Huawei minta bayaran USD1 miliar dari Verizon

Huawei meminta Verizon untuk membayar lisensi paten teknologinya dengan harga lebih dari USD1 miliar.

Huawei minta bayaran USD1 miliar dari Verizon Source: Google

Huawei Technologies Co Ltd mengatakan kepada Verizon Communications Inc bahwa perusahaan asal Amerika Serikat tersebut harus membayar biaya lisensi untuk lebih dari 230 paten Huawei. Bila dijumlahkan, nilainya lebih dari USD 1 miliar. Hal itu disampaikan oleh seorang sumber yang tidak disebutkan namanya.

Dilansir dari Reuters (13/6), Verizon harus membayar untuk menyelesaikan masalah lisensi paten menurut seorang petinggi Huawei. Paten tersebut mencakup peralatan jaringan untuk lebih dari 20 perusahaan termasuk salah satu perusahaan besar di AS. Paten itu termasuk juga peralatan inti jaringan dan infrastruktur kabel IoT. Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, nilai dari 230 paten itu mencapai lebih dari USD1 miliar (Rp14 triliun).


BACA JUGA

Mengenal HarmonyOS, juru selamat Huawei

Huawei Mate 30 bakal bawa dukungan video 4K 60fps

Begini penampakan terbaru Huawei Mate X


Permasalahan ini ditengarai bukan semata-mata soal masalah lisensi dan uang yang ada dibaliknya. Perang dagang antara Amerika dan China bisa menjadi penyebabnya. Hal tersebut juga disampaikan oleh Rich Young, juru bicara Verizon.

“Masalah-masalah ini lebih besar dari sekadar Verizon. Mengingat konteks geopolitik yang lebih luas, setiap masalah yang melibatkan Huawei memiliki implikasi bagi seluruh industri kami dan juga menimbulkan kekhawatiran nasional dan internasional.” ujar Young seperti dilaporkan oleh Reuters.

Sebagaimana diketahui, hubungan Huawei dengan pemerintah AS saat ini tengah memanas. Hal ini terjadi lantaran pemerintah AS menduga bahwa router Huawei memiliki backdoor yang dimanfaatkan pemerintah Cina untuk memata-matai AS. Buntutnya, pemerintah AS memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam.

Beberapa perusahaan teknologi besar pun akhirnya mundur dari kerjasama dengan Huawei. Pasalnya kebanyakan dari mereka berasal dari Amerika Serikat, dan sebagian lain menggunakan teknologi Amerika Serikat dalam produknya. Hal itu membuat Huawei harus mencari alternatif pemasok lain, di luar AS.

Sebelumnya, CFO Huawei, Meng Wanzhou ditangkap atas surat perintah AS. Saat ini, ia ditahan di Kanada. AS sendiri berupaya mengekstradisi Meng Wanzhou dari Kanada. Reuters melaporkan bahwa sejak saat itu, Cina meningkatkan tekanan kepada Kanada. Negeri Tirai Bambu itu menghentikan impor dari Kanada. Kemudian pada Mei 2019, Cina juga menangguhkan izin dua produsen daging babi utama di negeri tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: