sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
Sabtu, 29 Agst 2020 11:10 WIB

Drone ini cari ikan dengan bantuan GPS dan inframerah

Pada dasarnya ini adalah perahu berbentuk pelampung kecil, yang dikontrol secara nirkabel melalui Wi-Fi hingga jarak 30 meter menggunakan aplikasi iOS atau Android di ponsel.

Drone ini cari ikan dengan bantuan GPS dan inframerah
Source: Chasing Innovation via New Atlas

Ketika melihat drone yang beroperasi di dalam air, mungkin ada orang yang mengira drone tersebut akan menjadi pencari ikan yang andal. Namun masalahnya adalah pengguna yang ada di permukaan tidak selalu dapat mengetahui di mana lokasi drone tersebut. Oleh sebab itulah Chasing F1 Fish Finder Drone hadir untuk mengatasi masalah tersebut.

Perangkat ini dibuat oleh perusahaan asal Tiongkok bernama Chasing Innovation, yang juga memproduksi drone bawah air Gladius Mini, Dory, dan M2. Dilansir dari New Atlas (29/8), pada dasarnya ini adalah perahu berbentuk pelampung kecil, yang dikontrol secara nirkabel melalui Wi-Fi hingga jarak 30 meter menggunakan aplikasi iOS atau Android di ponsel.

Ada empat pendorong yang memungkinkan drone ini bergerak maju, mundur, ke samping, atau berputar di tempat. Dengan menggunakan pengait di bagian belakang, alat ini juga dapat membawa unit sonar opsional, atau dispenser umpan yang diaktifkan dari jarak jauh.

Karena bagian atas F1 yang berwarna kuning cerah tetap berada di atas permukaan sepanjang waktu, pengguna selalu dapat melihat lokasinya. Berkat unit GPS-nya, mereka juga dapat melihat lokasinya di peta aplikasi. Jika bergerak di luar jangkauan Wi-Fi, ia menggunakan GPS untuk secara otomatis kembali.

Setiap kali pengguna ingin mencari ikan, mereka hanya menginstruksikan drone untuk menurunkan kamera beresolusi Full HD 30 fps dari kompartemen di bagian bawahnya. Terpasang ke kabel listrik, kamera itu tenggelam ke bawah hingga kedalaman maksimum 28 meter. Setelah pengguna menghentikan gerakan gerakan menurun dari jarak jauh, kamera akan kembali ke orientasi horizontal.

Di layar aplikasi, pengguna kemudian dapat melihat apa yang disorot kamera - mungkin termasuk ikan yang dicari. Kedalaman dan suhu air juga ditampilkan. Dan jika keadaan di dalam laut gelap, kamera juga akan dapat menampilkan mode inframerah.

Di dalamnya terdapat baterai lithium berkapasitas 4.800 mAh yang dapat dilepas. Baterai ini diinformasikan mampu bertahan selama 4 hingga 6 jam untuk satu kali isi ulang. Harga drone pencari ikan ini adalah USD699 (Rp10,2 juta).

Tag
Share
×
tekid
back to top