Acer Swift 3

Laptop pakai Ryzen Mobile, sehebat apa?

Selama 10 tahun terakhir laptop yang menggunakan prosesor AMD memang dikenal tidak sebagus pesaingnya yaitu Intel, tapi degan Ryzen semuanya berubah

Laptop pakai Ryzen Mobile, sehebat apa?

Selama 10 tahun terakhir, laptop yang menggunakan prosesor AMD memang dikenal tidak sebagus pesaingnya yaitu Intel. Itulah mengapa nama AMD jarang sekali terlihat di laptop. Namun belakangan ini AMD mulai serius untuk menghadirkan prosesor laptop yang bisa bersaing ketat dengan Intel. Prosesor tersebut adalah Ryzen Mobile yang generasi pertamanya memiliki kode nama "Raven Ridge".

Laptop yang menggunakan prosesor Ryzen Mobile juga sudah ada di pasar Indonesia, salah satunya adalah Acer Swift 3. Laptop tersebut diklaim bisa bersaing dengan laptop Intel yang menggunakan GPU terpisah sekelas Nvidia Geforce MX150, namun dengan daya tahan baterai yang lebih baik. Benarkah demikian?

Agak bongsor

Acer Swift 3 hadir dengan bodi yang bagi saya tergolong cukup bongsor untuk sebuah ultrabook. Ya, Acer mengatakan laptop ini bisa dikatakan sebagai ultrabook karena ketebalannya kurang dari 20mm. Sementara Swift 3 ini hadir dnegan ketebalan bodi 18mm.

Dilihat dari ketebalannya, laptop ini memang terlihat cukup tipis. Namun yang membuatnya terasa bongsor adalah lebarnya. Laptop ini hadir dengan dimensi yang cukup lebar yaitu 370mm. Hal tersebut dikarenakan layar yang diusung cukup besar yaitu 15,6 inci. Tidak heran juga jika Swift 3 menggunakan keyboard dengan layout full size.

Beralih ke touchpad, Swift 3 punya touchpad yang besar. Ini tentu memudahkan penggunaan serta navigasi ketika saya tidak membawa mouse. Saya juga suka dengan permukaan touchpad-nya yang tidak terlalu licin dan membuat navigasi lebih nyaman.

Namun bukan itu yang paling saya suka dari laptop ini. Swift 3 ternyata juga dilengkapi dengan sensor sidik jari yang ditempatkan di dekat touchpad. Sensor sidik jari tersebut menggunakan desain mungil yang memanjang. Meski demikian, sensor sidik jari tersebut cukup sensitif dan mendukung fitur Windows Hello.

Tambahannya, Acer juga menghadirkan fitur Power-off USB Charging. Fitur tersebut memungkinkan Swift 3 bekerja seperti power bank yang bisa mengisi daya baterai gadget Anda meski dalam keadaan mati.

Ryzen tampil lebih baik

Dari segi bodi dan fitur, Acer Swift 3 memang tidak banyak berbeda dari laptop kelas menengah lain yang ada di pasar. Namun yang paling membuat saya penasaran terhadap laptop ini adalah performa prosesor Ryzen 5 2500U yang merupakan komponen utama dari laptop ini.

Dari segi performa, prosesor tersebut ternyata memang punya performa yang tidak mengecewakan. Saya membandingkan Acer Swift 3 ini dengan Lenovo Yoga 520 yang kebetulan menggunakan Intel Core i5-7200U yang bisa dikatakan sekelas dengan Ryzen 5 2500U.

Hasil pengujian menggunakan Cinebench menunjukkan kalau Ryzen 5 2500U lebih unggul baik di skor singlethread dan multithread. Selain itu, pengujian menggunakan PCMark 10 juga menunjukkan hal yang serupa dengan selisih skor cukup tinggi.

Salah satu faktir yang membuat Ryzen 5 2500U lebih unggul adalah jumlah core dan thread-nya. Prosesor tersebut menggunakan konfigurasi 4 core 8 thread, sementara Intel Core-i5 7200U hanya menggunakan konfigurasi 2 core 4 thread. Wajar jika skor multithread di Cinebench Ryzen 5 2500U lebih unggul hampir dua kali lipat.

Bagaimana dari sisi grafis?

Secara mengejutkan Radeon Vega 8 di Acer Swift 3 ternyata bisa mengalahkan Nvidia GeForce 940MX yang digunakan di Lenovo Yoga 520. Hasil pengujian menggunakan 3DMark Sky Diver menunjukkan Radeon Vega 8 lebih unggul dari pesaingnya tersebut dengan selisih skor hampir 1000 poin.

Namun skor tersebut bukanlah satu-satunya hal yang menarik dari soal performa grafis. Perlu diingat bahwa Radeon Vega 8 yang digunakan di Acer Swift 3 kali ini merupakan GPU yang terintegrasi dengan Ryzen 5 2500U. Ini berbeda dengan GeForce 940MX yang terpisah dari CPU-nya. 

Secara teori, Acer Swift 3 seharusnya punya konsumsi daya yang lebih kecil karena GPU-nya terintegrasi dengan CPU dan memang hal tersebut juga terbukti dari pengujian baterai yang membuktikan kalau Swift 3 ternyata bisa bertahan hingga 6 jam penggunaan normal menggunakan WiFi. Meski demikian, performa baterainya tidak sampai 10 jam seperti yang dijanjikan.

Namun sayangnya performa Ryzen 2500U yang bisa dikatakan istimewa tersebut terhalang oleh penggunaan HDD di laptop ini. Varian Acer Swift 3 yang menggunakan Ryzen 5 2500U memang tidak dilengkapi dengan SSD. Sementara itu, HDD-nya juga hanya memiliki kecepatan 5400 RPM yang memang tidak cepat.

Penggunaan HDD tersebut memang berakibat ke banyak hal, termasuk booting yang sangat lambat. Acer memang memberikan opsi upgrade dan menyediakan slot SSD. Namun tentu saja Anda harus rela membeli SSD lagi agar performanya meningkat.

Langkah bagus untuk AMD

Acer Swift 3 bagi saya lebih seperti kabar baik bagi AMD, bukan Acer. Ryzen 5 2500U terlihat memiliki performa yang sangat baik dan sangat berpotensi untuk bersaing ketat dengan prosesor dari Intel di jajaran laptop kelas menengah.

Sayangnya, prosesor tersebut hadir di laptop yang terlihat biasa saja. Tidak jelek tetapi juga tidak istimewa. Mungkin Acer perlu mempertimbangkan sesuatu yang lebih unik lagi untuk mengemas laptopnya. Tapi mengingat harganya yang di bawah Rp10 juta, saya masih agak memakluminya.

  Acer Swift 3
CPU AMD Ryzen 5 2500U
GPU AMD Radeon Vega 8 integrated graphic
Memori 8GB DDR4
Penyimpanan 1TB 5400RPM SATA HDD
Layar 15,6 inci IPS Full HD (1920x1080 pixel)
Baterai Up to 10 hours
Sistem operasi Linux
Harga Rp9.599.000
 
Acer Swift 3
Bagus ...
  • Performa Ryzen bagus
  • Touchpad nyaman
  • Ada fingerprint
Kurang ...
  • Daya tahan baterai tidak sesuai yang dijanjikan
  • Penggunaan HDD menghambat performa
  •  
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: