Sundar Pichai bicara soal regulasi AI secara sektoral

CEO Google Sundar Pichai mengatakan, daripada membuat regulasi secara umum untuk AI, lebih baik diatur secara sektoral.

Sundar Pichai bicara soal regulasi AI secara sektoral Ilustrasi AI (Pixabay)

CEO Google, Sundar Pichai, baru-baru ini memberikan peringatan terkait regulasi kecerdasan buatan masa depan. Hal ini dikarenakan hingga saat ini, masih belum ada regulasi jelas mengenai perkembangan AI.

Pichai memperingatkan terhadap regulasi luas tentang AI, dan berpendapat bahwa undang-undang yang ada dapat dijadikan sebagai peraturan ‘sektoral’. Hal ini lebih baik daripada mengasumsikan bahwa semua yang harus dilakukan lakukan adalah hal baru.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Nvidia, GM, dan Toyota berkolaborasi demi mobil otonom

Sistem AI dari MIT-IBM bisa kenali konten video lebih cepat

Sistem AI dari MIT-IBM bisa kenali konten video lebih cepat


“Ini adalah teknologi lintas sektor yang luas, jadi penting untuk melihat regulasi yang lebih banyak dalam situasi vertikal tertentu,” kata Pichai seperti dikutip dari laman Business Insider (24/9/2019). "Daripada terburu-buru dengan cara yang mencegah inovasi dan penelitian, semua sebenarnya perlu menyelesaikan beberapa masalah sulit."

Komentar Pichai dibuat dengan latar belakang hubungan antara Google sendiri dengan teknologi kecerdasan buatan dan reaksi balik terhadap beberapa proyeknya. Perusahaan itu membuat kontrak drone dengan Departemen Pertahanan.

Namun, setelah karyawan menentang proyek tersebut, dengan ribuan orang menandatangani petisi dan banyak pengunduran diri, proyek tersebut dibubarkan. Para insinyur merasa proyek itu adalah penggunaan AI yang tidak etis dan Google mengakhiri kontraknya pada Maret lalu.

Pichai mengatakan dalam pengumuman pendapatan kuartal pertama tahun ini bahwa hampir tiga perempat klien iklan Google menggunakan teknologi iklan otomatis, yang menggunakan pembelajaran mesin dan AI.

Perusahaan mendapatkan sebagian besar profitnya dari iklan, melaporkan pendapatan puluhan miliar Dolar Amerika untuk kuartal kedua 2019. Bisnis cloud Google yang berkembang pesat juga menggunakan AI dan divisi kesehatan barunya adalah bagian dari upaya perusahaan untuk mengkomersialkan penelitian yang dihasilkan oleh lab AI-nya, DeepMind.

Laura Nolan, seorang mantan insinyur Google yang direkrut untuk Project Maven dan kemudian mengundurkan diri karena masalah etika, mengatakan bahwa sementara Pichai mungkin berbicara regulasi AI karena kepentingan pribadi, dia setuju bahwa selimut regulasi AI mungkin merupakan pendekatan yang terlalu luas.

"Undang-undang tidak boleh tentang implementasi teknologi spesifik, dan AI adalah istilah yang benar-benar kabur," kata Laura.

Sandra Wachter, seorang profesor di Oxford Internet Institute, juga mengatakan bahwa konteks di mana AI digunakan untuk mengubah sesuatu seharusnya diatur.

“Saya pikir sangat masuk akal untuk melihat regulasi sektoral daripada hanya kerangka kerja AI yang menyeluruh,” kata Wachter. “Risiko dan manfaat AI akan berbeda tergantung pada sektor, aplikasi, dan konteksnya. Misalnya, AI yang digunakan dalam peradilan pidana akan menimbulkan tantangan yang berbeda dari AI yang digunakan di sektor kesehatan. Sangat penting untuk menilai apakah semua undang-undang tersebut sesuai untuk tujuan tertentu.”

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: