sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
Rabu, 11 Nov 2020 12:53 WIB

Huawei akan jual Honor seharga Rp214 triliun

Setelah kesepakatan tercapai, Honor masih berencana mempertahankan sebagian besar manajemennya dan lebih dari 7.000 karyawan serta tenaga kerja.

Huawei akan jual Honor seharga Rp214 triliun
Source: Gizmochina

Huawei berencana menjual unit merek ponsel terjangkau mereka, Honor, dengan harga 100 miliar yuan (Rp214 triliun) kepada Digital China Group dan pemerintah lokal asal merek tersebut, Shenzen. Sebelumnya Digital China Group diinformasikan menjadi pembeli potensial. Namun kini ada laporan baru dari Reuters yang menyatakan Huawei tersebut berencana menjual sub-brand mereka dengan harga yang tinggi kepada pemerintah daerah dan lainnya.

Sebagai informasi, tampaknya Huawei telah mempertimbangkan untuk menjual unit merek Honor lantaran telah menghadapi berbagai kendala pasokan akibat sanksi pemerintah Amerika Serikat. Dilansir dari Gizmochina (11/11), Huawei telah kehilangan pasokan chipset dan memiliki lini perangkat terjangkau akan menambah beban pada persediaan chipset yang sudah menipis.

Laporan ini juga tiba di tengah-tengah pergantian Kepresidenan AS. Meski demikian, Huawei jelas tidak mengharapkan adanya perubahan kebijakan yang akan menguntungkan posisinya. Dengan kata lain, tuduhan risiko keamanan mungkin masih bertahan meskipun Joe Biden mengambil alih. Transaksi tersebut dikatakan sebagai “uang tunai semua” dan akan mencakup hampir setiap aset, branding, kapabilitas penelitian dan pengembangan, bahkan manajemen rantai pasokan.

Meskipun belum diumumkan secara resmi, sumber laporan meyakini Huawei kemungkinan mengungkap berita ini pada Minggu 15 November 2020. Sesuai sumber, Digital China Group akan menjadi salah satu dari dua pemegang saham Honor teratas dengan hampir 15% saham Honor Terminal Co Ltd, yang sebelumnya dimiliki oleh Huawei sepenuhnya.

Transaksi tersebut akan membuat Digital China membiayai sebagian besar kesepakatan melalui pinjaman bank, yang selanjutnya akan dilengkapi oleh setidaknya tiga perusahaan investasi yang didukung oleh pusat teknologi keuangan pemerintah Shenzen. Perusahaan-perusahaan ini masing-masing akan memiliki sekitar 10% sampai 15% saham.

Setelah kesepakatan tercapai, Honor masih berencana mempertahankan sebagian besar manajemennya dan lebih dari 7.000 karyawan serta tenaga kerja. Selanjutnya, pihaknya berencana untuk go public dalam 3 tahun ke depan. Saat ini, Honor menolak untuk mengomentari masalah tersebut. Sementara Huawei, Digital China, dan pemerintah Shenzen belum memberikan tanggapan. 

Share
×
tekid
back to top