Truk hibrida ini dapat berubah ke mode listrik ketika di dalam kota

Cara tersebut tidak lepas dari teknologi geofencing, yang mampu mengubah truk ke mode listrik sepenuhnya di batas yang telah ditentukan untuk kota dan zona bebas emisi.

Truk hibrida ini dapat berubah ke mode listrik ketika di dalam kota Source: Tevva via Engadget

Perusahaan ekspedisi asal Amerika Serikat, UPS, dikabarkan baru saja meluncurkan truk listrik hibrida. Selain mampu menghadirkan jarak tempuh yang lebih panjang, kendaraan ini secara otomatis dapat beralih ke mode tenaga listrik sepenuhnya di kota-kota dan zona udara bersih di Inggris.

Dilansir dari Engadget (4/9), truk yang diproduksi oleh perusahaan startup Tevva tersebut akan memiliki kapasitas kargo yang sama dengan truk diesel seukurannya. Kata UPS dan Tevva, tujuannya adalah untuk bersiap-siap menyambut undang-undang “Net Zero” yang ketat di Inggris yang akan sepenuhnya mengurangi emisi CO2 pada tahun 2050.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Toyota desain ulang Mirai demi saingi Tesla

Boeing dan Porsche kembangkan mobil listrik terbang

Dyson tidak jadi bikin mobil listrik


Sebagian besar kendaraan listrik berbobot delapan ton hanya dapat melaju sekitar 100 km, yang seringkali tidak cukup jauh dari depot pengiriman pinggiran kota ke pusat kota dan kembali lagi ke depot. Namun, hibrida diesel elektrik Tevva terbaru memiliki jangkauan gabungan yang lebih jauh hingga 400 km.

Cara tersebut tidak lepas dari teknologi geofencing, yang mampu mengubah truk ke mode listrik sepenuhnya di batas yang telah ditentukan untuk kota dan zona bebas emisi. Ketika truk meninggalkan zona-zona itu dan mulai masuk ke jalan raya, sistem otomatis mengaktifkan motor diesel kecil yang efisien untuk mengisi ulang.

UPS memang salah satu perusahaan yang serius menghadirkan teknologi mutakhir untuk truk yang digunakannya. Belum lama ini perusahaan tersebut juga mengklaim telah menghabiskan beberapa bulan terakhir menguji truk otonom di sepanjang jalan raya Arizona dan dikabarkan sudah berinvestasi saham dalam perusahaan startup kendaraan otonom bernama TuSimple.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: