sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
Sabtu, 21 Nov 2020 11:20 WIB

Teknologi radar ganda bisa bantu mobil otonom di kabut tebal

Algoritma khusus menggabungkan sinyal pantulan yang diterima untuk membuat satu gambar komposit, sekaligus menyaring “noise” latar belakang yang tidak relevan.

Teknologi radar ganda bisa bantu mobil otonom di kabut tebal
Source: Markus Spiske via Pexels

Agar dapat beroperasi, mobil otonom biasanya menggunakan Lidar dan radar untuk mendeteksi rintangan di depannya. Namun sayangnya belum ada sistem yang sempurna ketika mendeteksi kendaraan dalam cuaca berkabut. Kabar baiknya adalah kini para insinyur telah menemukan bahwa penggunaan radar yang digandakan, bagus untuk menanggulangi hal tersebut.

Sensor Lidar (Light Detection and Ranging) mengukur bentuk dan jarak suatu objek dengan mengirimkan serangkaian sinar laser yang berkedip (pulse), kemudian mengukur berapa lama cahaya tersebut memantulkan kembali dari objek. Unit radar mengirimkan gelombang radio, yang juga dipantulkan kembali oleh benda-benda di jalurnya.

Dilansir dari New Atlas (21/11), sayangnya penghalang di udara seperti kabut, debu, hujan, atau salju menyerap cahaya yang digunakan oleh sistem Lidar. Ini menjadikannya tidak dapat diandalkan dalam kondisi seperti itu. Dan meskipun tidak terlalu terpengaruh, radar hanya dapat membuat sebagian gambar dari apa yang dideteksinya – ini karena bahkan dalam kondisi ideal, hanya sebagian kecil dari sinyal radio yang dipancarkan berpantul kembali ke sensornya.

Dipimpin oleh Prof. Dinesh Bharadia, sebuah tim di University of Carolina Sandiego mengatasi masalah tersebut dengan memasang dua unit radar di kap mobil, dengan lebar sekitar satu mobil (1,5 meter) terpisah satu sama lain. Algoritma khusus menggabungkan sinyal pantulan yang diterima untuk membuat satu gambar komposit, sekaligus menyaring “noise” latar belakang yang tidak relevan. Konfigurasi ini sudah berhasil diuji dalam kondisi simulasi berkabut.

“Dengan menggunakan dua radar di titik pandang berbeda dengan bidang pandang yang tumpang tindih, kami membuat wilayah beresolusi tinggi, dengan probabilitas tinggi untuk mendeteksi objek yang ada,” kata mahasiswa PhD Kshitiz Bansal.

Para peneliti kini sedang dalam pembicaraan dengan Toyota, yang mungkin menggabungkan teknologi ini dengan kamera optik pada kendaraannya. Sensor Lidar mungkin pada akhirnya tidak diperlukan lagi.

Share
×
tekid
back to top