Huawei rayu pengembang untuk perkaya aplikasi di AppGallery

Huawei tengah mencoba mencari pengembang untuk membantu mengisi toko aplikasi miliknya (AppGallery).

Huawei rayu pengembang untuk perkaya aplikasi di AppGallery (Foto: Youtube)

Nasib Huawei Mate 30 masih belum jelas akibat larangan perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk berbisnis dengan Huawei. Jika kondisi ini bertahan hingga jadwal peluncuran Mate 30, maka smartphone tersebut akan hadir dengan sistem operasi dan toko aplikasi sendiri, bukan lagi Google Play Store.

Guna mengantisipasi hal tersebut, XDA melaporkan Huawei tengah mencoba mencari pengembang untuk membantu mengisi toko aplikasi miliknya (AppGallery). Aplikasi tersebut bisa dengan mudah ditemukan dalam antarmuka EMUI Huawei. 


BACA JUGA

Huawei Nova 5T muncul di Android Enterprise

Inikah wujud asli Huawei Mate 30 Pro?

Huawei siapkan aplikasi navigasi pesaing Google Maps


Melalui email yang dikirimkan kepada pengembang, Huawei menyatakan bahwa toko aplikasinya terpasang di 350 juta smartphone yang telah dikirimkan Huawei selama dua tahun terakhir. Menurut email itu, AppGallery juga memiliki 270 pengguna aktif. Jika Huawei mampu menyediakan banyak pengembang di AppGallery, maka perusahaan bisa menawarkan alternatif Play Store dengan sejumlah aplikasi yang tak kalah banyak.

Huawei menjanjikan dukungan penuh bagi pengembang, guna membantu mereka mempublikasikan aplikasi Android mereka di AppGallery. Mereka juga mendapatkan keanggotaan gratis di komunitas yang terdiri dari 560 ribu pengembang.

"Kami menyadari bawa Android App XXX Anda yang hebat belum dipublikasikan di AppGallery kami. Untuk menjamin kelancaran penggunaan aplikasi Anda bagi pengguna kami, Huawei berkomitemen memberikan Anda dukungan penuh, untuk membantu Anda mempublikaikan aplikasi ke AppGallery. Karena itu kami ingin mengundang Anda untuk bergabung dengan 560 ribu komunitas pengembang kami secara gratis, di portal pengembang Huawei," demikian kutipan email Huawei kepada pengembang.

Hal serupa juga telah dilakukan Amazon, dimana perusahaan meminta pengembang mempublikasikan aplikasi Android mereka di Amazon Appstore. Namun konteksnya berbeda dengan keadaan Huawei saat ini. Masa depan smartphone Huawei bergantung pada apakah perusahaan bisa meyakinkan pengembang aplikasi untuk membuat versi aplikasi Android mereka di platform yang belum diuji atau diketahui oleh banyak orang.

Masalah lainnya adalah bahwa 13 dari 15 aplikasi gratis terpopuler di Google Play Store, berasal dari pengembang yang berbasis di AS. Dengan demikian, Huawei tak akan bisa menawarkan aplikasi itu pada ponselnya. Artinya, aplikasi seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan Messenger tak lagi diinstal di smartphone Huawei.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: