Diam-diam Apple akuisisi startup kamera keamanan rumah

Kini The Information menyebutkan salah satu pendiri Lighthouse telah bergabung dengan Apple bersama sekitar 20 stafnya.

Diam-diam Apple akuisisi startup kamera keamanan rumah (Foto: Lighthouse)

Awal bulan ini Apple dilaporkan membeli paten Lighthouse AI, yang merupakan produsen kamera keamanan rumah dengan dukungan kecerdasan buatan. Kini The Information menyebutkan salah satu pendiri Lighthouse telah bergabung dengan Apple bersama sekitar 20 stafnya.

Menurut situs itu, salah seorang pendiri Lighthouse - Alex Teichman dan Hendrik Dahlkamp mengirimkan email ke mantan penguji kamera perusahaan. Isinya mereka meminta izin untuk mentransfer video dan data sensor yang dikumpulkan melalui kamera itu ke Apple.


BACA JUGA

Sensor ToF 3D akan hadir di kamera belakang iPhone 2020

Apple Card bakal rilis dalam waktu dekat

Bukan hanya kehilangan Face ID, iPhone 2021 tidak akan pakai LCD


Dilansir Business Insider (28/3), proyek Lighthouse baru-baru ini melibatkan pengumpulan data dan menggunakannya untuk melatih algoritma machine learning untuk mengenali orang-orang di lingkungan domestik. The Information menyatakan, Teichman, Dahlkamp, ​​dan 20 staf software kini melanjutkan proyek tersebut di Apple.

Teichman juga mem-posting pesan singkat di situs web Lighthouse berjudul "Lights out". Dia mengatakan "Sayangnya kami tidak mencapai kesuksesan secara komersial dan akan menghentikan operasi dalam waktu dekat."

Meski kabar ini sudah mencuat ke publik, raksasa teknologi itu belum memberikan komentarnya. Lighthouse sendiri bukan perusahaan pertama yang diakuisisi Apple guna mengembangkan AI pada perangkat keamanan rumah. November 2018 Apple mengakuisisi Silk Labs, yaitu sebuah startup yang mengembangkan berbagai teknologi machine learning, termasuk pendeteksi orang dan pengenalan wajah. 

Mengingat banyak perusahaan memperluas ekosistemnya, wajar saja jika Apple melakukan hal serupa. Pada akhirnya, Apple berniat menyediakan layanan pendukung rumah pintar yang digerakkan oleh kecerdasan buatan dan perangkat machine-to-machine.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: