Di balik proyek pengembangan OS rahasia Huawei

Lakeside talk adalah sebuah peristiwa penting tujuh tahun lalu. Peristiwa ini seolah membenarkan bahwa Huawei mengantisipasi kondisi yang menghimpitnya saat ini sejak lama.

Tujuh tahun lalu, di sebuah vila yang menghadap ke sebuah danau di Shenzhen, sekelompok kecil eksekutif Huawei pimpinan Ren Zhengfei, mengadakan pertemuan tertutup yang berlangsung selama beberapa hari.

Misi mereka adalah untuk bertukar pikiran tentang bagaimana Huawei harus menanggapi keberhasilan sistem operasi (OS) ponsel pintar Android buatan Google di seluruh dunia. Kekhawatiran mendasar Huawei saat itu adalah, ketergantungan mereka pada Android dapat membuat perusahaan rentan terhadap larangan Amerika di masa depan.


BACA JUGA

Huawei tunda rilis Mate X ke pasar

OS Huawei lebih cepat 60% dari Android

Huawei minta bayaran USD1 miliar dari Verizon


Kelompok itu sepakat bahwa Huawei harus membangun OS sendiri sebagai alternatif potensial untuk Android.

Pertemuan ini kemudian disebut "lakeside talk". Akses ke dokumen yang berkaitan dengan pertemuan itu menjadi sangat terbatas tahun lalu, kata sumber yang diwawancarai South China Morning Post (11/6).

Setelah pembicaraan dan arahan dari manajemen senior, tim spesialis OS pimpinan Eric Xu Zhijun, yang kini menjadi salah satu dari tiga ketua Huawei, terbentuk dan mulai bekerja pada OS di bawah kerahasiaan yang ketat.

Zona khusus dibuat di dalam Huawei untuk menampung tim OS, dengan menempatkan penjaga di pintu. Hanya karyawan di tim OS yang memiliki akses ke area spesial itu. Pintunya hanya bisa diakses dengan kartu staf terdaftar. Ponsel pribadi tidak diizinkan dan harus disimpan di loker luar.

Proyek OS menjadi bagian penting dari Laboratorium Huawei pada 2012, yang berfungsi sebagai inovasi, penelitian dan tulang punggung pengembangan teknologi perusahaan. Laboratorium, yang meliputi para sarjana dan peneliti Huawei, bertujuan untuk mendorong inovasi mutakhir dan menghisap investasi miliaran yuan setiap tahun tanpa kontribusi langsung pada keuntungan perusahaan.

Sebagian besar hasil lab tidak diketahui oleh umum, termasuk proyek OS, yang keberadaan OS mereka baru-baru ini diakui oleh Huawei sendiri. Namun, zaman telah berubah sejak 2012.

“Seperti yang telah kami catat sebelumnya, Huawei memang memiliki sistem cadangan tetapi hanya untuk digunakan dalam keadaan khusus. Kami sepenuhnya mendukung sistem operasi mitra kami (Android) kami senang menggunakannya dan pelanggan kami senang menggunakannya, "kata juru bicara Huawei.

Topik OS milik Huawei muncul pada bulan Maret tahun ini ketika Chief Smartphone Business Huawei, Richard Yu Chengdong mengatakan kepada sebuah publikasi Jerman, bahwa perusahaan telah mengembangkan OS sendiri untuk smartphone dan komputer. OS ini dapat digunakan jika sistem yang disediakan oleh raksasa teknologi dari AS tidak lagi tersedia.

Pernyataan Yu datang ketika AS mulai meningkatkan tekanan pada Huawei atas keikutsertaannya dalam peluncuran jaringan 5G global. AS memperingatkan sekutunya bahwa peralatan perusahaan China menimbulkan risiko keamanan nasional. Pemasok peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia itu kini menghadapi serangkaian tuduhan AS. AS sampai menuduh perusahaan itu mencuri rahasia dagang, melanggar sanksi ekonomi dan menyembunyikan urusan bisnisnya di Iran melalui anak perusahaan yang tidak resmi.

Huawei telah berulang kali dan dengan keras membantah tuduhan ini, dengan mengatakan bahwa AS kekurangan bukti.

Masalah OS menjadi penting, setelah pemerintah AS pada pertengahan Mei lalu menempatkan Huawei dan afiliasinya pada daftar hitam perdagangan. Dengan begitu hal ini membatasi Huawei dari menggunakan layanan dan produk perusahaan AS tanpa persetujuan. Google dan Microsoft, penyuplai software Android dan Windows Huawei di smartphone, tablet, dan laptopnya, telah menangguhkan akses OS mereka untuk perangkat Huawei keluaran terbaru.

Akhirnya, Huawei pun harus mengakui rencana rahasia panjangnya untuk OS alternatif. Huawei OS didasarkan pada microkernel yang ringan dan dapat merespon cepat terhadap penyesuaian dan batch. Insinyur Huawei pada proyek OS rahasia ini juga telah mempelajari Android dan iOS dengan cermat.

Berdasarkan keterangan sumber internal yang dikutip dari South China Morning Post (11/6) mengatakan, salah satu tantangan teknis terbesar untuk OS Huawei yang sedang dikembangkan adalah kompatibilitasnya dengan Android.

Kompatibilitas yang dimaksud akan memungkinkan OS Huawei untuk mengunduh dan menjalankan aplikasi Android dengan mulus. Kalau kompatibilitas ini sukes diterapkan Huawei, berarti pengembang aplikasi di seluruh dunia tidak perlu mengembangkan kode tambahan untuk OS Huawei.

Upaya-upaya di masa lalu oleh perusahaan lain untuk membuat alternatif Android belum berhasil. OS yang dikembangkan sendiri oleh Huawei ini akan dapat mendukung berbagai produk dan sistem dalam ekosistemnya, termasuk smartphone, komputer, tablet, TV, mobil dan pakaian pintar, yang juga akan kompatibel dengan semua aplikasi Android dan aplikasi web yang ada. Hal ini diterangkan oleh Yu dalam laporan Securities Times (21/5).

Kendati begitu, masih ada pertanyaan terkait masalah pengalaman pengguna. Utamanya, apakah pelanggan di luar negeri akan benar-benar menginginkan ponsel tanpa aplikasi Google yang popular?

Huawei yakin akan prospek OS-nya di China. Mereka percaya pengembang dan konsumen lokal akan mendukung dan membangun ekosistem dengan cepat. Penjualan Huawei terus meningkat di Cina karena sistem Android yang digunakan, memang tidak pernah membawa layanan Google. Sebabnya, Cina membatasi layanan Google di dalam negeri.

Tetapi laporan Bloomberg (5/6) mengatakan, ada kekhawatiran di Eropa bahwa ponsel pintar Huawei akan jadi ketinggalan zaman degan cepat.

Meskipun Huawei telah lama bersiap untuk skenario terburuk, penangkapan CFO Huawei, Meng Wanzhou, pada akhir 2018 dan berbagai peristiwa sejak itu telah mempercepat rencana mereka.

Huawei tidak sepenuhnya siap untuk meluncurkan OS karena larangan perdagangan AS tiba-tiba. Meskipun alternatif untuk Android ini telah diuji "ribuan kali" di dalam tim spesialis Huawei, OS mereka belum teruji secara luas pada lini produk konsumen. Ini artinya, Huawei belum memiliki landasan komersil yang solid untuk perilisan OS. Tentu ini sangat prematur.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: