Mengenal teknologi layar monitor, dari CRT jadul hingga IPS modern

Monitor yang kita gunakan memiliki tipe-tipe yang berbeda. Di sini saya akan menjelaskan macam-macam tipe teknologi monitor.

Mengenal teknologi layar monitor, dari CRT jadul hingga IPS modern Source: Shutterstock

Dapat dikatakan monitor merupakan media visual untuk berinteraksi dengan komputer dan tidak dapat dipisahkan. Mungkin kebanyakan dari kita saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di depan monitor ketimbang televisi untuk mengakses hal-hal seperti pekerjaan, hiburan atau yang lainnya. Monitor yang kita gunakan memiliki tipe-tipe yang berbeda. Di sini saya akan menjelaskan macam-macam tipe teknologi monitor.

Cathode Ray Tube (CRT)

Kalau teman-teman pernah melihat tivi tabung, itulah yang disebut Cathode Ray Tube (CRT). Teknologi tipe ini merupakan salah satu panel lawas. Cara kerjanya adalah dengan memancarkan elektron di dalam tabung hampa udara. Setelah elektron menabrak fosfor, kemudian fosfor ini menyala dan diproyeksikan di layar. Warga yang kita lihat di layar dihasilkan oleh campuran cahaya merah, biru dan hijau; atau sering disebut sebagai RGB.

Seluruh komponen teknologi ini berukuran cukup besar, inilah alasannya mengapa layar yang berbasis CRT terkenal dengan ukurannya yang besar serta berbobot cukup berat. Selain itu, daya listrik yang digunakannya cukup tinggi ketimbang dengan panel LCD dalam ukuran yang sama. Kebanyakan monitor CRT memiliki aspect ratio 4:3, tidak seperti LCD yang mengusung 16:9.

Dari tahun ke tahun, teknologi monitor CRT semakin ditinggalkan lantaran munculnya layar LCD yang semakin mainstream dengan harga yang ikut terjangkau mengikuti zaman. Produksi monitor CRT berakhir kira-kira pada tahun 2005. Mengutip informasi dari TechTerm, meski tidak memiliki desain yang jauh lebih ramping dibandingkan monitor LCD, tetapi teknologi CRT terkenal lebih memiliki akurasi warna yang unggul dibandingkan dengan LCD. Saya sendiri terakhir menggunakan layar monitor CRT pada tahun 2005.

Liquid Crystal Display (LCD)

Saat ini, teknologi monitor LCD merupakan pabel layar yang paling dominan. Mengacu kepada halaman situs Elprocus, kristal cair pada LCD digunakan untuk menghasilkan gambar. Teknologi panel ini memiliki profil yang jauh lebih ramping ketimbang CRT lantaran tidak menggunakan emitter elektron. Oleh karena itu, teknologi LCD lebih mudah diaplikasikan di layar selain monitor seperti ponsel, video gim portabel, dan sejenisnya.

LCD mengandung beberapa lapisan yang mencakup dua filter panel terpolarisasi dan elektroda. Karena panel ini tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri, maka mengandalkan sumber daya terpisah seperti fluorescent atau LED. Monitor modern seperti saat ini sudah tidak mengandalkan penerangan fluorescent, dengan alasan penerangan LED lebih memiliki efek kontras yang tinggi.

Panel ini terdiri dari kisi layar aktif maupun pasif. Sebagian besar monitor dengan teknologi LCD menggunakan layar matir aktif. Panel jenis ini bekerja berdasarkan prinsip memblokir cahaya ketimbang memancarkan cahaya.

Sekali lagi, seiring berkembangnya teknologi, performa layar LCD juga meningkat, seperti tingkat warna hitam yang lebih pekat, rentang warga (color gamut) yang ditingkatkan dan respons time panel yang lebih baik. Oleh karena itu, layar LCD saat ini sudah piawai dalam menampilkan warna tajam dengan minim gangguan blur ketika saat bermain gim.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: