Coba bangkit di lini tablet, Google luncurkan Pixel Slate

Google memilih untuk tidak menggunakan prosesor mobile di perangkat Pixel Slate ini. Mereka lebih memilih menggunakan prosesor milik Intel.

Coba bangkit di lini tablet, Google luncurkan Pixel Slate Pixel Slate (Google)

Tiga tahun lalu, Google menelan pil pahit setelah penjualan tablet mereka, Pixel C kurang laku di pasaran. Ini merupakan salah satu pelajaran yang cukup berharga bagi pihak Google.

Alhasil, mereka mencoba bangkit dengan memperkenalkan tablet terbaru mereka yang bernama Pixel Slate. Bedanya, kali ini mereka tidak lagi menggunakan sistem operasi Android di tablet tersebut, tapi menjalankan sistem operasi Chrome OS.


BACA JUGA

Ciuman bisa langsung dijepret Google Camera

Ciuman bisa langsung dijepret Google Camera

Google juga rayakan pesta demokrasi Indonesia


Desain perangkat ini menantang langsung Microsoft Surface dan iPad Pro. Hal ini terlihat dengan konfigurasi tablet yang dilengkapi dengan keyboard fisik yang terpisah dan sebuah pena digital.

Arstechnica (10/10) menjelaskan, Pixel Slate disokong prosesor Intel dual core yang irit tenaga, mulai dari Celeron hingga Intel M series. Google juga mempersiapkan versi bertenaga yang akan memiliki prosesor Core i5 dan i7 generasi kedelapan.

Pilihan RAM dan penyimpanan pun cukup beragam. Pengguna bisa memilih kapasitas mulai dari 4GB hingga 16GB. Perusahaan asal Amerika itu juga memberikan pilihan penyimpanan mulai dari 32GB hingga 256GB.

Pengguna juga akan dimanjakan dengan layar 12,3 inci dengan resolusi 3000x2000 pixel. Sayangnya, layar yang disematkan masih menggunakan panel LCD, meski telah dilapisi lapisan Corning Gorilla Glass 5.

Pengguna hanya akan mendapat dua port USB Type-C masing-masing di sisi kiri dan kanan, dengan satu konektor pin pogo di bagian bawah untuk terhubung ke keyboard terpisah.

Tak ketinggalan, Google juga menyematkan pemindai sidik jari di tombol power Pixel Slate. Ini kali pertama mereka menyematkan pemindai biometrik di dalam sebuah tablet.

Perusahaan ini juga menyematkan kamera 8MP di bagian depan dan belakang. Uniknya, tablet ini juga dapat menghasilkan foto bokeh, seperti di smartphone Pixel yang diluncurkan dua tahun lalu. Tentu saja, hal ini menjadi keunggulan jika dibandingkan para penantangnya.

Kamera depan memiliki lensa sudut lebar dan piksel yang lebih besar yang ditujukan untuk kebutuhan video chatting. Selain itu, terdapat juga dua speaker pengeras suara di bagian depan untuk mendapatkan kejernihan suara yang optimal.

Keyboard yang ditawarkan Google juga cukup nyaman dan unik, dikarenakan bentuk tuts berbentuk bulat. Sementara untuk pensil digital, mereka menggunakan teknologi stylus Active Electrostatic (AES) yang sama dengan Pixelbook tahun lalu.

Google menawarkan harga USD599 ataru Rp9,1 juta untuk Pixel Slate dengan prosesor Celeron dan RAM 4GB serta penyimpanan 32GB. Ada juga Pixel Slate yang menggunakan Core m3 generasi kedelapan dengan RAM 8GB dan penyimpanan 64GB yang dihargai USD799 atau Rp12,1 juta.

Lalu, bagi mereka yang memiliki bujet USD999 atau Rp15,2 juta, ada Pixel Slate yang menggunakan Core i5 generasi kedelapan dengan RAM 8GB dan penyimpanan 128GB. Terakhir, pengguna juga dapat memilih model Core i7 generasi kedelapan dengan RAM16GB dan penyimpanan 256GB dengan harga USD1,599 atau Rp24,3 juta.

Keyboard dan pensil digital dijual terpisah, dengan masing-masing dihargai USD199 atau Rp3 juta dan USD99 atau Rp1,5 juta. Pixel Slate baru akan dijual di Amerika, Kanada, dan Inggris pada akhir tahun ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: