sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id oppo
Jumat, 20 Mei 2022 14:32 WIB

Dian Siswarini dan misi memperjuangkan perempuan melampaui XL Axiata

Pada kesempatan kali ini, Dian Siswarini, President Director & CEO XL Axiata sekaligus Co-Chair of W20 berbicara mengenai misi memperjuangkan wanita dalam perkembangan ekonomi.

Dian Siswarini dan misi memperjuangkan perempuan melampaui XL Axiata

Ketika COO Facebook - sekarang Meta - Sheryl Sandberg menerbitkan buku Lean In: Women, Work and the Will to Lead, tahun 2013, ia dengan cepat menjadi topik diskusi hangat di Amerika Serikat hingga akhirnya mengglobal. Melalui buku tersebut, Sheryl menganjurkan perempuan untuk memperjuangkan kesetaraan di tempat kerja. 

Dari buku ini pula, dia kemudian menginisiasi pembentukan Lean In Circles. Lean In Circles berisi 8-12 perempuan yang kini jumlahnya sudah mencapai 56.000 Circles di 188 negara. Para perempuan yang tergabung di Circles bertemu secara rutin untuk mendiskusikan topik-topik yang dibahas dalam buku Sheryl, kendala-kendala di dunia kerja, dan masukan dari sesama perempuan.

Salah satu dampak nyata dari buku Sheryl di tempat kerja adalah perempuan jadi lebih berani negosiasi gaji dan lebih berani mengambil keputusan ketika dihadapkan pada peluang pengembangan karir. Meski demikian, buku itu bukan tak punya pengkritik. Beberapa pengkritik malah menyebut Sheryl naif karena mengabaikan realita seperti kondisi keluarga atau kewajiban perempuan merawat orangtua yang sudah sepuh. Banyak yang sinis karena Sheryl memberi nasihat yang tampaknya hanya berlaku untuk perempuan kaya raya seperti dia.

Artikel ini tak bermaksud membahas buku Sheryl Sandberg atau gerakan global yang dimotorinya. Namun, saya perlu menyampaikan itu agar Sahabat Tek memahami bahwa perempuan adalah isu yang sangat kompleks, multidimensional, dan hampir mustahil menyelesaikan segala persoalannya dalam satu gerakan saja.

Termasuk gerakan negara-negara G20 dimana Indonesia merupakan salah satu anggotanya. Gerakan ini juga pada akhirnya harus memilih isu prioritas untuk diselesaikan secara bersama-sama dengan melibatkan sektor publik dan swasta. 

Ketika makan malam bersama jurnalis di sela-sela acara G20 Empower di Yogyakarta, 18 Mei, Dian Siswarini, President Director & CEO XL Axiata sekaligus Co-Chair of W20 Indonesia dan advokat G20 Empower mengatakan, ada empat isu prioritas Women 20, yakni kesetaraan gender, inklusi ekonomi dengan mendukung UMKM yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan, peningkatan ketahanan perempuan pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas, serta akses terhadap fasilitas kesehatan yang adil secara gender.

Bagi saya, peran Dian Siswarini sebagai advokat G20 Empower sangat menarik karena dia seperti kata pepatah "Sekali mendayung dua pulau terlampaui". Selain membantu sesama perempuan di berbagai daerah di Indonesia, Dian secara bersamaan juga membenahi perusahaan yang dipimpinnya, XL Axiata, agar lebih ramah terhadap perempuan sekaligus berkontribusi positif terhadap keempat isu prioritas tersebut. Salah satu pengalaman yang dibagikan Dian kepada peserta G20 Empower, misalnya, program Sisternet dan Sispreneur.

"Sekarang dalam rangka G20 Empower ini, Sisternet dan Sisperneur kita mau tingkatkan supaya posisi di kalangan perempuan bukan hanya seperti sekarang, tetapi bisa lebih mendunia," ujarnya di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Rabu (18/5/2022).

Melalui G20 Empower, XL berupaya menghubungkan UMKM yang XL Axiata bina di Sispreneur terhubung dengan mentor dan angel investor dari lintas negara. Dian menegaskan, keberadaan UKM milik perempuan sangat penting karena berperan besar dalam perekonomian nasional. Berdasarkan Data Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Besar di Indonesia tahun 2014-2018, dari total usaha yang berjumlah 64 juta unit usaha, 99,99% usaha di Indonesia adalah UMKM, sementara berdasarkan survei dari Bank Dunia lebih dari 50% usaha mikro dan kecil dimiliki perempuan.

Fakta lainnya, pelaku UKM perempuan adalah yang paling terdampak secara ekonomi dan sosial selama masa pandemi. Karena itu, program semacam Sisternet dan Sispreneur penting untuk membantu perempuan menggerakan ekonomi keluarga dan bahkan lingkungannya. 

"Dalam ajang ini juga dibahas mengenai evaluasi yang selama ini telah dilakukan pemerintah dan swasta saat memberikan dukungan kepada pengusaha UKM perempuan. Apa-apa saja yang kurang akan diperbaiki dan apa yang sudah baik ditingkatkan," kata Dian.

    Tag
    Share
    ×
    tekid
    back to top