Mau tahu iklan paling populer di YouTube Indonesia?

Tokopedia jadi urutan pertama iklan YouTube kategori skippable terpopuler, selama semester kedua 2018.

Mau tahu iklan paling populer di YouTube Indonesia?

 

Google baru saja merilis peringkat iklan YouTube untuk Indonesia dengan kategori iklan yang bisa dilewati (skippable) selama semester kedua 2018. Iklan Tokopedia yang berjudul Showcase the True You with Tasya Farasya menduduki urutan pertama dalam 10 iklan YouTube terpopuler antara Juli-Desember 2018. Kemudian disusul dengan iklan dari Samsung Indonesia dan Daihatsu Sahabatku.


BACA JUGA

Shoelace jadi jejaring sosial terbaru Google

Kim Kardashian mendapat Rp39 miliar dari akun Instagram KW

Cara-cara mengakali misteri algoritma Instagram 2019


Iklan-iklan tersebut bisa menempati urutan terpopuler berkat banyaknya penonton, likes, komentar, dan share oleh pengguna. YouTube juga mengatakan kunci dari kepopuleran iklan-iklan tersebut berkat tiga hal. Pertama iklan yang dapat menyentuh hati penonton karena penonton di Indonesia sangat menikmati cerita yang emosional dan menyentuh hati. Kedua iklan yang menyesuaikan dengan budaya populer lokal. Lalu iklan tersebut menggunakan berbagai macam format.

“Iklan-iklan yang populer ini mengingatkan kita betapa luar biasanya kreativitas industri iklan
Indonesia saat ini. Video-video tersebut menunjukkan bahwa kombinasi antara kecanggihan teknologi dengan kemampuan bercerita yang baik bisa jadi faktor penentu. YouTube menawarkan sebuah medium yang bisa digunakan brand untuk menceritakan kisahnya kepada para konsumen, dalam format apa pun sesuai kebutuhannya,” kata Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim.

Selain itu, Google juga membagikan 10 iklan “bumper” berdurasi enam detik yang paling diingat sepanjang tahun 2018. Pada urutan pertama ditempati oleh Oreo Cookie, dan Google Indonesia di urutan kedua. Uniknya dari ke-10 iklan bumper ini mayoritas terkait dengan produk makanan dan camilan. Misalnya McDonald’s, Buavita Frutarian, Oreo Cookie, Sambal Sri Raja, dan lainnya.

Iklan bumper ini dipilih berdasarkan beberapa faktor, yakni jumlah tayangan, penayangan organik, dan retensi penonton. Tak ketinggalan, beberapa faktor tersebut juga dikombinasikan dengan survei rating iklan dari Ipsos.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: