sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
Kamis, 29 Jul 2021 11:50 WIB

Pikir ulang cari pacar di aplikasi kencan

Dating Apps atau aplikasi kencang memang dapat mempercepat seseorang menemukan pasangan. Tapi di balik kecepatan itu, terdapat beberapa risiko yang bisa membahayakan.

Pikir ulang cari pacar di aplikasi kencan
Credit: Unsplash

Sejak pandemi melanda kurang lebih setahun belakangan, budaya masyarakat turut berubah. Terdapat beberapa interaksi antar individu yang harus disesuaikan. Interaksi yang semula dilakukan secara tatap muka, kini harus beradaptasi menggunakan berbagai platform teknologi untuk menghindarkan penyebaran virus. Interaksi semacam ini juga terjadi pada aktivitas mencari jodoh, pacar, atau pasangan yang banyak dilakukan di Dating Apps atau aplikasi kencan, seperti Tinder, Grindr, Bumble, OkCupid, Tantan dan sebagainya.

Tapi mungkin yang paling populer hingga saat ini adalah Tinder. Berdasarkan hasil suvei yang dilakukan Rakuten Insight menunjukkan sebanyak 57,6% responden di Indonesia menggunakan Tinder. Persentase ini merupakan yang tertinggi diantara aplikasi kencan lain yang disurvei, meliputi Tantan, OkCupid, Taaruf ID, BestTalk dan sebagainya. Aplikasi kencan memang sengaja dirancang untuk pengguna agar mudah dalam menemukan pasangannya.

Anda tidak perlu keluar rumah dan mencari kesana kemari untuk menemukan pasangan. Jadi, pengguna hanya perlu duduk dan membuka perangkat, lalu mulai mencari pasangan yang sesuai kriteria di aplikasi kencan. Seperti di Tinder, Anda hanya perlu geser-geser untuk menemukan calon pasangan. Apabila cocok, Anda bisa langsung memulai pendekatan dengan mengobrol di aplikasi, kemudian membuat janji temu sehingga Anda dapat berinteraksi lebih intim. Singkatnya, melalui aplikasi kencan, Anda dapat dengan mudah mempersingkat waktu untuk melakukan proses pencarian dan pendekatan untuk mendapat pasangan.

Namun cepat bukan berarti aman. Penelitian Anh Phan, dkk., dalam jurnal yang berjudul Threaten me softly: A review of potential dating app risks, menjelaskan bahwa motif orang menggunakan aplikasi kencan ini bermacam-macam, bahkan ada motif yang menjurus ke tindak kejahatan. Penelitian ini mengumpulkan beberapa penelitian lain yang membahas mengenai interaksi orang dalam aplikasi kencan.

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa setidaknya terdapat enam motif seseorang dalam menggunakan aplikasi kencan, antara lain mencari kesenangan, mencari teman, menyombongkan diri, mencari komitmen cinta, mengatasi anxiety, dan mencari hubungan seks gratis. Dalam melancarkan motif ini, terdapat beberapa aktivitas yang melibatkan upaya manipulatif. Melihat adanya potensi manipulasi agar berhasil melancarkan motif tersebut, aplikasi kencan bisa menjadi ruang yang tidak aman untuk berinteraksi.

Penelitian ini juga mengurai beberapa risiko yang kerap terjadi di aplikasi kencan. Risiko ini yang harus Anda pertimbangkan ketika berencana mencari pacar dengan menggunakan aplikasi kencan Kita memang tidak bisa mengetahui dengan jelas bagaimana latar belakang seseorang sesungguhnya di aplikasi kencan. Tapi dengan mengetahui risiko, setidaknya kita memiliki dasar untuk pertimbangan. Selengkapnya, berikut beberapa risiko yang bisa terjadi saat Anda mencari pasangan di aplikasi kencan.

  • Kebohongan dan Penipuan

Penelitian ini menyebut, banyak orang yang terpaksa berbohong di aplikasi kencan supaya terlihat keren dan bisa mendapat pasangan. Penipuan ini biasanya dilakukan dengan cara menampilkan profil yang sama sekali tidak sesuai dengan kehidupannya di dunia nyata. Mereka biasa berbohong dengan melakukan penipuan terkait umur, status sosial, paras, dan sebagainya. Kebohongan dan penipuan ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan daya tarik mereka di aplikasi kencan.

  • Perilaku seks menyimpang

Aplikasi kencan juga menjadi wadah untuk berkumpulnya orang-orang asing dengan perilaku seksual yang menyimpang. Penelitian tersebut menjelaskan jika kumpulan orang-orang asing di aplikasi kencan seringkali memiliki intensi buruk yang disembunyikan untuk melancarkan perilaku menyimpang. Ini bisa terjadi saat mereka berinteraksi di Dating Apps dan memutuskan untuk berhubungan seks, tapi ternyata salah satu pasangan malah memiliki intensi bug chasing (tindakan melakukan hubungan seksual yang secara sengaja dilakukan untuk menularkan HIV).

  • Kekerasan dan Pelecehan

Selain risiko dalam intensi seksual seseorang yang sulit diketahui di aplikasi kencan, terdapat perilaku yang berpotensi menyimpang berupa kekerasan dan pelecehan. Penelitian ini menyebut jika terdapat seseorang di aplikasi kencan yang memiliki latar belakang personal berbahaya. Mereka gemar melakukan kekerasan sehingga menumpahkan itu dengan mencari pasangan di Dating Apps. Ini seperti mengajak pasangan dan kemudian memaksa melakukan aktivitas tertentu yang mungkin bisa menimbulkan permasalahan psikis.

Tak luput juga, banyak predator seksual yang berada di aplikasi kencan. Penelitian ini menjelaskan terdapat orang-orang yang hanya ingin menyalurkan hasrat seks melalui aplikasi kencan. Ini menyebabkan banyak sekali kasus terkait pelecehan seksual yang terjadi di aplikasi kencan. Bahkan tidak hanya di aplikasi, ketika orang tersebut berhasil mengajak calon korbannya bertemu, ia dapat dengan mudah untuk melecehkannya secara langsung.

  • Penyalahgunaan informasi pribadi

Aplikasi kencan yang memang secara sengaja didesain untuk meringkas proses interaksi dalam menemukan pasangan. Namun pada kenyataannya bisa menimbulkan bahaya bagi seseorang karena informasi pribadi bisa disalahgunakan oleh orang lain. Penelitian ini menjelaskan jika terdapat risiko terjadinya pencurian dan penyalagunaan informasi pribadi, saat seseorang berinteraski dengan orang lain di aplikasi kencan.

Interaksi di aplikasi kencan tentu membutuhkan proses saling mengenal, dimana biasanya terdapat pertukaran informasi pribadi dari seseorang. Informasi pribadi ini bisa mencakup nomor telepon, akun media sosial, atau foto pribadi. Informasi tersebut bisa dicuri untuk disalahgunakan, seperti menipu orang lain dengan mengatasnamakan diri kita.

Risiko seperti ini harus dipertimbangkan sehingga Anda dapat dengan aman ketika memutuskan untuk mencari pasangan di aplikasi kencan. Selain itu, apabila Anda sudah tidak tahan dengan kondisi menyendiri dan ingin cepat mendapat pasangan, Anda harus mempersiapkan beberapa langkah pengaman saat berinteraksi menggunakan aplikasi kencan, seperti memperkuat mental dan tidak menyebar informasi pribadi sembarangan. Selanjutnya, misalnya Anda bersepakat untuk bertemu langsung dengan orang lain yang diperoleh di aplikasi kencan, pastikan Anda mengajak atau menghubungi teman, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari orang lain tersebut.

Share
×
img
×
tekid
back to top