Mengenal Beidou, saingan GPS & Glonass dari China

Beidou merupakan sistem satelit navigasi buatan Cina yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan dari GPS, atau dengan kata lain GPS-nya China.

Mengenal Beidou, saingan GPS & Glonass dari China Source: Pexels

Banyak dari kamu yang mengandalkan aplikasi peta seperti Google Maps atau Waze. Tahukah kamu aplikasi tersebut mengandalkan satelit navigasi agar dapat menuntun kamu ke tempat tujuan. Ada beberapa satelit terkenal yang digunakan untuk menentukan koordinat seluruh tempat di dunia, yakni GPS dan Glonass.

GPS atau Global Positioning System merupakan satelit navigasi milik Amerika Serikat yang menyediakan layanan pemetaan posisi, navigasi dan waktu kepada pengguna. Menurut halaman resmi GPS, sistem ini merupakan elemen penting dari infrastruktur informasi global. Sifat GPS yang bebas, terbuka dan dapat diandalkan telah menyebabkan pengembangan ratusan aplikasi yang memengaruhi setiap aspek kehidupan saat ini.


BACA JUGA

Kisah perang bintang di balik sistem navigasi AS, Rusia dan China

JAXA gunakan sistem satelit demi jalur penerbangan terbaik

32 hari lagi, satelit swasta Indonesia akan meluncur


Sedangkan Glonass adalah singkatan dari Globalnaya Navigazionnaya Sputnikovaya Sistema, dari namanya sudah ketahuan bahwa sistem navigasi ini berasal Rusia yang artinya Sistem Satelit Navigasi Global. Sistem navigasi ini juga menghadirkan bermacam-macam fitur untuk smartphone. Dengan demikian ia juga dapat diandalkan menuntun kita ke tempat tujuan yang sebelumnya telah ditentukan koordinatnya.

Mengutip informasi dari Beebom, ada beberapa perbedaan antara GPS dan Glonass; yang mana sistem satelit navigasi bikinan Negeri Paman Sam (GPS) mengandalkan 31 satelit yang tersebar di seluruh orbit Bumi. Sistem yang pertama kali diluncurkan pertama kali tahun 1978 ini juga telah digunakan dalam perangkat komersial secara luas seperti ponsel, alat navigasi dan sebagainya.

Ketinggian orbit satelit GPS berjarak 19130 kilometer dari permukaan bumi dengan akurasi posisi koordinat antara 3,5 hingga 7,8 meter. Amerika Serikat mendesain satelit GPS dengan durasi periode orbit 11 jam 59 menit.

Di sisi lain, sistem Glonass pertama kali meluncur pada tahun 1982 dengan mengandalkan 26 satelit yang tersebar di seluruh dunia. Sama seperti GPS, Glonass digunakan dalam perangkat komersial. Semua receiver yang dapat menerima sinyal Glonass pasti dapat menerima sinyal GPS. Sedangkan perangkat pengguna biasanya akan menjalankan pemrosesan sinyal tambahan dan merata-ratakan hasilnya. Jadi mana sinyal yang paling kuat didapat maka itulah yang digunakan demi sistem navigasi yang stabil.

Akurasi sistem Glonass mampu menentukan posisi hingga 5 hingga 10 meter dengan ketinggian orbit satelit 21150 kilometer dari planet Bumi. Jika dibandingkan dengan GPS, maka secara teoritis GPS memiliki akurasi yang lebih tinggi. 

Selain dua sistem navigasi tersebut, ternyata ada satu lagi sistem satelit navigasi saingan GPS dan Glonass, yaitu Beidou. Merupakan buatan China, sistem ini pertama kali meluncur pada tahun 2000 dengan tingkat jangkauan di seluruh dunia dengan mengandalkan 33 satelit. Mengutip halaman BBC, China menghadirkan Beidou untuk mengurangi ketergantungan terhadap GPS. Sistem ini juga telah digunakan secara komersial dengan jangkauan yang diperluas, bukan hanya Asia.

Ponsel merek ponsel seperti Huawei, Xiaomi dan OnePlus kini sudah mendukung sistem navigasi Beidou. Meski demikian pabrikan tersebut juga masih mendukung sistem GPS dan Glonass. Beidou telah dikembangkan selama sekitar dua dekade, tetapi mulai beroperasi di area China pada tahun 2000 dan wilayah Asia-Pacific pada tahun 2012.

China akan menyempurnakan sistem Beidou pada tahun depan dengan jumlah rasi bintang satelit menjadi 35 demi menyajikan layanan di seluruh dunia. Pada tahun 2018 sendiri, mereka telah meluncurkan lebih dari 10 satelit Beidou.

Peningkatan satelit tersebut merupakan salah satu ambisi besar China untuk menyaingi GPS. Negara tersebut mengklaim bahwa generasi ketiga Beidou akan memiliki akurasi dan keandalan seperti GPS. Beidou dinyatakan akan memiliki akurasi hingga 2,5 meter dalam menentukan posisi koordinat. Sementara itu, biaya chip penerima Beidou yang melacak dan memroses sinyal satelit telah turun dalam beberapa tahun terakhir, sehingga membuatnya setara dengan teknologi GPS dan Glonass.

Namun terlepas dari kemuktahiran teknologinya, Beidou memiliki kekurangan. Proses transmisi dua arah yang melibatkan satelit yang mengirim sinyal ke Bumi dan perangkat penerima mengirimkannya kembali disinyalir dapat mengurangi akurasi dan membutuhkan lebih banyak bandwidth. Sebaliknya, perangkat GPS tidak harus mentansmisikan sinyal kembali ke satelit.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: