Tesla beli startup AI demi sistem mobil otonom mutakhir

Integrasi tim DeepScale akan membantu staf visi komputer Tesla dan departemen deep learning dalam lingkungan perekrutan yang sangat kompetitif di bidangnya saat ini.

Tesla beli startup AI demi sistem mobil otonom mutakhir

Belum lama ini Tesla mengakuisisi perusahaan rintisan (startup) kecerdasan buatan (artificial-intelligence/AI) yang disebut dengan DeepScale demi membantu mengembangkan teknologi sentir otonom (self-driving) mereka dan mencapai tujuan membangun armada robotaxi raksasa. CNBC melaporkan, startup DeepScale berfokus penuh pada “Deep Neural Network (DNN).”

Selanjutnya, publikasi mengatakan bahwa dua sumber tambahan mengonformasi bahwa DeepScale diakuisisi oleh Tesla dan tim kecilnya akan bergabung dengan pabrikan mobill tersebut. Rincian kesepakatan itu tidak diketahui, tetapi perusahaan baru-baru ini mengumpulkan putaran pendanaan seri A senilai USD15 juta.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Hubungan Tesla-Panasonic dalam hal baterai hadapi masa sulit

Tesla semakin yakin untuk produksi baterai sendiri

Tesla klaim berhasil kirim 97.000 mobil listrik di kuartal ketiga


DeepScale dikenal telah mengembangkan software AI visi komputer untuk kendaraan yang disebut Carver21. “Carver 21 dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan kebutuhan persepsi Anda apakah mengaktifkan fitur keselamatan atau menghadirkan fungsi mengemudi otonom,” kata DeepScale.

Mereka memiliki spesialisasi dalam komputasi sistem deep learning berefisiensi daya tinggi, yang juga merupakan area fokus bagi Tesla yang memutuskan untuk merancang chip komputer sendiri agar dapat menjalankan software kendaraan otonom mereka.

Dilansir dari Electrek (5/10), integrasi tim DeepScale akan membantu staf visi komputer Tesla dan departemen deep learning dalam lingkungan perekrutan yang sangat kompetitif di bidangnya saat ini. Tesla secara historis memiliki banyak keberhasilan dalam menarik bakat AI teratas.

Selama beberapa tahun terakhir, Tesla telah kehilangan banyak eksekutif dan insinyur Autopilot atas perusahaan seperti Nvidia, GM Cruise, Google, Lyft dan banyak lagi. Tim baru, termasuk Iandola yang memiliki gelar PhD dalam bidang teknik dan ilmu komputer di UC Berkeley, akan meningkatkan tenaga Tesla dalam hal AI.

Saat ini Tesla mencoba untuk memasarkan software mobil kendaraan otonom. CEO Elon Musk percaya bahwa versi pertama dari software itu akan siap tahun depan dan akan diuji dengan pengawasan pengemudi sampai mereka dapat membuktikan keandalannya dan mendapatkan persetujuan dari regulator.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: