Kerja lembur di malam Natal, mesin Alexa putuskan untuk liburkan diri

Untungnya, pihak Amazon berhasil menanggulangi hal tersebut sehingga para pengguna di Eropa dapat menikmati layanan Alexa pada hari Natal.

Kerja lembur di malam Natal, mesin Alexa putuskan untuk liburkan diri Amazon Alexa (Amazon)

Libur Natal menjadi hal yang ditunggu banyak orang. Selain berlibur mereka juga menanti berkumpul dengan sanak keluarga dan orang-orang yang mereka cintai. Kendati begitu, ada beberapa orang yang ternyata harus merasakan libur Natal dengan bekerja. Tak hanya manusia, mesin juga merasakan hal yang sama. Salah satunya adalah Alexa, asisten digital milik Amazon.

Geek (27/12) melaporkan, pada saat hari Natal, jumlah penggunaan Alexa di Eropa meningkat sangat drastis. Alhasil, setelah Natal berakhir, Alexa memutuskan untuk liburkan diri alias berhenti bekerja untuk sementara waktu.


BACA JUGA

Hindari penipuan, Amazon wajibkan pengantar barang untuk selfie

CEO Amazon akui lambatnya pertumbuhan perusahaan

Peretas asal Arab bobol smartphone bos Amazon


Hal ini dikarenakan server yang mengendalikan Alexa menjadi kelebihan beban dengan terlalu banyak pertanyaan dan permintaan. Saat memutuskan untuk libur, Alexa tetap menjawab pertanyaan pengguna, dengan jawaban yang sedikit kocak.

"Maaf, saya kesulitan memahami Anda sekarang," kata Alexa saat kelebihan beban.

Kejadian ini terjadi pada Selasa (25/12) sekitar jam 5 pagi waktu setempat. Para pengguna layanan Amazon pun mengeluh di Twitter mengenai hal tersebut. Mereka mengeluh pada kala itu mereka tidak bisa memainkan musik liburan, menerima instruksi resep untuk makan malam, atau mengendalikan perangkat rumah pintar lainnya.

 

 

Pihak Amazon pun telah menanggapi masalah tersebut beberapa jam kemudian di Twitter. Mereka menjelaskan bahwa asisten suara virtual ini mengalami kelebihan beban pekerjaan dan telah menyebabkan masalah konektivitas bagi beberapa pelanggan di Eropa.

Amazon juga menulis bahwa masalah kerusakan telah diperbaiki dan Alexa sudah bekerja secara normal pada perangkat yang mendukung Alexa.

 

 

Sekadar informasi, ini bukan masalah pertama Amazon Alexa. Pada awal Desember, Amazon secara tidak sengaja mengirimkan 1.700 rekaman Alexa ke pelanggan acak di Jerman. Rekaman itu menangkap beberapa detail pribadi tentang pelanggan lain, termasuk nama depan dan belakangnya serta preferensi musiknya.

Amazon meminta maaf atas kesalahan informasi ini, dan mengatakan bahwa mereka telah bekerja dengan pihak berwenang setempat untuk mencegah kebocoran data di masa depan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: