Seorang videografer tuntut Adobe karena datanya hilang

Seorang videografer freelance bernama Dave Cooper mengajukan gugatan class action kepada Adobe, akibat bug yang menyebabkan video pentingnya hilang.

Seorang videografer tuntut Adobe karena datanya hilang

Seorang videografer freelance bernama Dave Cooper mengajukan gugatan class action kepada Adobe. Langkah ini ditempuh setelah bug pada aplikasi buatan Adobe mengakibatkan dokumen miliknya hilang.

Menurut Cooper, bug pada Adobe Premiere Pro CC 2017 versi 11.1.0 telah menghapus video dan foto dimana seharusnya software itu tidak memiliki akses untuk melakukan hal tersebut. Cooper mempermasalahkan fitur "clean cache" di Premiere Pro.


BACA JUGA

Line Today resmi jadi aplikasi terpisah

Gebrakan TikTok sepanjang 2018 ini

Colin Kroll, pendiri Vine yang meninggal dunia 34 tahun


Sebagai informasi, untuk mengedit video diperlukan banyak ruang di hard drive karena software edit video membuat berbagai redundansi dan pencadangan selama proses pengeditan. Software seperti Premiere Pro menyimpan pencadangan itu dalam cache dan setelah project video selesai, pengguna bisa mengosongkan cache tersebut guna membuat ruang hard drive lebih lega.

Berdasarkan gugatan Cooper, dia membersihkan cache-nya kemudian kehilangan lebih banyak dari hanya sekedar redundansi. "Perintah clean cache secara permanen menghapus lebih banyak dokumen dan data yang tidak berada dalam folder 'Media Cache' atau subdirektorinya, termasuk dokumen dan data yang tidak pernah terkait dengan Premiere Pro," demikian keterangan dalam gugatan itu.

Sementara itu, salah satu pengacara Cooper - David Deal menyebutkan dokumen yang terhapus merupakan video klip asli dan data hasil pengeditan. "Sebagai videografer freelance, semua yang Anda miliki dan apa yang Anda kerjakan adalah pekerjaan Anda. Jika Anda tidak memiliki karya, maka Anda mungkin juga bukan videografer," ujarnya.

Lebih lanjut Cooper memperkirakan dia kehilangan sekitar 100.000 klip video digital yang harganya berkisar USD250.000. Dilansir Motherboard (14/11), sejak insiden itu, dia kehilangan kesempatan untuk melisensikan klip dan video ke klien baru karena Premiere Pro telah menghapusnya. "Dia tidak hanya kehilangan file yang dijalankan melalui Premiere Pro, dia juga kehilangan file lain yang belum pernah disentuh oleh Premiere Pro sebelumnya," kata Deal.

Disisi lain Adobe mengakui adanya bug itu. "Melalui (Premiere Pro) 11.1.1, hanya file yang ada di dalam subdirektori folder Media Cache yang akan dihapus."

Adobe lantas mem-posting informasi baru yang menyebutkan perusahaan memperbaiki bug itu.

"File yang tersimpan di tempat lain tidak akan terpengaruh lagi. Namun kami masih sangat menyarankan agar folder Media Cache terpisah dari video asli Anda,” demikian keterangan dari Adobe dalam posting-an blog.

Cooper dan pengacaranya sudah berupaya menyelesaikan masalah ini dengan nilai tuntutan yang tak diungkap. Namun upaya itu ditolak Adobe. Oleh karenanya Cooper mengajukan gugatan class action. Sayangnya sejauh ini Adobe belum memberikan komentarnya atas gugatan tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: