OS buatan Huawei bakal bernama HongMeng OS

Dalam pernyataannya terkait dengan dicabutnya akses ke pembaruan Android, pihak Huawei akan membuat ekosistem milik mereka sendiri, salah satunya dengan membuat OS yang diduga bernama HongMeng OS.

OS buatan Huawei bakal bernama HongMeng OS Ilustrasi OS Android di perangkat Huawei (tek.id)

Kasus dimasukkannya Huawei dalam daftar hitam perdagangan oleh Presiden Amerika, Donald Trump, kian memanas. Hal ini dikarenakan Huawei baru-baru ini memberikan komentar resmi mereka terkait diputuskannya kemitraan bisnis mereka bersama Google.

Dalam sebuah pernyataan resmi, pihak Huawei mengaku telah memiliki rencana sendiri terhadap diblokirnya akses aplikasi vital Google, terkait pemutusan hubungan bisnis mereka. Salah satunya adalah dengan membuat sebuah sistem operasi mereka sendiri.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Huawei pamer kamera Mate 30

Huawei Mate 30 dipastikan rilis tanpa aplikasi Google

Huawei Mate X dipastikan meluncur bulan Oktober


“Kami akan terus membangun ekosistem perangkat lunak yang aman dan berkelanjutan, untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua pengguna secara global,” kata pihak Huawei.

Namun, hingga saat ini masih belum dikabarkan nama OS yang akan diciptakan oleh perusahaan asal Cina tersebut. Namun, sebuah sumber mengatakan bahwa OS tersebut akan memiliki nama HongMeng OS, seperti dilansir dari laman Wccftech (21/5/2019).

OS ini pun dikabarkan akan berjalan diatas OS Android. Lantas, bagaimana Huawei masih dapat menggunakan OS Android, padahal Google mengatakan tidak akan memberikan pembaruan OS terhadap Huawei?

Hal ini dikarenakan Huawei masih dapat menggunakan lisensi Android Open Source Project (AOSP). Namun, ada sebuah masalah jika mereka hanya dapat lisensi tersebut. Mereka tidak akan mendapat akses ke Play Store dan Play Service.

Meski mereka dapat mengakali absennya Play Store dengan toko aplikasi lain, namun Play Service lain hal. Dengan absennya fitur ini, pengguna tidak dapat melakukan akses ke aplikasi ‘premium’ Google seperti Google Maps, Gmail, dan lainnya.

Jadi, pernyataan yang dimaksud oleh Huawei mengenai membangun ekosistem yang berkelanjutan harus dijalankan dengan baik. Jika tidak, perangkat mereka akan memiliki lubang besar dalam penggunaannya, yang merupakan hal vital.

Sayangnya, hingga saat ini CEO dari Huawei, Ren Zhengfei belum memberikan tanggapan apapun terkait dengan pemberitaan ini. Mereka memilih untuk bungkam dan ingin melakukan fokus ke hal lain.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: