sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo

Review Samsung Galaxy A71, smartphone andalan Blackpink

Samsung tampil cukup agresif awal tahun ini dengan meluncurkan dua produk sekaligus, yakni Galaxy A51 dan Galaxy A71. Simak impresi kami mengenai salah satu di antaranya, yakni Samsung Galaxy A71.

Review Samsung Galaxy A71, smartphone andalan Blackpink

Gesit tapi engga spesial

Samsung Galaxy A71 hadir dengan chipset Snapdragon 730G. Prosesor ini menggunakan konfigurasi big.LITTLE dengan susunan 2 CPU Kryo 470 Gold 2.2 GHz dan 6 CPU Kryo 470 Silver 1.8 GHz. Sedangkan GPU nya menggunakan Adreno 618 di kecepatan 800 MHz.

Pemilihan prosesor ini sebenarnya menurut kami agak sedikit menarik. Selain biasanya Samsung menggunakan prosesor mereka sendiri, mereka justru menggunakan prosesor yang Qualcomm labeli sebagai prosesor gaming. Padahal Galaxy A71 tidak pernah diposisikan jadi smartphone gaming.

Untuk itu, kami melakukan sejumlah pengujian sintetis menggunakan beberapa aplikasi benchmark, seperti 3DMark untuk pengujian kemampuan pengolahan grafis, terutama untuk bermain gim, PCMark 10 untuk pengujian kinerja produktivitas dan Geekbench 5 untuk pengujian kecepatan inti prosesor ini.

Dalam pengujian 3DMark Sling Shot dan Sling Shot Unlimited, Galaxy A71 memiliki skor masing-masing 2975 poin dan 3031 poin. Sedangkan untuk Sling Shot Extreme, Sling Shot Extreme Unlimited dan Sling Shot Extreme Vulkan, masing-masing memiliki skor 2144 poin, 2156 poin, dan 1859 poin. Sebagai gambaran, kami mencoba membandingkannya dengan Xiaomi Mi Note 10 Pro yang juga hadir dengan prosesor Snapdragon 730G. 

Mi Note 10 Pro memiliki skor masing-masing 3013 poin untuk Sling Shot dan 3155 poin untuk Sling Shot Unlimited. Sedangkan untuk Sling Shot Extreme, Sling Shot Extreme Unlimited dan Sling Shot Extreme Vulkan masing-masing memiliki skor 2245, 2567, dan 1921 poin.

Sedangkan dalam pengujian PCMark 10, Samsung Galaxy A71 memiliki skor rata-rata 7360 poin. Skor tertinggi diraih dalam pengujian Photo Editing dengan skor 13658. Sementara pengukuran menggunakan Geekbench 5, Samsung Galaxy A71 memiliki hasil skor single-core 419 poin dan multi-core 1570 poin. 

Samsung Galaxy A71 yang kami terima memiliki RAM 8GB dan memori internal 128GB. Versi ini sudah mendukung penggunaan MicroSD hingga kapasitas 1TB. Yang menarik, Samsung menggunakan tipe memori USF 2.1. Hal ini membuat aktivitas membuka aplikasi terasa cukup cepat. 

Bagi kami, smartphone ini cukup gesit menunaikan tugas sehari-hari. Hasil benchmark storage menggunakan PCMark 10 mengungkapkan bahwa Galaxy A71 memiliki skor 11494 poin, yang mana cukup memuaskan bagi kami. Tidak hanya itu, karena memiliki RAM yang besar, kami dapat menjalankan hingga 10 aplikasi sekaligus tanpa harus merasa lag ketika berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain.

Kami pun menjajal smartphone ini untuk memainkan beberapa gim, di antaranya adalah PUBG Mobile, Free Fire dan Call of Duty Mobile. Ketiganya membutuhkan tingkatan grafis yang berbeda-beda. 

Saat memainkan PUBG, kami hanya dapat memainkan gim ini di pengaturan tertinggi HD-High. Namun untuk pengalaman bermain terbaik, kami sengaja menurunkan pengaturan ke Balanced-Ultra. Tidak seperti Galaxy A51 yang mampu mencapai frame rate extreme, Galaxy A71 hanya mampu mencapai frame rate ultra saja. 

FPS yang kami dapatkan pun bisa dibilang sangat stabil. Di pengaturan tersebut, kami dapat bermain stabil di 40 FPS tanpa ada lag sama sekali. Padahal menurut kami, seharusnya A71 dapat memainkan PUBG setidaknya di Balanced Extreme.

Sedangkan di Free Fire dan COD Mobile, kami dapat mengatur grafis ke pengaturan tertinggi. Selama pengujian, kami juga mendapati bahwa Galaxy A71 dapat melibas gim tersebut tanpa harus mengalami penurunan performa. 

Layar Galaxy A71 cukup responsif ketika digunakan bermain gim. Tampilan layar tanpa notch juga membuat pengalaman bermain gim lebih imersif. Sayang, seperti perangkat lainnya, kami tidak bisa menempatkan tombol tembak atau lainnya mendekati bezel, dimana terdapat kamera depan.

Urusan manajemen suhu, Galaxy A71 dapat mempertahankan temperaturnya dengan cukup baik. Selama dua jam pengujian, kami tidak mendapati panas yang mengganggu dari perangkat ini. Memang sedikit hangat tetapi tetap nyaman dipakai bermain gim hingga berjam-jam.

Baterainya pun tergolong irit. Dalam sesi permainan yang berlangsung satu jam, rata-rata penurunan baterai berada di angka 10 hingga 14 persen. Penurunannya akan meningkat menjadi sekitar 16 hingga 18 persen jika kapasitas baterai sudah mencapai setengahnya. 

    Share
    back to top