sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd

Review Samsung Galaxy A71, smartphone andalan Blackpink

Samsung tampil cukup agresif awal tahun ini dengan meluncurkan dua produk sekaligus, yakni Galaxy A51 dan Galaxy A71. Simak impresi kami mengenai salah satu di antaranya, yakni Samsung Galaxy A71.

Review Samsung Galaxy A71, smartphone andalan Blackpink

Kamera bagus buat sehari-hari

Aspek kamera menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan Samsung di produk ini. Galaxy A71 hadir dengan konfigurasi empat kamera belakang. Lensa pertama memiliki sensor gambar beresolusi 64 MP dengan aperture f/1.8. Kemudian kamera kedua menawarkan lensa ultra-wide 123 MP beresolusi 12 MP untuk mengambil foto pemandangan luas. Ada pula lensa makro beresolusi 5 MP yang berguna jika kamu ingin memotret subjek kecil. Terakhir ada lensa depth sensor beresolusi 5 MP untuk memotret latar belakang bokeh layaknya memotret menggunakan lensa dengan focal length panjang.

Seperti ponsel beresolusi tinggi lainnya, pemotretan beresolusi 64 MP harus diaktifkan terlebih dahulu. Jadi secara default, memotret dengan kamera belakang utama memberikan kita resolusi foto sebesar 16 MP. Hal ini terjadi lantaran A71 menggunakan metode Pixel Binning yang menggabungkan beberapa piksel menjadi satu agar sensor dapat lebih banyak terkena paparan cahaya.

Jika kita melihat hasil 64 MP dan 16 MP hanya dari layar ponsel atau komputer, maka perbedaannya tidak terlalu tampak. Apalagi ketika kami memotret kedua resolusi tersebut dalam keadaan siang hari.

Meski demikian, perbedaan akan terlihat secara signifikan ketika hasil dari 64 MP dan 16 MP di-zoom. Pada 16 MP, hasil zoom 12x akan terlihat pecah. Sedangkan hasil 64 MP masih terlihat detailnya.


Foto 16MP 12x zoom

Foto 64MP 12x zoom

Ketika kami memotret di dalam kondisi minim cahaya, seperti di dalam ruangan yang gelap. Maka hasil foto dengan mode default (16 MP) terlihat lebih cerah jika dibandingkan dengan hasil foto 64 MP. Sedangkan performa 64 MP terlihat tidak seterang 16 MP dan memiliki warna kurang cerah, meski memiliki detail yang lebih tajam.

Foto 16MP indoor

Foto 64MP indoor

Kebanyakan kamera ponsel zaman sekarang telah dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan, atau artificial intelligence, atau AI, tidak terkecuali Galaxy A 71. Ini berguna untuk mendeteksi objek ketika kami memotret dan menyesuaikan skema warna dan eskposure-nya.

AI pada A71 cukup akurat dan responsif ketika mendeteksi objek. Ponsel ini hanya memerlukan waktu sekitar 1 detik untuk memilih skema pemotretan yang sesuai. Contohnya, ketika kami sedang di pesisir pantai, ponsel langsung mengubah skema pemotretan laut agar mengubah awan menjadi lebih putih, langit menjadi lebih biru. Ketika kami memotret perahu, ponsel ini juga langsung mengubah pemotretan menjadi mode Transportasi.

Foto AI Off

Foto AI On

Exposure yang dihasilkan oleh A71 cukup bagus. Pasalnya, ujung-ujung daun di atas pohon tidak tertutup oleh cahaya yang berlebihan. kami melihat detil yang tinggi pada setiap dedaunan di pohon maupun rumput di tanah. Performa white balance juga dapat diacungi jempol karena putih awan tidak terlihat menyimpang.

Tadi kami sudah sempat katakan jika A71 dilengkapi dengan lensa ultra-wide. Performa gambar yang dihasilkan kamera ultra-wide tidak secerah kamera utama. Meski demikian, detil yang dihadirkannya tidak memiliki penurunan yang signifikan. Jadi masih layak untuk dicetak hingga sekitar ukuran A4.

Foto Ultra Wide

Foto Wide

Ketika memotret, kami dapat melakukan zoom digital hingga 8x agar dapat memotret subjek yang berada di kejauhan. Hasil zoom digital yang diberikan adalah 8x, tetapi hasilnya tidak bagus karena tekstur subjek menjadi tidak terlihat. Meski demikian, kami tidak tidak melihat adanya gangguan fringing atau gangguan warna berbeda di pinggir subjek ketika zoom maksimal.

Foto zoom digital 8x

Dikarenakan oleh karakteristik lensa yang digunakan, kamera ultra wide angle pada Galaxy A71 menampilkan sedikit distorsi pada hasilnya. Ini dapat dihilangkan dengan fitur Lens Correction yang ada di dalam menu kamera. Hasil dari fitur ini cukup manjur, karena tidak ada lagi garis bengkok. Meski prosesnya menjadikan hasil foto harus melalui cropping, ini tidak terlalu mengganggu komposisi keseluruhan foto.

Lens Correction Off

Lens Correction On

Apakah kamu merasa lensa ultra wide kurang lebar untuk memotret pemandangan lautan yang membentang luas? ini artinya membutuhkan fitur pemotretan panorama. Cara menggunakannya adalah menggeser ponsel pada sepanjang pemandangan yang diinginkan. kami sarankan agar berhati-hati saat menggerakkan ponsel, karena A71 kurang cukup cermat dalam menyambung antar gambar.

Foto panorama

Tidak ketinggalan pula fitur HDR yang berguna untuk menjaga warna subjek ketika membelakangi cahaya. Sebelum kami mengaktifkan fitur HDR, Galaxy A71 sudah cukup mampu menjaga warna subjek yang membelakangi cahaya meski tidak terlalu istimewa. Setelah kami mengaktifkan fitur HDR,warna hijau daun menjadi terang secara signifikan. Tetapi warna yang dihasilkan dalam mode HDR tampak terlalu agresif sehingga agak kurang alami.

HDR Off

HDR On

Dalam hal memotret pada malam hari, A71 cukup dapat diandalkan meski kami tidak mengaktifkan Night Mode. Ketika kami mengaktifkan fitur Night Mode, hasilnya tidak jauh berbeda dengan mode standar.

Night Mode Off

Night Mode On

Berlanjut ke fotografi makro. kami menyukai karakteristik yang dihasilkan oleh kamera A71 ketika digunakan untuk memotret makro. Warnanya akurat untuk ukuran fotografi makro ponsel. Detiknya juga cukup tajam. Tetapi sayangnya lensa makro A71 tidak hadir dengan AF, jadi kamu mencari titik fokus dengan cara mendekatkan atau menjauhkan ponsel dari subjek.

Foto Makro

Dalam hal video, ada dua macam pilihan untuk merekam gerakan lambat, yaitu Slow-Motion dan Super Slow-Motion. Dalam perekaman Super Slow-Motion, detil video terlihat kurang tajam. Resolusi perekaman tertinggi yang dapat digunakan A71 adalah 4K. Pada resolusi ini, A71 tidak mampu meredam hasil video secara baik meski kami merekamnya hanya dengan berjalan.

Peredaman guncangan akibat gerakan tangan dapat cukup ditekan ketika kami menggunakan resolusi perekaman Full HD. Meski demikian, masih ada beberapa bagian frame pada video yang tidak stabil ketika kami berlari.

Jika getaran akibat gerakan tangan ingin tereduksi lebih baik, maka kami harus mengaktifkan fitur Super Steady. Setelah mengaktifkannya, getaran video saat kami berlari dapat direduksi secara signifikan. Meski ada sedikit getaran-getaran kecil pada video, ini tidak mengurangi performa secara keseluruhan. Perlu diingat bahwa ketika fitur Super Steady diaktifkan, kamera yang digunakan adalah yang memiliki lensa ultra lebar. Ini dikarenakan agar efek cropping sensor tidak terlalu terlihat. Oleh karenanya warna yang dihasilkan tidak secerah ketika kami tidak menggunakan fitur Super Steady.

Di luar ruangan, performa video yang dihasilkan sangat baik dengan detil yang tinggi ditambah dengan warna cerah. Tetapi di dalam ruangan, kualitas video tidak terlalu tajam dan kualitas kecepatan AF menjadi tersendat. Kecepatan exposure dari area terang ke area gelap (atau sebaliknya) juga memerlukan waktu agar video tidak mengalami over-exposure atau under-exposure.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kami sangat menikmati menggunakan Samsung Galaxy A71. Desain yang cukup menawan dan nyaman di genggaman menjadi salah satu alasannya. Tidak hanya itu, performanya terbilang gesit berkat UFS 2.1. Kameranya pun menyenangkan saat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 

 
Samsung Galaxy A71
Bagus ...
  • Stabilisasi video bagus
  • Kamera baik untuk sehari-hari
  • Desain UI lebih intuitif
Kurang ...
  • Performa tidak spesial
  • Tidak ada Auto Focus di mode Makro
  •  
Share
back to top