikroba. Ini termasuk beberapa blok yang terlihat seperti baterai tetapi diisi dengan koloni mikroba. Mikroba itu memakan bahan organik yang kemudian dipecah menjadi energi kimia dan pada akhirnya menghasilkan listrik dan air limbah yang bersih.

Salah satu tantangan yang dihadapi tim saat ini adalah bagaimana memperkecil ukuran sel bahan bakar sehingga dapat ditempatkan di dalam batu bata dan diintegrasikan dengan dinding rumah.

Share
×
tekid
back to top