Pendapatan berkurang, Apple salahkan China

Pendapatan Apple berkurang sampai USD4,8 miliar tahun lalu. Untuk itu, perusahaan teknologi ini menyalahkan China karena hal tersebut.

Pendapatan berkurang, Apple salahkan China Source: Google

Apple menyalahkan China atas hilangnya sejumlah pendapatan perusahaan tersebut tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh adanya pemberlakuan sensor untuk sejumlah gim iOS. Apple mengatakan pendapatannya menurun hingga USD4,8 miliar di China sepanjang tahun 2018. Melemahnya ekonomi China juga dikatakan menjadi salah satu penyebab penurunan itu.

Dalam laporan Luca Maestri, CFO Apple seperti kami kutip dari TheVerge (30/1), “App Store di China adalah bisnis yang besar bagi kami. Kami percaya persoalan seputar perizinan gim hanya sementara namun jelas mempengaruhi bisnis kami saat ini,”


BACA JUGA

Apple luncurkan MacBook Pro 2019, harganya mulai dari Rp26 juta

Ide Apple Card sudah ada sejak 2004

Ternyata Apple sempat meradang kepada Intel


Untuk diketahui, larangan untuk sejumlah gim di China tampaknya makin ketat. Meski begitu, beberapa gim tersebut masih bisa lolos dari blokir meski prosesnya sangat lambat. Kriteria yang jelas mengenai pemblokiran gim ini pun tidak diketahui Apple dan pengembang lainnya. Karena hal ini, sejumlah industri mengalami kerugian lebih dari USD30 miliar tahun lalu.

Untuk diketahui, pemerintah China beberapa bulan lalu membentuk sebuah lembaga sensor gim yang disebarkan di negara itu. Hasilnya, beberapa gim yang sudah tenar saat ini, seperti PUBG, Fortnite bahkan League of Legends harus diblokir karena tidak lulus sensor.

Sayangnya, pelarangan tersebut ternyata menimbulkan dampak lain bagi beberapa perusahaan yang berasal dari China. Beberapa pengamat memperkirakan Tencent kehilangan lebih dari USD1,5 miliar akibat pelarangan itu.

Nyatanya, bukan hanya Apple yang bermasalah dengan kondisi di  China. Sebelumnya Nvidia memperingatkan para investornya bahwa akan terjadi penurunan pendapatan karena melemahnya ekonomi China. Bahkan Nvidia sampai memotong proyeksi keuntungannya tahun ini sebanyak USD500 juta.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: