Jaringan internet Starlink bisa hadir jauh lebih cepat

Jaringan terapung seperti ini dapat membawa akses internet berkecepatan sangat tinggi dengan minim gangguan lagging ke hampir setiap sudut dunia.

Jaringan internet Starlink bisa hadir jauh lebih cepat Source: Mark Handley/University College London/Reuters/Mike Blake/Business Insider

Jaringan terencana yang terdiri dari ribuan satelit milik SpaceX, atau disebut dengan Starlink diinformasikan dapat beroperasi lebih cepat dibandingkan dengan jadwal yang diharapkan. Tujuan akhir proyek ini adalah untuk meluncurkan hampir 12.000 satelit ke orbit sekitar Bumi, menghubungkannya dengan sinar laser, dan memberi pelanggan akses ke sistem internet melalui antena yang disebut SpaceX sebagai terminal pengguna akhir.

Jaringan terapung seperti ini dapat membawa akses internet berkecepatan sangat tinggi dengan minim gangguan lagging ke hampir setiap sudut dunia. Dilansir dari Business Insider (18/5), pekan ini SpaceX menjadwalkan meluncurkan 60 satelit Starlink pertama ke orbit. Tetapi peluncuran itu tertunda dua kali, yang disebabkan oleh pembaruan software serta membuat para teknisi untuk memeriksa ulang semuanya.


BACA JUGA

MIT punya cara untuk kurangi waktu buffering streaming video

Jutaan data fingerprint berpotensi diakses peretas

Kasus pencurian data pribadi mulai marak di internet


Menjelang peluncurannya, Elon Musk mengungkapkan detil baru seputar rencana jangka panjang untuk Starlink. Saat ini, sekitar 2.000 satelit operasional mengorbit Bumi. SpaceX berencana meluncurkan sekitar 60 satelit ruang angkasa pada suatu waktu dengan roket Falcon 9 dan meluncurkan setidaknya satu misi Starlink selama dua tahun ke depan.

“Saya pikir dalam satu setengah tahun, atau mungkin 2 tahun – jika semuanya berjalan baik – SpaceX kemungkinan bakal memiliki lebih banyak satelit di orbit daripada gabungan dari seluruh satelit lainnya. Pada dasarnya, sebagian besar satelit di orbit adalah SpaceX,” kaya Elon Musk.

Tetapi Starlink bisa berfungsi lebih cepat daripada itu. Jika tidak ada masalah besar dengan satelit, penundaan peluncuran, atau masalah pembuatan terminal pengguna akhir, pelanggan pertama mungkin mendapatkan akses dalam 12 bulan ke depan.

Layanan “awal” di AS, yang menurut Musk bisa dijual SpaceX, harus didukung dengan 400 satelit di orbit. Sementara itu, layanan global dan “signifikan” seharusnya terjadi dengan sekitar 800 satelit.

Komisi komunikasi federal (Federal Communications Commisions / FCC), yang mengatur jenis frekuensi agar dapat digunakan perusahaan seperti SpaceX untuk perangkat telekomunikasi, memberikan tenggat waktu perusahaan untuk meluncurkan satelit Starlink.

SpaceX memiliki waktu hingga April 2024 untuk menyebarkan setengah dari 4.400 satelit orbit rendah Bumi, dan sisanya pada April 2027. Untuk 7.500 sisanya, satelit orbit sangat rendah, SpaceX memiliki hingga November 2027. Jika SpaceX tidak mencapai tenggat waktu kontrak dengan pemerintah AS, FCC dapat memilih untuk membekukan jumlah maksimum satelit.

Musk menunjukkan bahwa permintaan Starlink menentukan seberapa banyak satelit yang diluncurkan SpaceX. Itu karena setiap satelit akan memiliki sekitar 1 terabit bandwidth fungsional, atau cukup untuk melayani streaming video 4K ke sekitar 1.100 orang sekaligus.

Namun, Musk berulang kali menekankan bahwa perkiraan waktunya tergantung pada banyak hal yang berjalan dengan benar, dan beberapa hal yang salah – terutama dengan 60 satelit pertama.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: