Bukan pria, wanita lebih rela keluarkan uang untuk gim mobile

79 persen gamer wanita lebih sering menghabiskan uang mereka untuk melakukan pembelian dalam gim jika dibandingkan dengan pria

Bukan pria, wanita lebih rela keluarkan uang untuk gim mobile Ilustrasi bermain game (pexels)

Selama ini banyak orang yang berfikir dunia gim adalah milik pria. Mereka juga menganggap kaum Adam rela menggelontorkan uang untuk gim dengan harga yang bisa dibilang tak masuk akal.

Meski hal ini benar di beberapa hal, namun sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Liftoff memiliki sebuah pandangan lain. Dari hasil yang mereka dapatkan, ternyata kaum Hawa lebih cenderung rela menghabiskan uang mereka dalam bermain gim mobile.

Dalam laporan tersebut menyatakan bahwa 79 persen gamer wanita lebih sering menghabiskan uang mereka untuk melakukan pembelian dalam gim jika dibandingkan dengan pria. Tentu saja, hal ini merupakan sebuah temuan yang cukup mengagetkan.

Lebih lanjut laporan tersebut menyebut jika 16,7 persen wanita membeli konten dalam aplikasi setelah memasang aplikasi. Maka tak heran jika para pengembang kini lebih mendorong konten untuk wanita.

Meski demikian, para pengembang aplikasi pun memiliki tantangan dalam mengembangkan aplikasi yang cocok bagi pasar. Mereka mengaku jika membutuhkan biaya yang sedikit lebih banyak (sekitar Rp2,700) untuk mengembangkan aplikasi yang lebih menarik untuk wanita.

“Pemeriksaan lebih dekat dari tingkat konversi mengungkapkan perempuan sebenarnya adalah gamer yang paling berharga," kata para peneliti dalam laporan tersebut.

Tak ketinggalan, data yang dikumpulkan dari 350 aplikasi populer antara Juni 2017 hingga Mei 2018 ini memunculkan sebuah temuan baru. Jika dibandingkan dengan periode 2016 hingga 2017, gamer wanita dua kali lebih aktif dalam melakukan pembelian dari gim.

Berbicara soal gim, ternyata para wanita lebih cenderung menyukai game teka-teki dengan grafis yang ‘girly’. Maka para pengembang gim saat ini berbondong-bondong untuk membuat gim dengan kategori tersebut.

Terakhir, laporan Liftoff juga mencatat bahwa untuk memancing gamer di platform iOS untuk memasang aplikasi dan membuat pembelian dalam aplikasi lebih mahal daripada memancing gamer di Android.

Tetapi, setelah yakin, seorang gamer di iOS cenderung menghabiskan uang lebih banyak. Meski begitu, karena pasar ponsel Android berkembang lebih cepat, sekitar 1,5 juta perangkat baru diaktifkan setiap hari, para pengembang mengaku akan tetap fokus pada kedua platform.

Laporan tersebut juga mencatat para gamer di Asia masih sulit dipancing untuk melakukan pembelian dalam gim. Sebaliknya, pasar di Rusia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menjadi pasar paling menarik karena konektivitas seluler terus berkembang. Begitulah seperti dirangkum dari laman The Verge.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: